River/Road Crossing pipeline ada 2, dgn pipa ditanam (underground) dan diatas tanah (aboveground). Pipa ditanam dgn metode open cut atau HDD. Untuk yg tidak ditanam menggunakan bridge. Resiko terbesar dari masing-masing metoda adalah third party damage misalnya fatigue karena cyclic stress.

Tanya – FACHMI BASYAR

Dear all,

saya mau bertanya seputaran river/road crossing pipeline,

1. ada berapa macam metoda/teknologi yang dipakai untuk proses tersebut?

2. apa resiko terbesar dari masing-masing metoda/teknologi tersebut?

3. metoda/teknologi apa yang sering di pakai untuk proses river/road crossing? dan mengapa yang sering digunakan adalah metoda/teknologi tersebut?

Terima kasih atas perhatiannya, saya tunggu jawaban kawan-kawan semua.

Tanggapan 1 – pison

Saya coba bantu, mohon koreksinya dari rekan lain jika ingin menambahkan.

1. ada 2 type yaitu dengan cara di kubur dan ada juga dibantu dengan over-bridge pipeline mungkin dengan jembatan type Truss atau Girder dengan beam biasa (bisa lihat foto yg saya attachkan)

2. resiko terbesar simplenya adalah untuk dikubur kemungkinan ter exposed akibat tarikan jangkar nelayan ataupun virtual anchor dari si tanah diatasnya tergerus. Sedangkan dengan over bridge biasanya residual tension terdistribusi merata pada support, clamp dan anchor by concrete di ujung-ujung jembatannya namun dari segi cost mungkin akan lebih tinggi.

3. metode yang sering dipakai umumnya, contoh PGN dan PAM, biasanya memakai jembatan (silahkan saja di survey dari typical yang ada dekat lokasi.

Tanggapan 2 – Sidiq K.

Pak Fachmi,

Saya coba menjawab sedikit:

1. River/Road Crossing pipeline ada 2, dgn pipa ditanam (underground) dan diatas tanah (aboveground). Pipa ditanam dgn metode open cut atau HDD. Untuk yg tidak ditanam menggunakan bridge.

2. Resiko terbesar adalah third party damage misalnya fatigue karena cyclic stress.

3. Maaf, saya belum menemukan statistik data sebagai referensi, namun yg umum dijumpai adalah HDD dan bridge.

Tanggapan 3 – FACHMI

pak Sidiq,

Terima kasih pak jawabannya, mau nanya lagi nih pak, metode open cut apakah sama dengan metode trenching dengan menggunakan water jetting? lalu kalau tidak ditanam menggunakan bridge apakah bisa digunakan untuk sungai atau jalan yang high traffic??

Mohon pencerahannya pak.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Mei 2010 ini dapat dilihat dalam file berikut: