Yang harus dipersiapkan untuk fresh graduate agar bisa meniti karir di migas adalah pengetahuan di bidang migas, bukan hanya tekniknya tapi industrinya, ekonominya, hidupnya. Maklum, banyak yang melihat remunerasi-nya saja, tapi tidak mau hidupnya.

Tanya – Bambang Suprayogi RS

Untuk para senior.

Mau tanya nich…

Untuk freshgraduate, apa saja yg harus dipersiapkan agar bisa meniti karir di migas??

Khususnya dari jurusan teknik.

Sebenar’y Perusahaan migas itu cari pegawai yg kya gmn sich?? hrus perfect??
Ada ga training oil n gas di indonesia? untuk pengalaman kita sebelum meniti karir di migas.

Gmn cara’y bikin CV yg menarik?? supaya kita dipanggil sama perusahaan??
Ada senior saya yg IPK’y dibawah rata2, tapi dya bisa kerja di Migas. Ko bisa ya??

Ditunggu jawabannya dari para senior sekalian…
Penting nich buat para freshgraduate.

Terima Kasih.

Tanya – Indra Prasetyo

Apa saja yg harus dipersiapkan?? Hmm..apa yah.. yg paling penting menurut saya adalah mental yg kuat, karena dunia pekerjaan jauh berbeda dengan dunia kuliahan. Dunia pekerjaan menuntut tanggung jawab yg jauh lebih besar daripada dunia kuliahan. Ada beberapa pengalaman yg saya ingat waktu baru aja masuk bekerja utk pertama kalinya. Yg pertama saya ingat waktu saya akan ke lapangan utk pertama kalinya. Senior2 saya ceritanya mau bikin saya takut dengan menceritakan kisah2 yg ‘menyeramkan’, ktnya dulu ada engineer fresh graduate juga yg sampe nangis2 di lapangan minta pulang krn nggak kuat menghadapi orang lapangan (yg ktnya galak2), ada lagi cerita engineer lain yg ktnya disuruh ngangkat pompa (apa kompresor ya? agak lupa) dari warehouse sampe ke pump/compressor house. Yah, alhamdulillah, krn dulu waktu di kampus saya udh pernah diplonco sm senior2 saya di kampus smp habis2an, saya cuma nanya ke senior engineer tsb, ‘sampe digamparin nggak Mas sm org lapangan?’, jawabnya ‘ya nggak lah’, trus sy jwb lg ‘Oh, kalo gitu sih, kl cm dibentak2 apa diomel2in sih nggak pa2, sy dulu di kampus lbh parah drpd itu, masalah ngangkat pompa apa kompresor jg gpp, dulu di kampus sy pernah disuruh narik mesin las dr gudang smp ke tmpt praktek sendirian’. Pada kenyataannya, mungkin jg krn sy sewaktu di kampus sudah dibiasakan untuk menghormati senior, sy bisa menempatkan diri sy dengan baik dan sy bisa diterima dengan baik oleh orang2 di lapangan.

Pengalaman yg lain adalah ketika sy menerima tigas pertama saya yaitu tentang pompa. Waktu itu sy diminta untuk menganalisa kebutuhan pompa CTP (crude transfer pump) di satu stasiun sehubungan dengan kenaikan produksi, apakah pompa2 yg ada masih bisa ditingkatkan kapasitas pumpingnya, atau perlu menambah pompa baru. Waktu itu terus terang saya agak panik, buru2 saya buka2 lg buku ‘pompa dan kompresor’ (yg ngarang sy lupa siapa), saya pelajari lagi semuanya tentang pompa, merasa masih kurang, saya telpon teman saya yg TA-nya dulu tentang perancangan pompa (TA saya sndr tentang kompresor) trus sy pinjem TA-nya dan saya pelajari. Nah, waktu kemudian atasan saya datang dan menyerahkan tugas dan data2 yg saya perlukan, beliau memberikan ke saya sebuah buku (fotokopian) dari pompa GASO, bukunya tipis, didalamnya ada cara menghitung kebutuhan (sizing) pompa plunger. Ternyata menghitung kebutuhan / sizing pompa itu tidak sesulit yg saya bayangkan sebelumnya. Kalau di kampus saya diajarkan cara mendesain dan membangun pompa dari nol, di pekerjaan saya hanya tinggal menggunakannya. rumusnya nggak banyak, yg saya ingat HP = (PSI x Q) / 1550 –> sy lupa2 inget bener nggak angkanya 1550? Malah belakangan saya dikasih software dari atasan saya namanya softwarenya FEP, dgn software tsb sy bisa menghitung kebutuhan / sizing pompa, kompresor, pipeline, dsb.

Intinya, ketika kita masuk ke dunia kerja, siapkan mental yg kuat dan kemauan untuk belajar, karena bagaimanapun ketika kita masuk kerja, kita harus mulai belajar lagi banyak hal2 yang baru. Terus terang, menurut pendapat saya pribadi, tidak banyak ilmu yg saya dapatkan di bangku kuliah yang akhirnya benar2 terpakai atau diterapkan di tempat kerja. Jadi kalau ada senior anda yg IPK-nya dibawah rata2 tp bisa bekerja di Migas, ya kenapa nggak? IPK saya juga nggak sampe 3 (meskipun masih diatas 2.75). Karena di dunia kerja, tidak hanya kepandaian akademis atau kemampuan menghitung dan menganalisa saja yg dinilai, tp jg kemampuan kita menempatkan diri, berhubungan/berkomunikasi dengan orang lain (atasan, rekan atau bawahan), bekerjasama dalam tim, kemampuan memimpin, mempresentasikan ide dan gagasan, dsb semuanya turut dinilai dan berperan dalam perkembangan karir seseorang.

Cara membuat CV yg menarik?? kalau untuk fresh graduate sih menurut saya rata2 isinya sama aja, karena belum banyak yg bisa ‘dijual’. Intinya sebetulnya adalah anda sedang menjual diri anda, oleh karena itu pikirkan kemampuan atau kompetensi apa saja yg anda miliki yg mungkin bermanfaat bagi posisi dan perusahaan yg dilamar, misalnya kalau anda misalnya pernah punya pengalaman memimpin organisasi (himpunan, senat, karang taruna, dsb), juga kalau anda punya atau pernah mengikuti kursus2 spt bahasa inggris, komputer, autoCAD, CNC, dsb., dan kalau anda punya prestasi tertentu misalnya pernah menjuarai lomba karya ilmiah remaja, serta tentu saja kalau anda punya pengalaman bekerja misalnya jadi asisten dosen, atau pernah menjalani internship/on the job training di suatu perusahaan, hal2 tsb penting untuk dicantumkan di CV anda. Ada baiknya juga kalau anda ikut psikotes sehingga anda tahu apa saja bakat dan kekuatan anda, dan anda bisa cantumkan di CV.

Wah udah kebanyakan yah tulisannya, mudah2an aja bermanfaat.

Good luck,

Tanggapan 1 – Wahyu Exano Abdillah

Universitasnya dan jurusannya apa?

Sekedar urun saran, Setiap tahun Schlumberger, Halliburton, Exxon Mobil, TOTAL, Chevron keliling ke kampus di Jawa (ITB, UI, UGM, ITS) utk recruitment fresh graduate…….CMIWW.

mumpung masih fresh, perjuangkan peluang utk masuk ke perusahaan2 tsb.

Tanggapan 2 – Bambang Suprayogi RS

Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Teknik Aeronautika,

Tanggapan 3 – hotma parasian

Menurut hemat saya, sebaiknya mas Bambang berkecimpung di bidang aeronautik aja, sesuai background mas n saingannya mungkin lebih sedikit jika dibandingkan mas terjun ke oil&gas. Saya pernah dengar bagaimana orang-orang kita dibidang aeronautika/penerbangan beberapa yang bekerja di airbus, boeing, militer and so on, dan rate-nya banyak diatas rata2 dan melebihi org2 yg bekerja di oilngas. Makanya lebih enak sih bekerja sesuai dengan latar-belakangnya.

Tanggapan 4 – Yuyus Uskara

wah, Aeronautika ya? di Singapura kayaknya aeronautika lagi banyak yang nyari, tapi mungkin butuh yang experience sih.

Tanggapan 5 – iwan saputra

Untuk Mas Bambang..

Mau tanya nich..

Jurusannya Teknik Apa yach Mas..

Biar gampang ngarahinnya.

Untuk jawaban lain-lain bisa mas lihat atau download di http://www.migas-indonesia.com

Banyak info yang menarik dalam menunjang keilmuan/ pengetahuan Mas Bambang di bidang oil & gas.
Penting nich buat para freshgraduate.

Mengenai Senior Mas yang kerja di Migas tapi IPK nya d bawah rata-rata.

kalau Mas Bambang bilang, ‘Ko bisa ya?? ‘

Kalau jawaban saya :Yach bisa aja Mas, namanya nasib orang siapa tahu dan kemungkinan senior mas pandai memanfaatkan situasi dan kondisi.
atau mungkin saja senior mas tersebut, ambil Welding Inspector & NDT Inspector yang keluaran International setelah tamat kuliah. Sehingga tenaga nya banyak dibutuhkan oleh perusahaan fabricator atau migas.

Saran saya, Mas Bambang bertanya dan belajar dari senior mas tersebut, cara masuk ke Du.

Tanggapan 6 – Prasetyo, Budi

ambil Welding Inspector & NDT Inspector yang keluaran International dimana??

Tanggapan 7 – mas_agus_cakep

Baca aja di bagian diskusi milis ini, di googling juga ada..

Coba googling dengan keyword dosen migas ngawur asuhan Om Nogososro..

Tanggapan 8 – riksha lenggana

cuma nambahin komen Mas MAS [haduh….jd aneh ^_^)

link di kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=899212

web : http://dosenmigasngawur.com/

Tanggapan 9 – And Riawan

BAhasa Inggrisnya di sempunakan Pak, sukur2 bisa bahasa arab atau mandarin . . ..

jangan seperti saya yang terlambat . . .

IPK dan Kemampuan komunikasi dalam bahasa inggris merupakan tiket masuk, Pak . . .

kalau yang IPK nya dibawah standar biasanya yang di lihat pengalamannya . . .
jangan takut duluan, Pak . . .di niatkan baik2 dan usaha terus agar spesifikasi yg di minta perusahaan migas tercapai . ..

tata cara Membuat CV bbrp bulan yg lalu pernah di bahas, mungkin sudah ada ringkasan nya dari Pak Budi /Admin di MIO.

Tanggapan 10 – Ahmad RizalSoulisa

Dicoba dijawab ah

1. Apa yang harus dipersiapkan? Pengetahuan di bidang migas, bukan hanya tekniknya tapi industrinya, ekonominya, hidupnya. maklum, banyak yang melihat remunerasi-nya saja, tapi tidak mau hidupnya.

2. Pegawai macam apa yang dicari? Kalau HRD sih cari pegawai yang pinter tapi mau dibayar murah. Kalau usernya (i.e. bos-bosnya nanti) mencari pegawai yang mudah dilatih dan punya attitude yang positif (e.g. supel, terbuka, haus ilmu,)

3. Training oil & gas? ada tapi saya tidak melihat keterkaitannya utk menaikkan kemungkinan diterimanya seorang fresh grad

4. CV yang menarik? singkat, jelas, dan menunjukkan apa nilai lebih seorang fresh grad daripada pesaing-pesaingnya.

5. Ada orang IPK rendah tapi bisa masuk migas? ya bisa saja, saya contohnya. mungkin bedanya kalau yang IPK tinggi bisa langsung masuk perusahaan kelas atas sementara yang IPK rendah harus masuk-keluar-masuk beberapa perusahaan, mengumpulkan pengalaman dan melengkapi skill set.

6. Kalau boleh mengingatkan, bedakan menulis di milis teman-teman satu angkatan, dengan menulis di milis profesi. anda tidak menulis skripsi dengan bahasa yang biasa dipakai untuk texting/ngerumpi kan?