Untuk pipeline baru, pigging hanya dilakukan untuk membersihkan pipa dan melihat roundness pipa, maka pig yang dipakai biasanya cukup foam pig dengan dilengkapi gauge plate. Gauge plate ini berukuran 95% dari inside diameter pipa (syarat DNV).

Tanya – makintha

rekan milis,

1. adakah diantara rekan ada yang mengetahui mengenai pig requirement subsea pipeline spt variasi dari perubahan diameter internal pipa maksimal yang diizinkan….misalnya variasi disebabkan karena perbedaan ketebalan pipa pada zone 1 dan 2,

2. apakah penggunaan corr. coating seperti CTE sudah dilarang di Indonesia?pengganti yang ekonomis untuk CTE jika dilarang?

FYI saya adalah seorang Jr. eng yang masih harus banyak belajar dari rekan2 milis….saya baru saja bergabung dengan milis ini jadi maaf bila dahulu ada pertanyaan yang sama.

thanx b 4

Tanggapan 1 – Bambang Sugiharta

Dear Makinta,

Untuk point 1, foam pig masih applicable kalo perubahan internal diameternya hanya disebabkan oleh perbedaan ketebalan pipa atau pipe schedule. Karena sifat dari foam pig memang elastis.Anda bisa masuk ke website kami untuk informasi lebih lanjut di www.migas-indonesia.com/klaras terus link ke girards industries.

Tanggapan 2 – joko hartono

Dear Gentlemen,

FYI, Saya pernah lakukan Pigging dengan Gauging Pig, dari pihak PJIT mensyaratkan sbb: Maximum out of roundness pipa adalah 5% dari ID pipe.

Tanggapan 3 – Agus Wardiman

Makintha,

Untuk pipeline baru, pigging hanya dilakukan untuk membersihkan pipa dan melihat roundness pipa, maka pig yang dipakai biasanya cukup foam pig dengan dilengkapi gauge plate. Gauge plate ini berukuran 95% dari inside diameter pipa (syarat DNV). Untuk pertanyaan no1. pigging untuk beda zone tersebut cukup dilakukan satu kali karena umumnya beda inside diameter akibat beda thickness antara kedua zone tersebut sangat kecil. Dan pada pipa kecil, inside diameternya sama. CTE setau saya tidak dilarang dan masih banyak dipakai di Indonesia. material yang sejenis dengan CTE (Coal Tar Enamel) adalah AE (Asphalt Enamel). AE inipun masih dipakai di Indonesia. Pengganti untuk coating tersebut bisa macam-macam misal: PP (Poly Propylene), PE (Poly Ethylene), PU (Poly Urethane), dll. Pemilihan ini tergantung pada lokasi pipeline (offshore atau onshore), temperature, concrete coated atau tidak, dll.

Tanggapan 4 – abdul kohar

Pak Agus,

Mohon pencerahannya berapa batasan maximum yang diijinkan untuk perbedaan inside diameter karena perbedaan ketebalan dari pipa untuk tiap jenis pig.

Terima kasih.

Tanggapan 5 – abdul kohar

Maaf mas Kohar, saya nggak punya data untuk itu, mungkin rekan yang lain bisa membantu karena setahu saya ada rekan di milis Migas yang kantornya mengageni beberapa merk pig seperti Rosen atau TD Williamson.

Note: saya pakai email teman. Kayaknya email saya bouncing.

Tanggapan 6 – Indra Prasetyo

Coba hubungi Pak Donny Ma’ruf di 021-71793939 atau email ke donny.m@tdwilliamson.com.sg, beliau country manager-Indonesia T.D. Williamson Asia Pasific, mungkin bisa membantu.