QA/QC adalah suatu fungsi dalam organisasi proyek yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi kualitas yang akan dideliver kepada pemberi kerja sesuai dengan dokumen kontrak, dapat dimulai dari phase engineering, procurement sampai di construction stage dan berujung pada mechanical completion released.
Kalau scope of worknya EPC, sesuai dengan concept dari project life cycle, scope konstruksi hanya sampai di pre-commissioning saja dan commissioning sudah menjadi domainnya operasional itu artinya keterlibatan QA/QC sudah tidak dibutuhkan lagi physically tetapi catatan kualitas masih dibutuhkan oleh team commissioning apabila ada hal-hal yang tidak sesuai ditemukan salama commissioning ini.

Tanya – viddy adrian

Dear milister,

Saya ingin menanyakan tentang pre-commissioning atau commissioning dalam suatu project, yaitu keterkaitan antara Pre-Commissioning dengan QA/QC dalam fase konstruksi suatu proyek. Yang saya tanyakan adalah tentang organisasi antara keduanya yang idealnya dalam suatu proyek :

1. Apakah kedua aktifitas tersebut dapat dijadikan dalam satu organisasi atau terpisah

2. Keterkaitan antara QA/QC dan Pre-Commissioning/Commissioning melihat dari fungsi yang sama-sama melakukan pengujian

3. Fungsi dari QA/QC saat pre-commissioning/Commissioning berjalan

Terima kasih,

Tanggapan 1 – Pala

Viddy,

Jawab:

1.Terpisah, tapi QA/QC bisa membantu Commissioning TEAM jika di minta.

2.biasanya QA/QC scope mulai tahap konstruksi sampai Pre Commissioning, pada phase commissioning memang ada TEAM khusus karena mereka sudah akan mengetes Subsystem, energise dan Running motor, compresor dan lain2 sampai star up.

Tanggapan 2 – gusti04

Dear Viddy,

Bukankah sebenarnya team QA/QC lebih besar kerjanya pada saat construction? Karena setiap pekerjaan construction ini mesti dikeluarkan sertifikasi yang diperlukan pada saat mechanical completion. Di Mechanical completion inilah kerjanya QC sangat besar. Mech Completion ini syarat untuk bisa masuk ke phasa precom / gas in.
Hal yang kurang sempurna di construction, maka akan ada punchlist yang ini mesti diinspeksi oleh QC untuk diperbaiki.

Tanggapan 3 – berlian syako

Keterkaitannya sbb:

Note: kasus akan berbeda dari satu proyek ke proyek lain tergantung management yg dianut.

QA/QC Engineer:

QA/QC engineer melakukan audit maupun inspeksi terpadu pada suatu proyek meliputi material maupun installasi, semua material harus dilengkapi dengan material certifikat lengkap dan semua instalasi harus dilengkapi juga dengan installation report yg diperlukan. QA/QC engineer harus memastikan bahwa sistim quality diterapkan diseluruh tahapan pekerjaan. QA/QC Engineer berkordinasi dengan QA/QC client rep. dengan melakukan inspeksi pada semua instalasi dengan mengeluarkan ‘Inspection Report’ berikut ‘Punch List’. QA/QC engineer bertanggung jawab memastikan Punch List di follow-up dan setelah punch list diselesaikan oleh ‘Construction Engineer/Supervisor’ maka QA/QC Engineer memfollow up supaya ‘Inspection Report’ di approve oleh QA/QC client rep.

Mechanical Completion Engineer:

Bertanggung jawab penuh memfollow-up penyelesaian tiap2 package pekerjaan. Pada proyek2 yg besar biasanya instalasi dibagi menjadi banyak package. Satu package pekerjaan dianggap complete apabila instalasi sudah lengkap, inspeksi sudah dilakukan, testing sudah dilakukan, dan punch list sudah diselesaikan. Setiap penyelesaian dilengkapi dengan bukti report yg meliputi inspection report, test report, installation report, dll. Mechanical Completion Engineer tsb bertanggung jawab mengumpulkan semua dokumen2 tsb untuk mendapatkan realease certificate dari client.

Commissioning Engineer:

Bertanggung jawab sebagai pelaksana testing, commissioning dan start-up. Setiap testing yg dilakukan akan dilengkapi dengan test report.

Construction Engineer:

Bertanggung jawab sebagai pelaksana instalasi, termasuk menyelesaikan punch list.

Summary:

Jadi kaitannya disini QA/QC engineer melakukan inspeksi, Commissioning Engineer melakukan test, Construction Engineer melakukan instalasi, dan Mechanical Completion Engineer sebagai penyelesai akhir dengan mendapatkan Release Certificate dari client sehingga suatu package siap di invoice.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Saya ingin menambahkan sedikit dari apa yang telah disebutkan oleh Pak Pala.

QA/QC adalah suatu fungsi dalam organisasi proyek yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi kualitas yang akan dideliver kepada pemberi kerja sesuai dengan dokumen kontrak, dapat dimulai dari phase engineering, procurement sampai di construction stage dan berujung pada mechanical completion released.
kalau scope of worknya EPC, sesuai dengan concept dari project life cycle, scope konstruksi hanya sampai di pre-commissioning saja dan commissioning sudah menjadi domainnya operasional itu artinya keterlibatan QA/QC sudah tidak dibutuhkan lagi physically tetapi catatan kualitas masih dibutuhkan oleh team commissioning apabila ada hal-hal yang tidak sesuai ditemukan salama commissioning ini. Itu sekilas apa yang pernah kami alami selama belasan tahun, tetapi lagi-lagi semua tergantung dari type project dan kemauan pemberi project.
definisi mengenai pre-com dan com saya rasa dulu sudah pernah dibahas dimilis ini secara komprehensip barangkali dapat dilihat di servernya milis migas.