PMI = Positive Material identification, terutama untuk exotic material adalah salah pengetesan material yang mempunyai tujuan untuk mengetahui type material dilihat dari chemical composition. Bisa anda hubungi perusahaan Jasa inspeksi di kota anda (Sucofindo, Surveyor Indonesia dsb).

Tanya – esukardi@technip

Mohon klarifikasi istilah PMI, Post Material Identification atau Positive Material Identification.

Tanggapan 1 – Swastioko, Budhi

PMI = Positive Material identification, terutama untuk exotic material.

Tanggapan 2 – Harlion Bahar

Saya menggunakan PMI untuk identifikasi material logam merupakan kegiatan rutin QA/QC di industri Migas dan Petrokimia sudah hampir 21 tahun tidak meragukan akurasi alat ini. Alat ini sangat handy, bisa langsung dibawa ke lokasi kerja, beratnya +/- 8 kg, di pasaran ada 2 merek yg handal yaitu 1) Texas Nuclear (USA) dan 2) Autokumpu (Finlandia). Alat PMI keluaran tahun 1980 tidak dapat mengidentifikasi stailess steel kandungan karbon rendah ( L grade), keluaran 1992 sudah dapat membedakan logam S/S 304 L dengan S/S 304. Setiap +/- 5 tahun, alat ini harus dikirim ke negara asal guna penggantian isotop.

Harganya cukup mahal (+/- 100.000 USD), dan tidak setiap hari (sering) digunakan, sharing dengan beberapa company sangat dianjurkan, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

Tanggapan 3 – Ramzy SA

Mas Harlion, jangan dianjurkan semua beli donk entar perusahaan jasa inspeksi engga ada kerjanya. Kita punya latest edition lho, termasuk bisa untuk komposisi material carbon steel dan tidak pakai isotop demi safety he he he.

Tanggapan 4 – Harlion N. Bahar

Mas Ramzy,

Di perusahaan saya sekarang hanya ada 1 PMI, itupun sudah berumur 6 tahun, alat ini termasuk scope tools yg dicantumkan dalam proyek pembangunan kilang.
Sudah berkali-kali diusulkan mengganti dengan yg lebih tinggi kemampuannya, tapi belum berhasil, alasannya cash-flow. Untuk apa invest alat, kan lebih untung sewa. Bahkan sekarang sedang trend mengontrak perusahaan lain selama misalnya 5 s/d 6 tahun untuk Maintenace pabrik termasuk manpower dan peralatannya, daripada mempertahankan jumlah headcount yg ada, wah.. ini perubahan besar dalam bisnis kilang migas….

Itu sebabnya bagi co. yg jauh dari Jkt, sharing dianjurkan. Bagi teman-teman yg memerlukan jasa PMI yg dapat terjangkau dari Jkt, kenapa tidak telepon saja Mas Ramzy.

Tanggapan 5 – Bambang S. Santoso

Betul …..

Kontak saja Pak Ramzy untuk jasa PMI (Saya kira order dari Gulf/Timr
Tengah bisa dilayani juga kan ?).

Tanggapan 6 – Qaqcptmeco

PMI adalah salah pengetesan material yang mempunyai tujuan untuk mengetahui type material dilihat dari chemical composition. Bisa anda hubungi perusahaan Jasa inspeksi di kota anda (Sucofindo, Surveyor Indonesia dsb).

Tanggapan 7 – Wido Ananto

Sekedar menambahkan bahwa dlm mengetes material ini ada 2 metoda yaitu metoda basah (wet chemical analysis) dan metoda kering (dry chemical analysis). Biasanya yang dikehendaki PMI adalah yg metoda kering karena katanya lebih cepat (preparasi dan analisa sample lebih sederhana), akurat (tahapan analisanya pendek dengan menggunakan alat yg katanya canggih) sehingga hasil analisnya lebih dapat dipercaya.

Malah kadang-kadang beberapa customer minta dilakukan PMInya dilapanan sehingga dpt mengetahui secara langsung apakah structure, jacket, platform, pipeline yg sudah dipasang memenuhi komposisi kimia yg dipersyaratkan.

Harga analisa di lab tergantung material yg akan dianalisa, jumlah unsur/komponen yg akan di analisa dll tapi berkisar Rp 500rb – Rp 1jt.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 8 – mas jaya

Untuk PMI, setahu saya ada 3 jenis metode :

1. EDXRF dengan Isotop (kecil dan enteng sediit berbahaya karena pakai isotop)

2. EDXRF dengan X-ray Tube ( agak besar tapi lebih aman)

3. OES portable (paling besar, berat butuh charging gas, kurang aman terutama untuk daerah yang rawan kebakaran karena ada plasma yang terbentuk)

untuk metode 1 dan 2 diatas biasanya unsur yang bisa dideteksi dari Na sampai U

– cocok untuk sortir material yang sifatnya High alloy steel atau Nickel, Copper base untuk OES portable cukup bisa diandalkan karena kadar Karbon bisa dideteksi jadi untuk low alloy steel seperti mild steel sangat cocok menggunakan metode ini.