Sizing control valve untuk pressure drop yang tinggi dibahas dibukunya Liptak sbb:
1. Pada pressure drop yang tinggi berarti dapat terjadi erosi, abrasi atau cavitation pada trim-nya control valve; 2. Pada pressure drop yang tinggi hydrate/liquid droplets/material solid memungkinkan untuk terbentuk didalam valve (tergantung dari fluida dan material lain yg terikut); 3. Pressure drop yang tinggi akan menyebabkan terjadinya outlet temperature dari control valve sangat rendah (penurunan pressure biasanya diikuti oleh penurunan temperature = Joule-Thomson effect), sehingga pada beberapa material valve dapat menjadi brittle/getas yang bisa mengakibatkan pecahnya valve; 4. Kecepatan tinggi akibat pressure drop yang tinggi dapat mengerosi downstream piping; 5. Pressure drop yang tinggi berarti jumlah energi yang didisipasikan dalam turbulensi adalah cukup besar (vibrasi) dan menyebabkan noise (bising).

Tanya – vaulz

Saya ingin menanyakan sesuatu tentang drop pressure, di tempat saya bekerja ada compressor 3 stage. sunction 1 stage 120 psi, discharge 1 stage 400psi, discharge 2 stage 1200Psi dan discharge 3 stage 1800Psi, di setiap stage ada recycle untuk surge protection, dan dari 3 stage discharge juga ada recycle line ke 1 stage suction. pada recycle line dari 3 stage ke 1 stage hanya ada control vavle 4 inchi, nah disini terjadi drop pressure yang sangat tinggi. Sehingga terjadi iceing (bener nga tulisannya, pokoknya ada es nya deh)d control valve dan pipa.

apakah ini tidak apa2?

apakah tidak merusak Pipa dan control valve?

dulu hal ini di biarkan saja. tapi sekarang pipa dan control valve dililit oleh heat trace.(cable pemanas) tapi hasilnya tidak efektif. masih terjadi iceing.
apakah tidak lebih baik di pasang restriction orifice, atau Choke valve (agar dapat di ubah2 dgn mudah). bagaimana dengan pertimbangan ekonomis dan safety nya jika di perbaiki sytemnya atau di biarkan saja.

Tanggapan 1 – Nugroho Wibisono

Pak Vaulz,

Jelas ada apa-apa dong, lha buktinya sampe dililit heat trace segala. Kalau dibiarkan terus menerus pada suhu rendah (sampe ada ice-nya segala), material dari body valve-nya bisa brittle dan worst case-nya si control valve itu bisa pecah, demikian juga pipanya.

Sizing control valve untuk pressure drop yg tinggi dibahas dibukunya Liptak sbb:

1. Pada pressure drop yang tinggi berarti dapat terjadi erosi, abrasi atau cavitation pada trim-nya control valve.

2. Pada pressure drop yang tinggi hydrate/liquid droplets/material solid memungkinkan untuk terbentuk didalam valve (tergantung dari fluida dan material lain yg terikut).

3. Pressure drop yang tinggi akan menyebabkan terjadinya outlet temperature dari control valve sangat rendah (penurunan pressure biasanya diikuti oleh penurunan temperature = Joule-Thomson effect), sehingga pada beberapa material valve dapat menjadi brittle/getas yang bisa mengakibatkan pecahnya valve

4. Kecepatan tinggi akibat pressure drop yang tinggi dapat mengerosi downstream piping.

5. Pressure drop yang tinggi berarti jumlah energi yang didisipasikan dalam turbulensi adalah cukup besar (vibrasi) dan menyebabkan noise (bising).

Pemasangan RO atau choke valve harus ditimbang-timbang, karena pada intinya beban differential pressure (DP) utamanya ada pada control valve, jadi pembagian DP (share DP) ke RO atau choke valve ini harusnya punya porsi relatif lebih kecil dibandingkan dengan DP yg terjadi di control valve. Kalau terjadi DP yg terlalu besar di RO, bisa bermasalah juga lho (vibrasi dkk), jadi hati-hati saja kalau mau
masang RO.

Mohon maaf jika tanggapannya kurang tuntas karena kekurangtahuan saya. Mungkin rekan-rekan yang lebih tahu punya pendapat lain?

Terima kasih.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: