Statoil mengatakan penandatanganan Memorandum of Understanding awal minggu ini antara Azerbaijan dan Turki akan membantu kemajuan tahap pengembangan berikutnya dari project Shah Deniz di Caspian Sea.

Penulis : Offshore staff

Statoil mengatakan penandatanganan Memorandum of Understanding awal minggu ini antara Azerbaijan dan Turki akan membantu kemajuan tahap pengembangan berikutnya dari project Shah Deniz di Caspian Sea.

Perjanjian melibatkan perubahan dalam harga untuk gas Azeri yang disuplai ke Turki berdasarkan Shah Deniz Phase I, dan untuk pengembangan tahap kedua serta pengangkutan gas Azeri melalui Turki.

Shah Deniz Phase II dipastikan akan mengalir selambatnya pada tahun 2016.

Statoil memiliki 25.5% saham di lahan gas Shah Deniz, bagian tenggara Baku, yang digagas menjadi sumber gas terbesar Azerbaijan.

Gas yang diproduksi segera ditransport melalui 690-km (429-mi) South Caucasus Pipeline (SCP), yang menjangkau ke perbatasan antara Georgia dan Turki.

Produksi puncak dari Phase I diproyeksikan pada 8.6-9 bcm/yr (303.7-317.8 bcf/yr). Hasil akan ditingkatkan dengan 16 bcm/yr (565 bcf/yr) lagi berdasarkan Phase II.

Statoil menambah perjanjian barunya itu, yang mana akan menghubungkan keberadaan dan jaringan transport gas alam yang direncanakan di tenggara Eropa dengan Western Europe, yang membuka jalan untuk consortium Shah Deniz dengan memulai negosiasi dengan customer dan pipeline baru seperti Nabucco, Italy-Turkey-Greece-Interconnector (ITGI), dan Trans Adriatic Pipeline (TAP).

Sumber: www.offshore-mag.com