Select Page

Untuk aplikasi steam level dengan DP, jelas kita harus menggunakan wet leg (sisi low dan high penuh terisi air), dan kedua sisi harus dijaga terisi penuh air sebagai liquid seal. Perhatikan juga bahwa kalibrasi harus dilakukan pada kondisi liquid seal terisi penuh. Meskipun menggunakan liquid seal yang lain, kompensasi terhadap temperature harus tetap dilakukan mengingat SG atau Density air didalam boiler yang berubah karena pengaruh temperature.

Tanya – budi yuwono

Dear bapak2 semua,

Mohon agar dapat diberikan pencerahan mengenai kompensasi level (metode pengukuran DP) terhadap pressure dan temperature.

Contoh kasus boiler steam drum operational temperature 500 derajat celcius pada tekanan 110 Bar abs, manakah yang lebih dominan dipakai untuk kompensasi. Terhadap temperatur atau terhadap tekanan atau keduanya??????

Kemudian yang dijadiin faktor kompensatornya dari apa???? apakah specific gravity atau densitasnya atau atau ada faktor lain yang bisa dimasukkan untuk kompensasi ini??? mohon perkenan bapak2 semua untuk memberikan pencerahan……

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Karena sifat air (water) yang incompressible, pressure tidak begitu berpengaruh; sedangkan temperature berpengaruh terhadap SG atau density dari air. DP mengukur tekanan hidrostatik dari air yang sangat dipengaruhi oleh SG atau density. Kompensasi terhadap SG atau Density lebih tepat, tetapi kalau kita bisa mengandalkan bahwa karaketristik boiler water (dengan semua kontaminan dan additifnya) mendekati water, maka kompensasi terhadap temperature cukup (Temperature Transmitter lebih ekonomis dibanding Density Transmitter).

Karena untuk Boiler yang penting adalah Level, maka tidak perlu kompensasi terhadap factor lainnya. Lain halnya dengan storage tank dimana kita ingin mendapat besaran volume atau massa, maka tank strapping menjadi factor penting.

Tanggapan 2 – Djohan

Apakah nggak terlalu general ya pertanyaannya? kenapa perlu kompensasi? maksudnya apa kompensasi itu?

Kalau dilihat proses boiler didalam drum kan sebuah proses saturated water, kalau kita tahu pressurenya otomatis kita tahu temperaturenya.
Bukankah temperature controller (yang mengontrol burnernya) ada dan pressure controller juga ada untuk maintain boiler output?

Tanggapan 3 – budi yuwono

Begini Pak Djohan, pada waktu kita memasukkan range pengukuran (untuk DP type), harga batas bawah pengukuran (ZERO) dan batas atas pengukuran (sebagian orang menyebutnya sebagai SPAN) adalah delta pressure yang diakibatkan oleh ketinggian air di steam drum pada saat normal operation, sekali lagi pada saat normal operation, otomatis harga sg yang dimasukkan juga operating specific gravity.jika diasumsikan zerokompensation akibat wet leg sudah dilakukan dengan benar, maka pada waktu start-up, dimana sg water masih lebih tinggi dari operatingnya, maka level akan tampak lebih tinggi dari yang sebenarnya (terjadi deviasi antara LI (dari DP transmitter) dengan LG).

Untuk menghindari hal ini biasanya dimainkan lewat DCS (untuk yokogawa anda blok function var). nah yang sebenarnya masih membingungkan saya, manakah yang lebih dominan mempengaruhi sg tadi apakah pressure atau temperature??? jika temperature lebih dominant berarti kompensasi dilakukan sebagai fungsi temperature, kalau pressure lebih dominan, maka pressure yang dipakai sebagai acuan, demikian juga jika keduanya sama2 berpengaruh besar maka keduanya dipakai sebagai acuan.

Pencerahan dari Pak Indra sebenarnya sudah cukup menjawab pertanyaan saya, karena memang jika temperature yang dominan terhadap perubahan sg (dari penjelasan bahwa water adalah incompressible), maka kompensasi yang dilakukan adalah sebagai fungsi dari temperature….bukan demikan Pak Indra????

Demikian dari saya Pak, mohon dikoreksi jika ada kesalahan.

Tanggapan 4 – Djohan

Salah satu kelemahan menggunakan DP untuk ngukur level ya itu adanya perbedaan SG didalam dan diluar vessel (bridle atau instrument leg).
Apalagi dengan temperatur tinggi, yang diluar drum akan mudah lebih turun dibanding yang didalam. Belum lagi formula kompensasi?
Kalau mau pakai temperature compensation, mau pakai temperature yang dimana? kalau pakai yang didalam drum kan tidak sama dengan yang di dekat level transmitter (apalagi waktu start up)?

Kenapa gak pakai liquid sealed aja, agar gak ada process fluid yang
diluar drum dan perbedaan SG gak jadi masalah, jadi gak perlu kompensasi?

Tanggapan 5 – Waskita Indrasutanta

Untuk aplikasi steam level dengan DP, jelas kita harus menggunakan wet leg (sisi low dan high penuh terisi air), dan kedua sisi harus dijaga terisi penuh air sebagai liquid seal. Perhatikan juga bahwa kalibrasi harus dilakukan pada kondisi liquid seal terisi penuh.

Meskipun menggunakan liquid seal yang lain, kompensasi terhadap temperature harus tetap dilakukan mengingat SG atau Density air didalam boiler yang berubah karena pengaruh temperature.

Tanggapan 6 – Waskita Indrasutanta

Pak Budi betul. Yang ditanyakan adalah Boiler Drum LEVEL Transmitter.

Tanggapan 7 – edward Arnold

Pak Budhi dan rekan2

Kalau masalahnya hanya pengukuran Level Air di Boiler drum, menurut saya kompensasi temperature tidak terlalu diperlukan. Apa lagi kompensasi presure, tidak berhubungan dengan SG. Pengukuran dengan menggunakan DP Transmitter, tentu memperhitungkan SG dari Media yang diukur. Umumnya yang saya tahu, pengukuran Level boiler drum menggunakan Level Displacer atau DP transmitter. Untuk penggunaan DP Tranmitter, menggunakan Wet Leg. Media dari refference Leg-nya adalah kondensat atau Boiler Water itu sendiri yang temperaturnya sudah cukup rendah (pada hook up transmitter). Dan untuk perhitungan Span (HRV-LRV), tentu memperhitungkan SG dari air yang ada pada Boiler Drum. Sekarang pertanyaannya, seberapa jauh (tinggi) jarak Tapping Point LRV ke Tapping Point HRV. Kalau ditempat saya, walaupun diameter dari Boiler Drum lebih dari 1 mtr, jarak Tapping untuk High dan Low hanya 50 cm atau 500mm.

Nah.., kalau SG Air pada kondisi Normal operasi 120 deg Cel, itu SG nya kira2 0,98. atau spannya 490mmH2O. Kalaupun ada perubahan temperatur pada saat normal operasi, saya yakin itu tidak terlalu signifikan. Untuk temperature dari 120 ke 160degcel, SG nya hanya turun 0,05, atau koreksi span atau indikasi pengukurannya hanya 5%. itupun saya tidak yakin jika temperature water di boiler drum anda berfluktuasi seperti itu.

Terus kalo untuk saat start up bagai mana..?. Water untuk boiler drum adalah HBW (Hot Boiler Water). Temperaturenya juga sudah lumayan tinggi. Tapi.. yang namanya start up boiler, saya yakin operator boiler anda tidak akan berlama-lama menahan temperature pada temp HBW. Tentu setelah burner dihidupkan, akan segera menuju tempereratur normal operasi.
Dan kalau burner belum hidup…, apa perlu pengukuran level yang sangat akurat hingga harus menggunakan kompensasi temperatur. Ada level Glass kan..??
Tentu dasar dari saran saya di atas melihat 2 hal pertimbangan dibanding kegunaannya.
Pertama, penambahan temperature kompensator tentu memerlukan Thermocouple, kabel thermocouple & Access., Thermocouple Input Modul atau Temp.Transmitter. Kedua, saya tidak tahu persis bagaimana rumus perhitungan dari temp. compensator yang anda gunakan. Jika input/nilai temperatur merupakan faktor pengali dari perhitungan tersebut…, hati2 pak budhi.., begitu thermocouple anda putus, maka pengukuran Level anda akan error atau mungkin menunjuk angka nol. Dampaknya tentu berbahaya, karena terganggunya system Level Control Boiler Drum..

Mohon koreksi jika ada kesalahan.

Share This