FW Pump itu harus in compliance atau me-refer pada NFPA 20, tetapi yang perlu diluruskan adalah UL/FM (Approved) itu lembaga yg me-verifikasi bahwa FW Pump tsb memang memenuhi NFPA 20 requirement dan UL/FM adalah sebagai Certification Body. Pembahasan mmg akan sulit jika tdk melihat langsung Equipment Layout dan juga Hazardous Area Classification Layout di Deck dimana FW pump berada.

Tanggapan 1 – Bently Nurpatriawira

Dear Rekan2,

Saya punya masalah dengan fire water pump yang akan dipasang di offshore platform. setelah diskusi lama akhirnya diputuskan memasang acoustic canopy untuk diesel engine agar noise nya bisa max. 85dBA type engine adalah UL/ FM caterpillar standard 3406DIT dan engine cooling menggunakan cooling water yg diambil dr discharge head pump.

Saya asumsi during operating there will be a heat generated inside the canopy then i assume an exhaust fan need to install to remove the heat. masalah nya adalah dari mana saya akan take power supply untuk fan motor nya karena during emergence condition there will be no pwer available in the platform.

Apakah saya bisa take power from engine alternator? apakah akan void UL listing nya? jika ada yg punya pengalaman serupa please di share.

Tanggapan 2 – artha

Pak Bently,

Untuk filosofinya saat blackout emergency pump atau fan bisa dengan dc motor. Ini yang biasa digunakan saya kira.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – KangBonoâ„¢

Apa kabar, Bent?

Perlu dipastikan dulu apakah kriteria umum 85 dBA itu valid jg utk FW pump. Bukankah pada saat dia beroperasi, i.e. ada kebakaran, adalah saat abnormal condition di mana tdk ada personel sdg beraktivitas etc? Kalaupun concern-nya saat regular testing, saya pikir kriteria ini masih bisa didiskusikan.

Saya kok malah merasa pemasangan tetek bengek ini tidak terlalu bermanfaat utk meningkatkan keselamatan personel & aset saat tjd kebakaran… Mohon koreksi rekan2 lain.

Tanggapan 4 – Bently Nurpatriawira

Kang Bondan,

Sebenernya itu sdh melalui bbrp tahap sampai akhirnya diputuskan adanya acoustic canopy. Terus terang sy pernah pasang fw pump tp yg tidak ada canopy nya makanya skrg sy rada bingung he3. Jika saya take power exhaust fan nya dr engine alternator akan void UL listing nya? Sy kepikiran untuk membuang fan nya dan nambah opening di canopy nya tp actual noise yg ditimbulkan br bisa diketahui saat string test, dan kalau lebih dari 85 percuma dong pakai canopy tul gak? He3.

Tanggapan 5 – tirta yadi

Dear rekan2,

Sebelumnya saya minta maaf karna saya sebenarnya tidak mengerti pembahasan ini. Saya mau nimbrung dari sisi healthnya aja. Tapi sekedar mengingatkan kalau standard 85 dBA tu adalah Threshold Limid Value (Ambang batas) untuk 8 jam kerja atau biasa dikenal dengan TWA, artinya misalnya ada engine yang lebih dari 85 dBA tetap diperbolehkan asalkan memenuhi standar waktu pajanan misalnya 85 dBA untuk 8 jam, 88 dBA untuk 4 jam, 91 dBA untuk 2 jam, dst. Batas paling forbidden tu 140 dBA (Tidak boleh didengar walaupun sebentar)!! Klo diatas 85 dBA dikit c sediakan aja ear plug or earmuff + hitung noise dose untuk operatornya. Saya setuju untuk mereview apakah engine tersebut harus bener2 dibawah 85 dBA, tapi misalnya engine tersebut memiliki tingkat kebisingan < 85dBA tu bagus banget atau dimodifikasi lingkungannya supaya tingkat kebisingan yang dihasilkan dari pengoperasian tersebut kurang dari 85 dBA. mohon maaf jika saran atau sharing saya ini tidak menjawab masalah malah membuat masalah baru. He2 :p

Tanggapan 6 – moh.kadafi

Sepakat pak tirta dibawah ini,

Setau saya diesel pump (yg reciproc) akan sulit mencapai noise di bawah 85db, oleh sebab itu biasanya ditoleransi dg area wajib earplug/muffler buat personnel, lagian jg tdk continues running. utk UL listing setahu saya diacu utk standar pressure switchnya. Cmiiw.

Tanggapan 7 – artha

Betul di TEPI malah ada di beberapa platform2 lama yang tidak pakai enclosure, kalau tidak salah ya :).

Tanggapan 8 – Akh. Munawir

Pak Bently,

Kok ga pakai kisi-kisi ventilasi (sirip-sirip) di dinding enclosure-nya aja sebagai Natural Ventilation utk menurukan temperature.

Blm close jg yach si gajah bengkak :).

Tanggapan 9 – Bently Nurpatriawira

Pak Munawir,

Kisi sudah dipakai, tp masalah nya seberapa banyak kisi2 yg hrs di buat jangan2 nanti noise nya malah lebih dari 85 dBa. Sampai skrg blm close krn keterbatasan info dr supplier nya. Apakah ada cara perhitungan noise shg dengan bukaan tertentu approx noise nya bs dihitung?

Tanggapan 10 – m4nunk manunggal.sukendro@kbr

Pak Bently,

Bagaimana dengan usulan Pak Irfan untuk mendeviate saja noise levelnya, mengingat FW Pump ini tidak continous operasinya,is it okay? berapa aktual Noise level saat ini?

Tanggapan 11 – Akh. Munawir

Pak Bent,

Memang akan sangat bagus untuk menekan Noise Level serendah mungkin dan menjaga temperature di dalam enclosure tetep adem.

Ide saya untuk menyikapi problem Noise Level ini adalah kembali ke Emergency Response philosophy di Platform tsb,
In case of fire, FW Pump running dan personel on board escape dan berkumpul di Temporary Refuge/Muster Point (CMIIW).

Untuk itu perlu dipertimbangkan testing noise level nya dgn jarak brp dari equipment ? apakah 1 meter dr equipment, apakah diukur dari escape route terdekat dr equipment ataukah diukur dari Temporary Refuge (TR) or Muster Point (MR).
Noise level akan turun karena jarak dan banyaknya obstructions sbg penghambat rambatan gelombang suaranya.

85 dB itu bukankah limit maks. ‘yang diijinkan’ utk diterima manusia, oleh karenanya lebih bijak mengukur noise level dr equipment ke ‘estimated’ distace yg possible orang akan terpapar.
Lagi pula saat Normal operation FW Pump tdk running kecuali sekali2 waktu pengetesan dan personnel on board masih bisa diproteksi dengan Operational/Maintenance Safety Procedure dan juga PPE.

Tetapi ga tau ya, apa bude-nya Safety di situ mau terima ide ini :).

Tanggapan 12 – Irfan Rahmanindra

Pak Bently,

Bukannya kalo pake enclosure akan jadi semakin kompleks, gas detectors hrs disediakan didlm enclosure karena ada kemungkinan gas akan masuk ke enclosure (walaupun FW pump ditempatkan di safe area) ,kisi2 juga harus pake actuator (pneumatik atau elektrik) yg berguna kalo ada gas disekitar tdk akan masuk ke dalam enclosure , ESD signal akan menutup kisi2 secara automatik.Control panel juga hrs di purge system.
Setahu saya FW pump harus compliance dgn NFPA 20 bukan UL,
Deviasi aja noisenya kan tdk selalu in-operation.

Tanggapan 13 – Akh. Munawir

Mas Irfan,

Anda tidak salah bahwa FW Pump itu harus in compliance atau me-refer pada NFPA 20, tetapi yang perlu diluruskan adalah UL/FM (Approved) itu lembaga yg me-verifikasi bahwa FW Pump tsb mmg memenuhi NFPA 20 requirement dan UL/FM adalah sbg Certification Body.

Pembahasan mmg akan sulit jika tdk melihat langsung Equipment Layout dan juga Hazardous Area Classification Layout di Deck dimana FW pump berada.
Kebetulan saya ikutan bekerja dgn Pak Bently di Project ini sebelum hijrah ke perusahaan yg sekarang, yg perlu diketahui FW pump terletak di Unclassified Hazardous Area yang mana antara FW Pump dan Process Area ada Mechanical Protection yaitu Fire/Blast Wall (solid wall) sbg Segregation.

Untuk itu dalam case ini, penambahan gas detector di inlet ventilation dan control system utk menutup atau membuka damper dari enclosure saya kira akan over specification, atau kata orang bule ‘it will be nice to have, but not required to have’.

Tanggapan 14 – Irfan Rahmanindra

Mas Munawir,

Apakah UL/FM approved/certified per NFPA 20 itu hanya untuk enginenya saja atau termasuk whole package termasuk pump, controller, instrument+electrical devices, etc.
Penempatan FW pump memang selalu di safe area sama seperti juga air compresor, HVAC, tapi biasanya walaupun ditempatkan di safe area , dibalik fire wall, di atas dan dibawahnya pakai solid plate deck, selama di lokasi outdoor deck area, minimum requirement adalah Class 1 div 2.

Menurut saya selama di open deck kemungkinan gas present akan tetap ada pada keadaan tidak normal, safe area sejatinya hanya ada di MCC/control room yang mempunyai air lock dan pressurize controller.
Kalau gas present maka didalam FW enclosure akan jadi Class 1 Div 1, menurut saya bukan karena nice to have it tapi semata mata safety ,apalagi kisi2 utk heat exchanger cooled akan lebih besar dari radiator type.

Tanggapan 15 – Akh. Munawir

Pak Irfan,

Untuk menjawab pertanyaan anda, maka jawabannya adalah harus melihat lembar sertifikatnya. Apa saja scope yg tertulis di dlmnya.dan untuk tau sejauh itu package engineernya lah yang punya access ke-datanya.

Sangat mudah pekerjaan seorang (Process) Safety Engineer, untuk mengatakan semua harus aman maka semua open area terkategori min. Class 1 Div. 2. tanpa melakukan Risk Analysis yang komprehensive dan dalam Presentasinya tidak mendapatkan ‘CHALLANGE’ yang serius dari Finance & Management karena semua punya Cost Impact.

Perlu atau tidak proteksi spt yang anda usulkan itu ada hitung2an LOPA nya,
POTENTIAL HAZARD vs LOPA < RISK TARGET.

Mohon bantu saya memahami keterangan anda di email sebelumnya, bahwa kondisi FW Pump yang ter-isolasi dari Process Area dengan Solid Plate Deck + Solid Fire/Blast Wall + (Tentunya dalam HAZID Study ada Penentuan lokasi Equipment berdasarkan Prevailing Wind), itu masih membuat anda men-justifikasi bahwa area FW Pump tsb masih terkategorikan Hazardous Area Class 1 Div. 2 hanya karena di Open Area ???