Kalau untuk menjawab apakah bisa corrosion allowance di reduksi dari 0mm jadi 2mm, diperlukan analysis lebih lanjut yang detail. Product omposisi dari hydrocarbon tersebut haruslah ada, seperti data H2S, O2, water. Data lain seperti design pressure & temperature juga diperlukan. Tapi kalau setelah dihitung memang corrosion allowance-nya 10mm, dan kita memang mau menguranginya, maka Injeksi dengan corrosion inhibitor selama masa produksi secara berkala bisa dilakukan. ini mahal harganya, tapi kalau umur pipanya pendek, maka corrosion inhibitor ini suatu option yang efektif. Seberapa banyaknya? Detailed analysis harus dilakukan.

Tanya – Rudy

Pak Braskoro melanjutkan komentar Bpk soal pipa LSAW /HSAW sangat menarik bagi kita kita sebagai praktisi manufaktur dan kontraktor , mohon pencerahan lagi dalam mendesign ketebalan pipa akibat korosi , corrosion allowance :

Data : Didesign oleh salah satu oil company yang beroperasi di KalTim , ketebalan pipa dimana didalam dokumen disebutkan diperlukan ketebalan untuk corrosion allowanve 10 mm sehingga ketebalan akhirnya pipa menjadi 12.7 mm + 10 mm , diambil 25.4 mm , pipa didesign pakai API5LX65 grade ( 448 MPa) …. Fluida yang mengalir adalah : Gas – Condensate – Water , Sour Service ; Pressure max 96.7 barg at inlet ; Offshore Pipeline size 26′ jenis LSAW ….. lokasi di perairan Kalimantan Timur .

Karena fluida jenis Sour Service maka apabila dipakai material baja dari jenis yang juga tahan terhadap korosi (khusus) dengan proses pembuatan pipa as per NACE MR 01-75 …. apakah mungkin ketebalan akibat korosi yang diperlukan dapat didireduksi tidak 10 mm lagi ?? apakah cara tsb mencukupi agar corrosion allowance hanya 2 mm saja…. selain pakai clad pipe.

Mohon pencerahan .

Tanggapan 1 – braskoro

Pak Rudi dari SEAPI,

Saya tambahkan judulnya (Pipeline & Corrosion), agar rekan2 dibidang orrosion juga ikut andil.

Kalau untuk menjawab apakah bisa corrosion allowance di reduksi dari 0mm jadi 2mm, diperlukan analysis lebih lanjut yang detail. Product komposisi dari hydrocarbon tersebut haruslah ada, seperti data H2S, O2, water. Data lain seperti design pressure & temperature juga diperlukan.

Tapi kalau setelah dihitung memang corrosion allowance-nya 10mm, dan itu memang mau menguranginya, maka Injeksi dengan corrosion inhibitor selama masa produksi secara berkala bisa dilakukan. ini mahal harganya, tapi kalau umur pipanya pendek, maka corrosion inhibitor ini suatu option yang efektif. Seberapa banyaknya? Detailed analysis harus dilakukan.

Untuk bagian2 pipeline yang diperkirakan corrosion inhibitor tidak bisa bekerja secara effektif, seperti diarea sekitar flange, etc, maka angkah protektif perlu dilakukan, seperti inserting atau welding verlay dengan CRA (corrosion resistant allow) pipe.

Semoga menjawab pertanyaan anda, Rekan2 dari bidang korosi saya rasa isa menjawab lebih baik dari saya.

Tanggapan 2 – Soendoro, Iwandana

Hanya menambahkan saja

Kejadian ini belum lama saya alami juga mengenai corrosion allowance memang pada prinsipnya besarnya corrosion allowance (CA) ini di drive leh fluida yang dibawanya dan tidak berubungan dengan hoop stress dll ang Mas Baskoro sudah bahas.

Penentuan berapa besar CA dianalisa biasanya oleh orang prosess atau orrosion engineer. Besarnya CA adalah berupa ‘extra’ ketebalan yang kan habis pada masanya sehingga pipeline engineer dalam mendesignnya tidak terlalu merisaukan yang pasti jangan sampai CA nya kurang ipanyanya bolong – bolong karena korosi.

Untuk masalah bahan kita menyerahkan ke metallurgy untuk menganalisa ebih jauh mana bahan yang tepat. Pada project sebelumnya source kita ukup korosi sehingga kalau hanya penambahan tebal saja tidak ekonomis ehingga di perlukan CRA memang lebih mahal bisa di bilang 1:7 per inepipe .

Yang pada akhirnya pipa untuk oil and gas baik itu offshore/onshore engacu pada API 5L. dan apabila ditemukan suatu komposisi bahan yang ebih baik terhadap korosi dan telah dibuktikan API 5L dapat di update.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: