Tujuan dari penempatan BDV (fail open AV) diantara dua SDV (fail close AV) adalah untuk mengosongkan ruang dalam burner dari flammable gas ketika shutdown dan membuangnya ke lokasi yang lebih rendah tekanannya dan aman. Kenapa ada dua design yang berbeda, belum tentu karena ‘dua shareholder yang berbeda (Exxon vs Total)’, tetapi kemungkinan karena kondisinya yang berbeda. Tinggal sampeyan yang perlu menelitinya lebih lanjut apakah dua2nya acceptable apa ndak. Sekilas yang di blowdown ke LP flare nampak lebih aman, pertanyaannya berapakah back pressure dari LP flare header? dapatkah ruang dalam burner dikosongkan dengan back pressure yang ada di LP flare header? Yang di blowdown ke atmosphere tentu lebih bagus dalam hal pembuangan flammable gas dari ruang dalam burner, pertanyaannya bagaimana dengan effect gas yang diblowdown terhadap tempat dischargenya? apakah tidak mengakibatkan hazardous area classificationnya jadi naik dan jika memang naik apakah equipment yang ada disekitarnya masih memenuhi syarat? Kalau sampeyan process engineer, yaa inilah salah satu kerjaannya. Jika bukan tinggal consult dengannya.

Tanya – Wahyu Hidayat

Akibat dua shareholder yang berbeda (Exxon vs Total), kami punya dua design yang berbeda di dua train yang berlainan untuk equipment yang sama. Di fuel gas line yang men-supply burner ada dua fail-close SDV dengan satu fail-open SDV di antara dua fail-close SDV ini. Satu design mem-vent gas dari fail-open SDV ke atmosphere dan yang satu mengarahkannya ke LP Flare.

Adakah rekan-rekan yang pernah terlibat dalam desain burner/fuel gas system semacam ini? Adakah standard yang bisa di-refer yang meng-guide arrangement yang sebaiknya?

Tanggapan 1 – Djohan

Mas Wahyu,

Tujuan dari penempatan BDV (fail open AV) diantara dua SDV (fail close AV) adalah untuk mengosongkan ruang dalam burner dari flammable gas ketika shutdown dan membuangnya ke lokasi yang lebih rendah tekanannya dan aman.
Kenapa ada dua design yang berbeda, belum tentu karena ‘dua shareholder yang berbeda (Exxon vs Total)’, tetapi kemungkinan karena kondisinya yang berbeda. Tinggal sampeyan yang perlu menelitinya lebih lanjut apakah dua2nya acceptable apa ndak.
Sekilas yang di blowdown ke LP flare nampak lebih aman, pertanyaannya berapakah back pressure dari LP flare header? dapatkah ruang dalam burner dikosongkan dengan back pressure yang ada di LP flare header?

Yang di blowdown ke atmosphere tentu lebih bagus dalam hal pembuangan flammable gas dari ruang dalam burner, pertanyaannya bagaimana dengan effect gas yang diblowdown terhadap tempat dischargenya? apakah tidak mengakibatkan hazardous area classificationnya jadi naik dan jika memang naik apakah equipment yang ada disekitarnya masih memenuhi syarat?

Kalau sampeyan process engineer, yaa inilah salah satu kerjaannya. Jika bukan tinggal consult dengannya.

smoga bermanfaat

Tanggapan 2 – Simeon S. Ginting

Mas Wahyu,

Sependapat dengan Pak Djohan, saya tidak melihat perbedaan kedua system tersebut karena sama2 direlease ke atmosfer. Pertanyaannya hanya apakah acceptable di tempat Mas gas di release tanpa dibakar (vent).

Tanggapan 3 – Ashari ashari.yogbal

Pak Wahyu,

Mungkin NFPA 85 ‘Boiler and Combustion Systems Hazard Code’ bisa sedikit membantu.

Tanggapan 4 – moh.kadafi

dear mas wahyu,

kalo fail closed memang biasanya disebut SDV (mengisolate line), kalo fail open biasanya disebut BDV, Blowdown valve ( biasanya untuk mende-pressurize line atau mengosongkan line) biasanya yg ini memang larinya ke flare, karena yg di flare dalam jumlah besar, ada lagi PSV (ada yg lari ke flare ada yg ke atmosfer).

khusus utk burner (misalnya TOx) atau GTG, beberapa vendor mendesain venting line di fuel gas mereka yg di vent ke atmosfer, namun ini prinsipnya bukan FC or FO, melainkan sbg rangkaian logic start burner/GTG, utk memverifikasi tdk ada leak di fuel line tsb, maupun sbg purging line, yg di venting jg dlm jumlah yg sangat kecil dan tdk continues, biasanya di dwg atau spec tercantum vent to safe location, yg biasanya dilapangan dilakukan dg meninggikan venting exhaust utk mengurangi hazzard. apa ini yg dimaksud ? cmiiw

Tanggapan 5 – Simeon S. Ginting

Mas Wahyu,

Sependapat dengan Pak Djohan, saya tidak melihat perbedaan kedua system tersebut karena sama2 direlease ke atmosfer. Pertanyaannya hanya apakah acceptable di tempat Mas gas di release tanpa dibakar (vent).

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: