Metering skid digunakan untuk mengukur volume, kualitas, komposisi, dan ‘calorific value’ dari oil & gas. Fiscal measurement dan custody transfer adalah istilah yang digunakan dalam ‘measurement system’ dengan tujuan yg berbeda. Fiscal measurement digunakan untuk menentukan ‘pajak produksi’ (yg harus dibayarkan perusahaan) berdasarkan apa yang tertera pada flowmeter. Sedangkan custody transfer digunakan dalam transaksi bisnis.

Tanya – Ade Fajar

Rekan-rekan yth.,

Saya sedang mempelajadi produk untuk metering skid, mohon pencerahan dari rekan-rekan untuk hal-hal berikut:

1. Apa itu metering system, fiscal metering/measurement, dan custody transfer?

2. Kenapa pada metering skid, setelah dari input selalu pipanya bercabang secara paralel dan bertemu kembali pada output?

3. Kenapa pada P&ID terdapat beberapa length pipe yang diindikasikan dengn ‘xD’, mis. 2D, 5D, dst

Terima kasih atas bantuan rekan2 sekalian.

Tanggapan 1 – Ferry Triyana

Pak,

berbicara mengenai metering system utk oil & gas:

1> Metering skid digunakan untuk mengukur volume, kualitas, komposisi, dan ‘calorific value’ dari oil & gas. Fiscal measurement dan custody transfer adalah istilah yang digunakan dalam ‘measurement system’ dengan tujuan yg berbeda. Fiscal measurement digunakan untuk menentukan ‘pajak produksi’ (yg harus dibayarkan perusahaan) berdasarkan apa yang tertera pada flowmeter. Sedangkan custody transfer digunakan dalam transaksi bisnis.

2> Installing multiple meters in parallel on a metering skid is a common installation method to handle high flow rates, and one of the benefits of this type of installation is that the total uncertainty of measurement decreases with multiple meters.

3> Panjang dari pipa, misalnya 5D maksudnya 5 kali Diameter Pipa. Ini adalah rule of thumb utk menentukan ‘minimum upstream length.’

Mohon koreksi / tambahannya dari rekan2 yang lain.

Tanggapan 2 – Ferry Triyana

Setelah saya baca ulang, saya jadi bingung sendiri dengan penjelasan saya, terutama item no.3.

Jadi saya coba jelaskan ulang. Biasanya untuk flowmeter, ada rule of thumb yg harus diikuti dalam penentuan ‘minimum straight pipe’ pada upstream dan downsteram-nya. Ini dimaksudkan agar didapat karakteristik aliran yang sesuai demi keakurasian pengukuran. Misalnya 5D, yang artinya minimum straight pipe adalah sepanjang 5 kali diameter pipa.

Mudah2an kali ini cukup jelas.

Tanggapan 3 – Nugroho Wibisono

Dear all,

Mohon maaf, komentar saya tidak bisa secara menyeluruh karena sudah week end dan ada janji mau nonton pentas pantomim prancis di gedung kesenian jakarta malam ini. langsung saja:

2. Ada isu mengenai capability dari metering system dan maintainability disini.

a. isu capability

Satu metering stream hanya mampu mengukur flowrate dalam range tertentu, sehingga ketika flowrate yang dialirkan melalui 1 metering stream lebih besar daripada kemampuan flowmeter tentu saja akan terjadi pengukuran yang out of range, ini bisa menimbulkan dispute antara seller dan buyer. Salah satu jalan adalah menginstalasi metering stream lain (dgn spesifikasi dan konfigurasi sama) supaya flowrate yang lebih besar masih dapat ter-cover. Melihat day-to-day operation-nya, biasanya banyaknya metering system ini dioperasikan menurut besarnya flowrate yang dialirkan. Kalau terdapat 3 metering stream, maka: 1 stream dioperasikan dalam keadaan flowrate minimum (2 metering stream standby) , 2 stream dioperasikan dalam keadaan flowrate normal (1 metering stream standby), 3 stream dioperasikan dalam keadaan flowrate maksimum (tidak ada metering stream yg standby).

b. isu maintainability

Satu metering stream secara reguler dilakukan kalibrasi untuk instrumen2nya (pressure transmitter, differential pressure transmitter dan temperature transmitter) dan inspeksi orifice plate untuk mengetahui kondisi ‘kesehatan’ dari masing-masing yang diperiksa. Aktivitas ini memerlukan metering stream tersebut untuk tidak dioperasikan, sehingga jika diperlukan untuk tetap mengalirkan flow, maka pilihan lainnya adalah mengaktifkan metering stream yang lain dan menghentikan aliran pada metering stream yang instrumennya hendak dikalibrasi.

Masalah uncertainty, sebenarnya lebih pas jika dikaitkan dengan keterbatasan metering system itu sendiri. Kontributor terbesar untuk masalah uncertainty ini adalah toleransi dari konstruksi komponen meter, toleransi dari empirical coefficient discharge, serta variasi sifat-sifat fisik dari fluida tersebut.

3. Lebih tepatnya ‘5D datangnya dari standar mengenai pengukuran fluida’, bisa anda dapatkan dari AGA#3 atau API MPMS 14. Hal ini diperlukan supaya karakteristik aliran fluida sesuai dengan syarat yang ditetapkan standar, dimana syarat ini harus dipenuhi supaya rumus-rumus perhitungan aliran fluida distandar tsb dapat diterapkan disana .

Semoga tidak salah, sori nulisnya buru-buru, sudah sore nih dan ditelpon temen-temen buat janjian. Mohon koreksi dari rekan-rekan yang lebih mengetahui dari saya.
Terima kasih.