Edison SPA Italia, Botas milik Turki dan Depa SA Yunani menandatangani MoU untuk mengangkut gas alam dari wilayah Caspian Sea ke Italia melalui Turki dan Adriatic, mengurangi ketergantungan Eropa kepada Rusia sebagai supplier gas utama.

Penulis : Eric Watkins

Edison SPA Italia, Botas milik Turki dan Depa SA Yunani menandatangani MoU untuk mengangkut gas alam dari wilayah Caspian Sea ke Italia melalui Turki dan Adriatic, mengurangi ketergantungan Eropa kepada Rusia sebagai supplier gas utama.

MoU menetapkan syarat dan kondisi umum untuk transit gas untuk Interconnection Turkey-Greece-Italy (ITGI) Project melalui Turki. Perjanjian termasuk pemakaian kapasitas Botas yang ada sampai perbatasan Yunani untuk gas yang diminta oleh jalur ITGI.

“Perjanjian hari ini adalah big step forward untuk ITGI karena ITGI menyelesaikan framework untuk pengangkutan di Turki dan memungkinkan kami untuk mempercepat finalisasi kontrak gas dengan Azerbaijan,” kata Edison Executive Vice-Pres. Roberto Poli.

Jalur ITGI 804 km, akan memasuki service pada tahun 2015, terdiri atas tiga bagian : jaringan gas Turki, yang akan di upgrade agar memungkinkan transit ke Yunani dan Italia; Interconnection Turkey-Greece (ITG), a 36-in. line yang selesai pada tahun 2007; dan 800-km Interconnection Greece-Italy (IGI) line, yang belum akan dibangun, yang mana akan memiliki kapasitas transport 8 milyar cu m/tahun.

ITGI line mempertimbangkan integral part dari rencana Eropa untuk memotong tergantung pada gas Rusia, yang bertujuan menghubungkan lahan gas Shah Deniz, Azerbaijan ke Italia melalui Turki dan Adriatic. Sistem ITGI adalah bagian dari Southern Corridor, yang termasuk juga beberapa project lainnya yang dituju di bypassing Russia: Nabucco pipeline, Trans Adriatic Pipeline (TAP), dan White Stream pipeline.

Sebagian besar persetujuan ITGI baru-baru ini mengikuti perjanjian yang ditandatangani awal bulan ini oleh Turki dan Azerbaijan yang dikatakan analis terbuka jalan untuk ekspor gas Central Asia pertama ke Eropa.

Dalam sebuah key development berdasarkan perjanjian, Turki akan memiliki hak untuk mengekspor gas kembali dari tahap produksi kedua dari lahan Shah Deniz di offshore Azerbaijan di Caspian Sea.

Sumber: www.ogj.com