Salah satu peran dari seorang SHE (Safety, Health, Environment) Engineer adalah memastikan bahwa pertimbangan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan diperhatikan dalam setiap fase perjalanan sebuah industri. Fasefase itu bisa saja terdiri atas fase business scoping, perencanaan konseptual, perencanaan definitif, preliminary design, detailed design, konstruksi, commissioning dan startup, operasi, maintenance, maupun modifikasi.

Oleh : Wahyu Hidayat

National University of Singapore

January 2004

Salah satu peran dari seorang SHE (Safety, Health, Environment) Engineer adalah
memastikan bahwa pertimbangan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan diperhatikan dalam setiap fase perjalanan sebuah industri. Fasefase itu bisa saja terdiri atas fase business scoping, perencanaan konseptual, perencanaan definitif, preliminary design, detailed design, konstruksi, commissioning dan startup, operasi, maintenance, maupun modifikasi.

Pelaksanaan process hazard analysis, prestartup safety review, environmental impact
assessment adalah contoh di mana pertimbangan keselamatan dan lingkungan diperhatikan. Lalu bagaimana dengan pertimbangan kesehatan? Apa saja yang harus diperhatikan? Bagaimana cara melakukannya?

Paper singkat ini menjelaskan gambaran umum cara melakukan review desain dari sudut pandang pengaruhnya terhadap kesehatan karyawan (dan masyarakat sekitar). Desain dari chemical process industries dijadikan acuan di
sini. Pengenalan terhadap industrial hygiene diberikan sebagai pengantar.Paper ini adalah
bentuk ringkas dari referensi-referensi yang ada. Sangat dianjurkan untuk menelusuri
literatur yang ada untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh.

Industrial Hygiene Engineering

Meski ada beberapa perbedaan, istilah Occupational Health dan Industrial Hygiene
seringkali dipakai saling menggantikan untuk menjelaskan elemen Health dalam SHE.

Dalam paper ini istilah Industrial Hygiene akan digunakan. The American Industrial Hygiene Association (AIHA) mendefinisikan Industrial Hygiene sebagai “the science and art devoted to the recognition, evaluation, and control of those environmental factors or stresses, arising in or from the workplace, which may cause sickness, impaired health, well-being or discomfort among workers or the community”.Definisi ini dapat divisualisasikan oleh sebuah model untuk membantu dalam proses pengendalian, melalui engineering, faktor-faktor lingkungan atau bahaya, yang mungkin dapat menyebabkan masalah kesehatan kepada karyawan.

Model yang dimaksud adalah:

Potential risk to health = potency of
occupational hazards and magnitude of
exposure to hazards

Bahaya-bahaya di tempat kerja biasanya terbagi
menjadi empat: bahaya kimia, bahaya fisik,
bahaya biologis, dan bahaya faktor manusia
(human factors). Bahaya kimia adalah bahan
mentah, produk antara, produk akhir, limbah dan
bahan kimia pembantu yang digunakan di dalam
proses. Bahaya fisik adalah segala bentuk energi
yang diserap oleh tubuh, seperti kebisingan
(noise), panas, vibrasi, dan radiasi. Bahaya
biologis adalah bentuk-bentuk lain dari
kehidupan yang dapat menyebabkan penyakit,
seperti virus, bakteri, jamur, tanaman, dan
hewan. Bahaya faktor manusia terdiri atas
physical stresses (yang disebabkan oleh kegiatan
fisik karyawan), physiological stresses (mencakup
pengaruh lingkungan kerja terhadap sistem
otomatis tubuh), dan psychological stresses
(meliputi pertimbangan bagaimana orang
berpikir, sehingga mengurangi error).

Potensi dari sebuah bahaya untuk menghasilkan
pengaruh merugikan (adverse effects) adalah nol
kecuali jika seorang karyawan terpapar bahaya.
Dalam (petro)chemical plant peralatan proses
umumnya melingkup bahaya. Namun demikian
ada banyak kesempatan untuk bahaya keluar ke
lingkungan, kemudian ditansportasikan ke
karyawan di mana bahaya masuk ke dalam tubuh
melalui rute masuk (route of entry) dan secara
potential menyebabkan pengaruh merugikan.

Selengkapnya :