Bangunan-bangunan di area proses (pabrik) tidak dapat dipungkiri mempunyai resiko terhadap bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh berbagai kejadian potensial yang tidak diinginkan yang disebab kondisi operasi, bahan-bahan yang terlibat, tata letak peralatan dan bangunan, rancangan bangunan dan sebagainya. Ini berarti bahwa penghuni bangunan atau orang-orang yang memanfaatkan bangunan-bangunan tersebut mempunyai resiko yang mungkin diakibatkan oleh berbagai macam kejadian diantaranya, bahaya kebakaran, ledakan, atau terlepasnya bahan-bahan berbahaya/beracun yang dapat membahayakan kesehatan atau keselamatan pemakai bangunan.

Oleh: Slamet Suryanto*

Bangunan-bangunan di area proses (pabrik) tidak dapat dipungkiri mempunyai resiko terhadap bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh berbagai kejadian potensial yang tidak diinginkan yang disebab kondisi operasi, bahan-bahan yang terlibat, tata letak peralatan dan bangunan, rancangan bangunan dan sebagainya. Ini berarti bahwa penghuni bangunan atau orang-orang yang memanfaatkan bangunan-bangunan tersebut mempunyai resiko yang mungkin diakibatkan oleh berbagai macam kejadian diantaranya, bahaya kebakaran, ledakan, atau terlepasnya bahan-bahan berbahaya/beracun yang dapat membahayakan kesehatan atau keselamatan pemakai bangunan.

Evaluasi resiko terhadap bangunan memerlukan kondisi yang sangat luas. Hal ini disebabkan selain kondisi proses dari suatu fasilitas dengan fasilitas lain sangat bervariasi dan juga adanya variasi dalam hal rancangan, konstruksi, lokasi, tingkat hunian maupun fungsi dari suatu bangunan di area proses. Beberapa gedung mungkin hanya mempunyai potensi resiko kecil terhadap penghuni dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Tetapi, kebalikannya beberapa gedung boleh jadi memerlukan upaya-upaya untuk menurunkan resiko.

Tujuan dari evaluasi penempatan bangunan pada fasilitas adalah untuk meyakinkan bahwa lokasi suatu bangunan adalah memadai terhadap bahaya-bahaya yang ada di sekelilingnya.

Kata-kata kunci: bangunan, analisa resiko, analisa resiko kuantitatif, tingkat hunian, kriteria resiko yang ditetapkan, BLEVE, ledakan awan uap(VCE), resiko individu, resiko maksimum individu dan resiko sosial.

Bahaya-Bahaya Terhadap Penghuni/Pemakai Bangunan di Area Proses

Area proses merupakan tempat yang berbahaya dimana berbagai macam bahan dengan karakteristik dan kondisi proses yang beragam dapat terlibat, diantaranya bahan yang dapat menyala dan terbakar (flammable dan combustible materials), bahan beracun, bahan mudah bereaksi dan sebagainya. Kondisi proses yang dapat menyebabkan bahaya diantaranya kondisi proses yang ekstrim, temperatur yang tinggi atau terlalu rendah (cryogenic), tekanan tinggi, volume yang besar, fase bahan yang multifase, dan sebagainya. Sifat dan kondisi yang telah disebutkan di atas dapat menyebabkan suatu insiden atau kecelakaan dari yang bersifat ringan sampai dengan yang berkategori bencana atau katastropik.

a. Bahan Dapat Menyala (Flammable Materials)

Bahan dapat menyala, jika menyala, dapat memberikan paparan panas kepada bangunan baik dari pool fire, jet fire, flash fire atau fireball (lihat definisi). Disamping itu, beberapa bahan tersebut dapat membentuk awan uap (vapor cloud) yang dapat bercampur dengan udara, dan jika terjadi penyalaan yang terlambat (delayed ignition) serta kondisi lapangan mendukung, maka akan dapat menyebabkan Ledakan Awan Uap (vapor cloud explosion, VCE). Bergantung kepada besarnya ledakan, dan lokasi serta konstruksi bangunan, ledakan dapat menyebabkan berbagai tingkatan resiko terhadap penghuni bangunan.

Selengkapnya :