Sebelum memulai segala sesuatunya harus setidaknya paham dulu asumsi-asumsi yang dipakai Caesar, ‘bahasa’ komunikasi seperti apa yang harus dipahami, dan urut-urutan pekerjaan stress analisis itu seperti apa. Juga sebelumnya sudah harus membatasi diri dengan jenis analisis apa yang akan dilakukan, dan sebelumnya harus paham dulu load cases apa yang akan dikerjakan. Agak tidak terlalu bermasalah kalau memiliki background/pengalaman piping design, karena setidaknya bisa paham dulu apa yang dibutuhkan dalam merancang sebuah sistem perpipaan, dari situ berangkat ke masalah engineeringnya. Tidak ada satu pun universitas di Indonesia yang mengajarkan prinsip2 sistem perpipaan, apalagi stress analisis. Lulusan Mechanical Engineer terbaik pun tidak punya pengetahuan yang cukup, karena stress analisis menganut ‘norma-norma’ yang umumnya lebih spesifik, meskipun intinya dalam jaman seperti ini adalah dilakukan dengan bantuan komputer (CAD/CAM).

Tanya – novil sarwani

Saya sudah membuat desain pada caesar II, setelah saya Run muncullah static output processor, disana ada load case analyzed yg isinya;

a) 1. (OPE)W+T1+F1

2. (SUS)W+P1+F1

3. (EXP)DS3=DS1-DS2

dan lain lain

b) terus pada kolom Report option; Displacements, restrain, Restrain Summary Global Elemen Force, Stresses, sorted Stress. Dll.

c) dan pada kolom General Computed results terdapat; Hanger Table, Hanger Table W/Tex, Input Echo, Miscellaneous data.

yang saya mau tanyakan apa maksud dan arti dari point a, lalu bagaimana membaca report setelah saya mengklik View report.

mohon penjelasanya, soalnya saya bener bener ga tau nih.

Tanggapan 1 – Arief Agung

Mas novil,

Setahu saya, Kondisi operasi, sustain dan expansion ini akan menentukan besarnya tegangan yang diizinkan berdasarkan material dan code (B31.8, B31.4, B31.3,) yang dipilih pada saat penginputan element. Disamping itu juga temperature yang dipilih akan pula mengubah nilai tegangan allowable ini. Caesar mempunyai database untuk itu dan akan memilihkannya untuk kita.

Load case ini adalah default dari Caesar, tapi pada umumnya kita ubah dan ganti sesuai dengan kebutuhan kita. Apabila kita menginputkan W+T1+F1 artinya kita menyuruh Caesar menghitung dengan memasukkan berat system, temperature pertama yang kita inputkan dan gaya pertama. Hasil dari load case ke 1 ini akan menghasilkan output berupa displacement, stress, gaya yang terjadi di setiap node dan element. Untuk nilai stress yang terjadi akan dibandingkan dengan allowable stress yang akan menghasilkan system sebagai fail or safe.

Kayaknya panjang nih ceritanya. Mungkin mas novil bisa baca dulu help nya Caesar.

Tanggapan 2 – Teddy (Jakarta) – Moderator KBK Piping

Mas Novil,

Wah, Semua pertanyaan bapak (dari postingan awal) intinya adalah bagaimana mengoperasikan Caesar, dan melakukan analisis (membaca report).
Agak sulit membantu dalam forum seperti ini karena keterbatasan waktu dan tempat kalau harus menjelaskan semua pertanyaan dasar seperti ini. Sebenarnya bapak bisa baca technical manualnya Caesar. Meskipun software yang bapak pake unofficial license, umumnya selalu tersedia user’s guide dan technical manual.

Sebelum memulai segala sesuatunya bapak harus setidaknya paham dulu asumsi-asumsi yang dipakai Caesar, ‘bahasa’ komunikasi seperti apa yang harus dipahami, dan urut-urutan pekerjaan stress analisis itu seperti apa. Bapak juga sebelumnya sudah harus membatasi diri dengan jenis analisis apa yang mau bapak lakukan, bapak sebelumnya harus paham dulu load cases apa yang mau bapak kerjakan.

Agak tidak terlalu bermasalah kalau bapak memiliki background/pengalaman piping design, karena setidaknya bisa paham dulu apa yang dibutuhkan dalam merancang sebuah sistem perpipaan, dari situ berangkat ke masalah engineeringnya. Tidak ada satu pun universitas di Indonesia yang mengajarkan prinsip2 sistem perpipaan, apalagi stress analisis. Lulusan Mechanical Engineer terbaik pun tidak punya pengetahuan yang cukup, karena stress analisis menganut ‘norma-norma’ yang umumnya lebih spesifik, meskipun intinya dalam jaman seperti ini adalah dilakukan dengan bantuan komputer (CAD/CAM)

Saya tidak terlalu paham betul topik skripsi apa yang bapak ambil. Terlepas dari stress analisis itu sulit, tapi jadi terlalu gampang kalo bapak memodelkan dan menganalisis sistem perpipaan yang ‘tidak bermasalah’.

Kalau lokasi bapak di jakarta, saya punya beberapa buku yang bisa saya share untuk bahan bacaan bapak, bapak bisa kopi kalau bapak mau. Saya juga bisa memberi penjelasan singkat mengenai pertanyaan bapak dibawah ini di depan caesar kalau bapak mau, gratis! (saya bersedia karena bapak lakukan ini untuk skripsi). Lewat postingan seperti ini bapak hanya akan dapat informasi sepotong-sepotong!

Menjawab pertanyaan pak novil di bawah ini:

1.Caesar selalu memberi rekomendasi load cases yang menurut Caesar aplikable dengan kondisi input yang sudah bapak masukkan. Tapi umumnya user merubah lagi karena biasanya user punya asumsi dan batasan-batasan lain yang ingin dianalisis. Tapi pada intinya (software apapun yang bapak pakai) untuk static analysis:

– bapak harus punya Operating cases, sustain cases, dan expansion cases. Untuk sebuah sistem yang umum operating cases biasanya mencakup berat pipa dan fluida (W), tekanan kerja (P), temperatur kerja (T), dan nozzle/anchor displacement due to thermal expansion (kalau ada) (D). Dalam Caesar ini ‘dibahasakan’ sebagai (OPE) W+P1+T1+D1. Perlu diingat bahwa Caesar memberi kemungkinan 9 cases pressure yang berbeda dan 9 casses temperature yang berbeda, tergantung kebutuhan user, tapi itulah maximum yang bisa diinput. Sedangkan sustained cases umumnya selalu: (SUS) W+P1. Sedangkan expansion cases pada prinsipnya adalah hasil pengurangan (aljabarik) operating cases terhadap sustain-nya. Di caesar R. 4.2 mungkin ‘dibahasakan’ seperti ini : (EXP) DS1-DS2.

Nah dalam kasus bapak dibawah ini ada case F1. Ini berarti di input bapak, bapak telah memasukkan adanya external force pada salah satu atau beberapa nodal. Kalau memang gaya luar ini dibutuhkan dalam analisis, atau bagian dari kondisi operasi, maka load cases yang bapak sebutkan di bwah ini sudah benar. Tapi kalau tidak berarti ada yang salah…

2. Pertanyaan b, bapak harus baca user’s guide nya, tapi ini adalah menu2 yang disediakan caesar untuk mengevaluasi kondisi yang bapak telah set-up dan bagaimana reaksi si pipa. Misal bapak ingin tahu berapa sih displacement di node 10, akibat thermal expansionnya?? Maka bapak klik EXP case lalu bapak klik displacement, lalu view report, lalu bapak sort node 10. Dst…

3. Pertanyaan c, sulit dijawab secara singkat, tapi intinya:

– Sort semua case…klik code compliance…klik view report…..Lihat apakah ada code overstress?? kalau ada, bapak baru saja memulai pekerjaan stress analisis sesungguhnya…lihat case apa yang overstress..kalau sustained berarti bapak perlu menambahkan support…kalau expansion..berarti bapak perlu menambahkan fleksibilitas..di bagian mana dan bagaimana..itulah pekerjaan analisis….

– Sort semua case..klik restraint summary…cek satu persatu di setiap node apakah ada beban support yang nampak mencurigakan??? kalau ada bapak perlu mengevaluasi….kalau ada koneksi ke nozzle (misal pump atau vessel) bapak perlu cek apakah melebihi allowable nya..dsb…

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – Henry Ako

Pak Teddy,

…Tidak ada satu pun universitas diIndonesia yang mengajarkan prinsip2 sistem perpipaan, apalagi stress analisis. Lulusan Mechanical Engineer terbaik pun tidak punya pengetahuan yang cukup, karena stress analisis menganut ‘norma-norma’ yang umumnya lebih spesifik, meskipun intinya dalam jaman seperti ini adalah dilakukan dengan bantuan komputer (CAD/CAM)…

—- Menurut saya pernyataan diatas ada tidak benarnya, Lab. Perancangan Mesin ITB mengembangkan ilmu ini, selain memberikan dasar teori pipe stress analisis, mereka juga punya pengalaman banyak untuk hal ini. Tidak hanya Caesar tp jg Autopipe.

Pak Novil,

Kalau ingin kontak ttg TA dengan mhs disana, saya pikir mereka juga open untuk hal2 ini.