Umumnya pengukuran debu secara kwalitatif & kwantitatif (dgn analisa laboratorium). sedangakan pengambilan uji samplenya dapat menggunakan peralatan seperti : – personal dust sampler; – high volume sampler clectrostatic precipitator; – midget impinger ; – digital dust indicator.

Tanya – Andri Wibawa S

Saya membutuhkan informasi ttg perusahaan yg biasa menganalisa kuantitas debu. Jg mohon informasi ttg instrument untuk mengukur kuantitas & kualitas debu.

Tanggapan 1 – risa prawesti

Umumnya pengukuran debu secara kwalitatif & kwantitatif (dgn analisa laboratorium). sedangakan pengambilan uji samplenya dapat menggunakan peralatan seperti :

– personal dust sampler

– high volume sampler clectrostatic precipitator

– midget impinger

– digital dust indicator.

sedangkan untuk lembaga yh biasa melakukan analisa ini, yg saya tau LAPI ITB dapat melakukannya.

mudah2an bermanfaat.

Tanggapan 2 – Ikhsan@asc.

Dear Bp. Andri Wibawa ,

Sekedar menambahkan rekan Bu Risa . Sebagai refferensi di kantor saya menggunakan Lab rujukan yaitu UNILAB
dengan order pengecheckan Total Particulate (debu + partikel lainnya) dengan metode Gravimetri. Yang lain juga bisa seperti Sucofinda.

Tanggapan 3 – Musani

Di perusahaan saya menggunakan particle counter merek RION type: KC-03A untuk di cleanroom.

Tanggapan 4 – lilik sukirno

Dear All,

Banyak alat, banyak Laboratorium yang bisa melakukan analisa debu.

Tapi bagaimana bila hasil laboratorium yang satu dengan laboratorium yang lain hasilnya berbeda ? siapa yang salah ? Metoda samplingnya, personal yang melakukan sampling atau alat untuk analisanya ?

Semua memerlukan Standard Operating Procedure yang baku, baik mengenai alat yang digunakan untuk mengambil sample (sudahkah alatnya sesuai, akurat & terkalibrasi), personal yang melakukan pengambilan sample (bersertifikat), titik sudah pada posisi yang tepat sehingga dapat mewakili kondisi secara keseluruhan (titik sampling yang tepat), metoda yang digunakan untuk melakukan analisa baik yang dilakukan di lapangan ataupun di laboratorium sudah sesuai dengan standard internasional ?

Bila ingin melakukan analisa pilihlah laboratorium yang sudah terakreditasi kalau kurang yakin bahwa laboratorium tersebut untuk metoda sampling atau melakukan analisanya pilih 2 laboratorium atau lebih sehingga hasil analisa lebih meyakinkan. Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan bila antar laboratorium sudah ada network yang menjamin keakurasian datanya.
Seperti dengan menerapkan Good Laboratory Management System yang mengacu pada standard-standard international.
Dan laboratorium yang ada di Indonesia satu sama lain saling berintercomparasi, melakukan analisa silang antar lab, melakukan intercomparasi dengan menggunakan Standard Reference Material sehingga satu sama lain hasilnya bisa dipertanggung jawabkan.
Jangan sampai terjadi da Lab A hasilnya aaa, di lab B hasilnya a.

Keuntungan bagi lab. yang melakukann intercomparasi adalah untuk meningkatkan keandalan Laboratorium-laboratorium tsb., sehingga bila di analisa di Indonesia dan di Amerika ( misalnya untuk sample yang sama dapat memperoleh hasil yang sama pula).