Anda-anda yang bergerak di dunia konstruksi rasa-rasanya pernah bersentuhan dengan incident berkaitan dengan grating. Ada 3 fase hazards di sana : 1) masa instalasi sampai clips terpasang sempurna, 2) masa setelah platform ready for next user tapi masih fase konstruksi, dan 3) fase operasional of the plant.

Tanya – budhimulia nasution

Rekan-rekan milis,

Mungkin ada diantara rekan-rekan yang bisa sharing/info tentang subject diatas. Berkenaan dgn lumayan tingginya angka kecelakaan akibat misintallation grating dibangunan platform dibeberapa project disini.

Tanggapan 1 – Ali Imron

Saudara Budhi, sebetulnya kalau masalah grating installation itu kan nggak big problems, saya jadi nggak tahu kenapa banyak terjadi kecelakaan,yang perlu diperhatikan pada pemasangan grating sbb:

1.Arah loading jangan sampai kebalik, kalau kebalik pasti akan fail.

2.Setelah pada posisi yang benar lalu connection nya hanya di klips saja, seingat saya hanya Total Indonesie yang selain di klips juga minta di tick welds.

Tanggapan 2 – budhimulia nasution

Ya problemnya buka-tutup-buka-tutup grating itu pak, banyak yang nyemplung (tripping/falling hazard). Sepele tapi mematikan. Liat aja, bentar lagi project-project yang ketat safetynya pada minta procedure ini. Iya nggak bapak-bapak safety? btw, thank atas semua respond bapak-bapak.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Mas Budhimulia dan rekan-rekan,

Menarik juga untuk tahu lebih lanjut tentang tingginya data angka kecelakaan yg disebabkan oleh grating mis-installation di platform.

Berapakah tepatnya angka tsb. ?

Bagaimana tingkat validity angka tsb. ?

Apakah ini specific di Indonesia ?

Apakah ini murni pada saat instalasi atau ada kontribusi dari tahap design/engineering atau pengoperasian & pemeliharaan?

(sorry kalau jika anda harus me’repeat’ beberapa info, karena saya ke’delete’ posting-an awal)

Tanggapan 4 – budhimulia nasution

Pak Dirman,

Sepengetahuan saya ada 3 kasus yang di report dalam rentang 8 bulan terakhir, 2 kasus terjadi di project saya sekarang ini, victim jatuh terpeleset akibat grating tidak terpasang dgn sempurna /masih diattach sementara ke beam dan mendapat minor injury, sementara satu kasus lagi diluar project saya (other company’s yard), victim jatuh, terjun bebas akibat grating terlepas (masih dipasang temporarary/attach) dan tidak dibuat baricade mengakibatkan fatal injury. Semua incident yang terjadi dikawasan project Malaysia dan dalam tahap rush erection/installation. Dalam project saya, walaupun minor injury, client langsung meminta additional procedure ini sebagai supporting document untuk close out incident report.

Diluar confidential atau tidak, masalah safety dan quality adalah masalah lesson learned (disharing dan diamalkan cara terbaik), sbg sebuah pengalaman dan jangan sampai terulang lagi. Dan ini hendaklah dapat kita terapkan dari project sampai ke rumah. Kalau mau jadi bangsa berquality.

Tanggapan 5 – nur.hasan@ikpt

rekan-2.., sharing juga…

Anda-2 yang bergerak di dunia konstruksi rasa-2nya pernah bersentuhan dengan incident berkaitan dengan grating Ada 3 fase hazards di sana : 1) masa instalasi sampai clips terpasang sempurna, 2) masa setelah platform ready for next user tapi masih fase konstruksi, dan 3) fase operasional of the plant.

Pada fase 1) dan 3), rekan-2 milister sebelumnya sudah address adequately Pada fase 2), ada potensi bahwa grating yg sudah rapih terpasang dimodifikasi atau dilepas sementara oleh group lain karena memang perlu.

Biasanya kami memberlakukan work permit internal di area tersebut, yakni group lain yang perlu memodifikasi atau melepas grating temporarily akan diharuskan mengajukan work permit, sebagai usaha menekan potensi injury.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Oo..i see….

Kalaulah boleh saya share , maka saya lihat bahwa mungkin (saya nggak terlibat invstigasi lho !) penyebab utama kejadian ini tidaklah karena produk spesifik ‘grating’. Tetapi karena mungkin kebetulan saja aktivitas yg paling banyak saat itu berhubungan dengan frekuensi pemakaian/fungsi ‘grating’ maka secara kebetulan di dapatkan fakta di area ini. Mungkin saja kalau nanti aktivitasnya sudah beralih kepada aktivitas erection dan instalasi piping ganti lagi kepada kasus-kasus yg berhubungan dengan aktivitas erection dan instalasi dan piping e.g. kemasukan geram, kejepit, terpukul, drop object, eyes injury for welder, dll. Lalu kalau nanti kabel mulai di’powering’ gantian akan muncul kasus kesetrum …zzzz….zzz….zzz.

Any way,

Dengan tetap menghormati langkah-langkah korektif yang diambil, maka saya berpendapat bahwa menambah document spt. prosedur adalah sah-sah saja, selama nanti setelah prosedur dibuat maka angka kecelakaan terbukti menurun, ……..’be careful’ jangan-jangan angka kecelakaan menurun disebabkan karena tidak ada lagi aktivitas bongkar pasang grating alias sudah selesai.

Nah, kalau ditemukan bahwa kecelakaan jenis lain terus terjadi maka ada kemungkinan bahwa tindakan korektif yg diambil dengan membuat prosedur grating installation hanyalah ‘fire fighting’. Lalu kita harus menyiapkan ‘fire fighting-fire fighting ‘ procedures yg lain spt. piping installation, electrical installation, pipe support installation, instrument installation, abc…z installation.

Pertanyaannya, berapa banyak dokumen/prosedur yg harus dibuat?

Ooo come on guy !, …….the HSE or Q or XXX Management System is not about 2 meter high of documents.

Saran :

Hati-hati dalam mengidentifikasi dan menetapkan ‘root causes’, banyak hal yang menjebak dalam investigasi, maka selalu latih daya analisa dengan selalu kritis menggunakan ‘word guide’……. kenapa……. kenapa ……………dan kenapa.