Total Indonesie adalah gudang shallow water platform di Indonesia. Kalau mengenai design mungkin kawan yang ada di technip atau sofresid atau ikl atau singgar mulia bisa membantu.

Tanya – Suprianto Dhono Seputro

Dear kawan milist yang terhormat,

Kami sedang melakukan study untuk konstruksi wellhead patform pada shalow water (3 ~ 4.5 m), mungkin diantara milist ada yang expert untuk masalah construcability study pada lokasi tersebut mohon untuk menghubungi kami.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Mas Suprianto,

Saya kurang jelas platform nya buat apa pak Pri untuk production platform jadi ngak akan di bebani drilling atau drilling platform.

Kalau tidak untuk dibebani saya kira sump pile platform paling ekonomis . tinggal di jatuhkan dari barge pasang pile nya sudah selesai.

Tanggapan 2 – Iman

Mas Spt

Utk platform shallow waters, setau saya unocal 76 (now chevron) banyak memakai struktur yg STS.

Mungkin banyak suhu struktur mantan 76 bisa sharingm.

Kalau gak salah struktur SPS ini dipatenkan sama unocal (???)

Tanggapan 3 – sugeng.hariyadi

Mas prianto,

Total indonesie adalah gudang shallow water platform di indonesia. Kalau mengenai design mungkin kawan yang ada di technip ato sofresid ato ikl ato singgar mulia bisa bantu, tapi klo month tanya technic fabrikasi dan installasi mungkin bisa specific lewat jepri utk dibantu.

Tanggapan 4 – Suprianto Dhono Seputro

Selamat Siang bapak,

Terimakasih atas tanggapannya. Kami adalah pemegang blanket engineering kontrak dengan salah satu KPS di Jakarta, perlu kami jelaskan tahapan project kami tersebut adalah sbb:

1. Pada tahap ini kami belum masuk ke tahap EPC, yang kami lakukan adalah tahap study construcability

2. Setelah dari study constucability tersebut sudah di approved client maka akan kami lanjutkan thap FEED dan detail design kemudian dengan tahap EPC

Pada tahap construction study ini Client kami perlu mengetahui methode yang paling tepat untuk konstrucksi platform pada shalow water tersebut

Kalau bapak memiliki espertise dalam hal metoda konstruksi pada shalow water mohon untuk ditawarkan kepada kami, yang kami inginkan pada saat ini hanyalah study bukan pekerjaan konstruksi yang sebenarnya.

Ada beberapa idea untuk konstruction pada shallow water misalnya:

1. Dengan memakai barge yang bisa acces pada kedalaman 2 m

2. Dengan di draging terlebih dahulu sehingga memungkinakan construction barge bisa masuk

3. Dengan metode ponton, karena yg akan dipasang hanyalah well head platform shingga cukup dibuat structure seperti jetty

Nah dari ke tiga item tersebut mungkin bapak bisa mendapat bayangan dengan study yang kami perlukan, pada intinya company ingin harga construksi yang termurah

Demikian smoga dapat memperjelas scope pekerjaan ini.

Tanggapan 5 – Eddy Prabowo

Mas Supri,

Salah satu project di Iran pernah dilakukan installation study di water depth 3meter. Ada beberapa methodology yg diproposed ke klien. Methodology ini lebih kepada installation topside wellhead dimana beberapa existing wellhead sudah ada di field.

Beberapa carayg diusulkan:

1. Pake single lifting crane barge yg punya draught kurang dari 2m.

2. Kalo tidak mungkin draught kurang dari 2m, maka dilakukan local dredging didekat area dimana platform akan diinstall.

3. Dilakukan pake 2 crane barge shg draught-nya bisa relatif lebih kecil. Tergantung berat topside-nya. bisa juga pake crawler crane yg diletakkan diatas barge.

4. Pake skidding, yaitu seperti melakukan loadout tapi ini di offshore, dengan menginstall beberapa piles (2 rows) untuk dipasang skid beam diatasnya (diikat dengan transversal beam supaya jalurnya lurus). topside diloadout dari cargo barge ke lokasi pake winch.

5. Pake unideck floatover kalo lifting crane barge-nya gak memungkinkan. Kalo bisa dikombine dengan jacking system maka akan meminimimalkan barge ballasting.

ya kira2 seperti itu pak.

Tanggapan 6 – uci sanusi

Cuma mau nambahkan sedikit

Kalau ga salah Tambora punya Total juga sekitar segituan water depth nya. kedalaman air bervariasi dari waktu ke waktu mengikuti 9 deret harmonik. Jadi yang dimaksud kedalaman air 3m itu pada saat apa? apakah LLWL atau HHWL atau LAT atau HAT?

Kalau 3m mungkin pada saat LLWL, maka konstruksi bisa dilakukan pada saat HHWL. Jadi intinya harus dilakukan dulu hydrographic study untuk menentukan parameter2 metocean untuk daerah tersebut. Kalau Tambora dan beberapa Tunu kaki2 di pile terlebih dahulu lalu kemudian topside datang dengan menggunakan floatover method jadi tidak ada horizontal maupun diagonal bracing pada leg nya dan Leg berperan pula sebagai pile dan ini sudah dibangun di field2 Total. Mungkin mas2 yang dari Amec bisa menjelaskan kepada pa Supri karena mas2 ex Amec terlibat pada pembangunan platform2 di shallow water juga mas2 dari Gunanusa dan KRS.

Kalau pa Supri dapat option monopod dari client menurut hemat saya tentunya tidak bisa dilaksanakan untuk shallow water karena monopod menggunakan skirt pile dan mudmat. Juga monopod pada hakikatnya adalah braced monopod, ada 3 cabang di bawahnya ada diagonal bracing yang memegang monopod yang bertumpu pada skirt pile bisa dilihat pada contoh APN ABD dan juga EFX punya client bapak. Kemungkinan dari segi tonase lebih besar daripada metoda yang diterapkan di Tambora dan Tunu field.

Kalau mau punya struktur seperti jetty, bisa juga dilaksanakan, dan platform2 punya Total juga sebenernya mengadopsi metoda pembangunan struktur dermaga, hanya saja topside nya baja semua. Apakah platform pa Supri mau mempunyai topside beton atau baja?