Saya berencana mendeliver gas keluaran dari flash separator (5 psig) di lokasi ‘A’ ke suatu tempat ‘B’ berjarak 18 km. Rate gasnya sangat kecil, hanya 0.1 MMSCFD. Saya berencana utk menggabungkan gas ini ke existing production line 18′ – 18 km. Pressure yg dibutuhkan di lokasi A adalah 150 psig. Setelah saya kalkulasi, bila gas dikompresi hingga 150 psig, maka temperatur gas akan naik menjadi 455 oF. Sedangkan temperatur production line ini tidak boleh lebih dari 140 F. Artinya, saya butuh cooler juga.
Pertanyaan saya, adakah simple equipment utk mengcompress gas dari 5 psig ke 150 psig dengan tetap menjaga temperatur di 140 oF? Misalnya saja sebuah compressor package tapi dengan skala yg lebih kecil mengingat rate gasnya hanya 0.1 MMSCFD. Mohon sharingnya, terutama rekan2 yg berpengalaman menangani gas dgn rate minim.

Tanya – ari widodo

Dear rekans,

Mohon masukannya. Saya berencana mendeliver gas keluaran dari flash separator (5 psig) di lokasi ‘A’ ke suatu tempat ‘B’ berjarak 18 km. Rate gasnya sangat kecil, hanya 0.1 MMSCFD. Saya berencana utk menggabungkan gas ini ke existing production line 18′ – 18 km. Pressure yg dibutuhkan di lokasi A adalah 150 psig. Setelah saya kalkulasi, bila gas dikompresi hingga 150 psig, maka temperatur gas akan naik menjadi 455 oF. Sedangkan temperatur production line ini tidak boleh lebih dari 140 F. Artinya, saya butuh cooler juga.
Pertanyaan saya, adakah simple equipment utk mengcompress gas dari 5 psig ke 150 psig dengan tetap menjaga temperatur di 140 oF? Misalnya saja sebuah compressor package tapi dengan skala yg lebih kecil mengingat rate gasnya hanya 0.1 MMSCFD. Mohon sharingnya, terutama rekan2 yg berpengalaman menangani gas dgn rate minim.

Tanggapan 1 – Wisnu Purwanto

Biasanya pakai rotary vane compressor dengan pendingin. Di pasaran banyak dijual skid package berikut kelengkapaannya spt. Scruber dan cooler.

Silahkan minta bantuan mbah google dengan kata kunci vapor recover compressor atau vapor recovery unit.

Merakit sendiri juga ngga terlalu susah.

Tanggapan 2 – Alvin Alfiyansyah

Mas Ari,

Apa bisa pakai VRU system atau rotary vane type? Mungkin bisa dipertimbangkan jika constraintnya adalah rate dan suhu.
Vendornya ada beberapa hanya saya sudah tidak hafal lagi.

Tanggapan 3 – DW

Dear mas Ari,

bukannya itu karakteristik thermodinamikanya dia ya, jadi kalau suatu gas jika dikompres tentu temperaturnya akan naik sesuai dengan naiknya pressure, temperature suction dan specific heat rationya dia. jadi klo mengharapkan dia di kompres ga akan naik sampe 455 F sesuai dengan hitungan mas ari saya rasa agak susah. yang jelas disch tempnya akan sekitaran segitu, kemudian sampean mau menurunkan temp ke 140 F setelah process kompresi itu baru mungkin.

Tanggapan 4 – ari widodo

Betul mas DW, itu sudah karakteristik thermodinamika gas, klo di kompresi pasti temperaturnya naik. Di tempat saya nyangkul saat ini menggunakan 3 stage compressor utk menangani gas dari lokasi, tapi ratenya lumayan besar (+- 3 MMSCFD). Tentu saja packagenya ada compressor, cooler, dan separator horizontal dan vertical didalamnya. Sedangkan yg saya tanyakan ini ratenya kecil sekali mas, cuman 0.1 MMSCFD.
VRU ada yg sudah terpasang, tapi entah kenapa gk jalan. Saya akan cross check ke teman2 di lapangan.
Masukan mas Alvin dan mas Wahyu mengenai rotary vane compressor, mungkin bisa kita sebut sebagai mini gas compressor package ya? (CMIIW). Klo ada teman2 vendor yg punya barangnya, bisa korespondensi via japri.
Sebenarnya ada option lain, yaitu dengan membuat flaring system. Tapi saya kurang paham dgn peraturan pemerintah utk memperbolehkan flaring system sampai berapa tahun lagi. Dengar2 di th 20XX semua area pengolahan migas harus zero flaring. XX-nya ini yg saya belum tahu.

Tanggapan 5 – And Riawan

Ada Pak, pake Gas Jack . . . skid nya kumplit . .. bisa smp tekanan 350 psig . . . gas jack ini spesifik untuk sumber gas dengan tekanan rendah (hingga 0 psig) dan kapasitas <1mmscfd . . . . ukuran skid kira2 hanya 2 x 4 m2 . . ..

Kelemahan ; alat ini cuma bisa sewa

Pertanyaan:

1. jika dimasukkan ke line 18′ , apakah gas tersebut nanti tidak hilang? (terbaca meter?) . . .

Tanggapan 6 – Teguh Santoso

Pak Widodo,

dari sisi ekonomisnya, dibandingkan operation/maintenance cost apakah ekonomis rate gas 0.1 mmscfd tersebut dideliver? apa tidak diflaring saja pak? cmiiw.

Tanggapan 7 – ari widodo

Mas Andri,

Thanks info ‘gas jack’-nya. Rada bingung juga kenapa cuman bisa sewa, dan mudah2an bisa cepat didapat dari domestik sekiranya akan digunakan. Sekaligus menjawab pertanyaannya, memang iya sih, setelah disimulasikan pake hysys dan sebangsanya, 0.1 MMSCFD gas klo digabung dengan production liquid (oil+water) yg 95rb BPD lebih akhirnya vapor fractionnya jadi 0, seolah2 gasnya larut ke dalam liquid. Tapi gas ini cukup volatile dgn 55-60% methane. Di downstream – setelah melewati line sepanjang 18 km – kondisinya 15 psig dan 195 oF, ternyata gas yg 0.1 MM tadi kembali lg ke fase gas.

Menyambung ke Mas Teguh, line sepanjang 18 km itu sudah ada mas, tinggal numpang saja. Sebenarnya ada beberapa lokasi yg gasnya akan di deliver dgn rate yg bervariasi, dan dikumpulkan jadi satu di downstream seperti disebutkan diatas. Setelah digabungkan di downstream, total gas rate-nya bisa 2.5-3 MM, memungkinkan utk membangun satu gas compressor system.

Flaring system sejauh ini sudah ada dlm alternative kami, tapi klo ada sistem yg lebih aman, berorientasi pada lingkungan, dan maintenance cost minim, kayaknya bos saya prefer ke situ deh…

Tanggapan 8 – And Riawan

Mas Ari . . .

Gas Jack untuk di lokal indonesia , sesuai pernyataan agennya sewktu presentasi di kantor saya, mereka sudah ada di gunakan beberapa tempat . . . dan untuk sumur2 yang kecil atau tidak ekonomis dapat menggunakan Gas Jack ini: terutama untuk kebutuhan internal.

teknologi yg di gunakan gas jack mungkin masih rahasia pabriknya dan mereka tidak mau alat mereka di bongkar2. untuk ketersediaan, mereka menjamin 100%. jadi jika rusak atau perawatan, mereka langsung kirim penggantinya . . .

Tanggapan 9 – ari widodo

Trims Mas Andri,

Klo berkenan, tolong saya dikirimi contact person agen-nya, via japri saja. Btw, di tempat mas sudah pernah pakai atau belum? Mungkin bisa share secara teknikal (delta plus-nya) ttg teknologi ini.

Tanggapan 10 – Teguh Santoso

Pak Ari,

kalau mau numpang di liquid line, coba dipasang ‘Eductor’ mungkin akan lebih praktis untuk rate 0.1 mmscfd. eductor sudah biasa dipakai untuk injeksi chemical (liquid). kalau untuk injeksi gas coba googling barangkali ada eductor yang sesuai kebutuhan tsb. FYI, saya pernah coba memasang tubing pada pipa minyak solar. maksudnya untuk mengambil sample solar pada saat bunkering. eh malah bukannya ngucur solarnya, malah udara luar yang terhisap ke saluran pipa tsb. dari tubing baru keluar solar kalau pompa fuelnya dimatikan.. Jadi koneksi tubing ke pipa tsb bertindak sebagai eductor..CMIIW.

Tanggapan 11 – ari widodo

e-ductor sudah di study mas, dan dari beberapa informasi yg kami dapat, e-ductor tidak cocok utk digunakan. Salah satunya karena outlet pressure hanya 20 psig (didapat dari brosur salah satu produk), sedangkan kebutuhannya 150 psig. Saya belum menemukan e-ductor yg outletnya bisa >150 psig.

Ada dua tipe utama utk aplikasi e-ductor untuk pumping gas: evacuation dan exhausting. Kejadian yg mas Teguh alami, perhaps bisa dikategorikan ke tipe evacuation. CMIIW juga mas, baru dapat info ttg e-ductor juga.