Banyak sekali titel engineer pada industri migas seperti: pipeline engineer, production engineer, reservoir engineer, reliability engineer, rotating engineer, metering engineer, subsea control engineer, dan lain sebagainya. Kalau lulusan fisika murni, tergantung keahlian bidang yang diambil (dan keseriusan mendalaminya), bisa jadi geoscientist, bisa jadi instrument eng., ataupun lainnya (ahli pemodelan fisika ekonomi misalnya). Tidak menutup kemungkinan seorang lulusan teknik bisa merambah ke bidang keteknikan lainnya.

Tanya – Rizal Kurniahadi

Pengen tau nih, biasanya di persh oil and gas ada engineer apa aja?

Mechanical Eng

Electrical Eng

Chemical Eng

Maintenance Eng

Drilling Eng

Welding Eng

Control Eng

Structural Eng

Project Eng

Safety Eng

Environment Eng

Operation Eng

…. ?

Btw, teman-teman ada yang mau berbagi info tentang perusahaan oil & gas yang biasanya membuka lowongan untuk trainee engineer gak…? Biasanya bulan apa?

Tanggapan 1 – Mohammad Darwis

Sama-sama Pak Rizal,

Pak Rizal, semua Engineer yang anda sebutkan tsb ada di perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan Oil & Gas, baik di kontraktornya maupun di ownernya.
Cuma untuk Chemical Engineer, biasanya disebut PROCESS ENGINEER bukan Chemical Engineer.
Saya juga kurang tahu alasannya mengapa disebut demikian. Mungkin rekan-rekan ada yang mengetahuinya dan bisa menambahkannya. Ok terima kasih terlebih dahulu, dan buat Pak Rizal semoga bisa membantu.

Tanggapan 2 – Dudi Budiman

Bp. Rizal,

Untuk yang bidang EPC : Mech, PIPING, Pipeline, Elec, Chem/Process, INSTRUMENT & Control, Welding, Safety, Civil, Structural, Marine, Project Engineers
Untuk yang Explorasi di tambah : Geological, Geophysical, PETROLEUM/Drilling Environmental Engineers. Untuk yang Exploitasi/operational (EPC + diatas) ditambah : Environmental, Maintenance, Systems Engineers, Metalurgical/Corrosion Engineers

Artinya semua disiplin Engineering (Teknik….) bisa dan mampu bekerja di bidang Oil and Gas

Mungkin bapak-bapak ada yang bisa menambahkan atau memberi informasi Yang lebih jelas

Tanggapan 3 – dedy.wahyudi

Kalau lulusan Fisika Murni masuknya ke Engineer mana ya. ??

Tanggapan 4 – Nataniel Mangiwa

Mungkin bisa di Petrofisik (ilmu tentang fisik properties dari batuan,ie: resistivity, radioactivity, porositas-densitas), walaupun setau saya kebanyakan Petrofisik ini masih di dominasi lulusan geologi.

Petrofisik ini sangat membantu di G&G department.

Tanggapan 5 – Anang

banyak juga yg masuk ke instrumentation…

Tanggapan 6 – Soendoro, Iwandana

Setau saya kalau dari Teknik Fisika banyak yang menjadi instrument Engineer.

Tanggapan 7 – Nugroho Wibisono

sekedar nambahin aja, rasa2nya banyak sekali titel engineer pada industri migas seperti: pipeline engineer (seperti mas Iwandana Soendoro), production engineer, reservoir engineer, reliability engineer, rotating engineer, metering engineer, subsea control engineer, dan lain sebagainya…

kalau lulusan fisika murni, tergantung keahlian bidang yg dia ambil (dan keseriusan mendalaminya), bisa jadi geoscientist, bisa jadi instrument eng., ataupun lainnya (ahli pemodelan fisika ekonomi misalnya).

tidak menutup kemungkinan seorang lulusan teknik bisa merambah ke bidang keteknikan lainnya, seperti salah seorang teman yg lulusan elektro bidang telekomunikasi sekarang jadi petrophysicist di perusahaan minyak, atau lulusan teknik fisika yg sekarang jadi geologist diperusahaan minyak (mbak Yuriza pasti bisa cerita banyak tentang hal ini).

mungkin segitu dulu ceritanya, semoga bermanfaat…

Tanggapan 8 – Robikhun

Beberapa orang lulusan Fisika Murni ada yang menjadi IT engineer (including PetroTechnical Database).

Tanggapan 9 – Arief Rahman Thanura

Dalam sejarah Fisika Murni dan Teknik Fisika di Indonesia katanya alsana kenapa ada jurusan Teknik FIsika salah satunya karena di Fisika Murni masalah yang lebih ‘Practice Oriented’ kurang dibahas. Jurusan Fisika murni lebih berkutat pada tataran teori (Makanya namanya ‘Murni’).
Sementara Teknik Fisika lebih ke arak ‘Teknik’. Itu semangatnya looohhhh.

Dengan kenyataan seperti itu, chances teman-teman dari Fifiks Murni memang lebih besar di instansi yang lebih berorientasi kepada Research semacam BPPT, LIPI dan DOSEN.

Tetapi karena cakupan kuliah baik di Fisika Murni maupun Teknik Fisika yang behitu luas sehingga alternative kerjanya juga cukup luas sepanjang keluasan ilmu itu tidak diikuti dengan kedangkalan alias tidak punya spesialisasi. Ilmu Fisika yang ‘merepet-merepet’ ke ilmu lain kadangkala bisa jadi advantage sekaligus kadangkala jadi barrier. Orang Fisika Murni/Teknik sama-sama dapat kuliah mulai dari electronic, mechanic, acoustic, material science dsb-dsb sehingga bisa jadi akan overlapping dengan banyak bidang.

So, dari kenyataan itu bidang apa yang akan dirambah oleh lulusan Fisika Murni ? Mau jadi instrument engineer ya monggo. Acoustic specialist ya monggo. Vibration specialist kayak di PT. Badak yang punya department khusus ya monggo.

Semoga penanya bisa lebih optimis dalam mencari pekerjaan dan mau belajar lebih keras.

Tanggapan 10 – Dudi Budiman

Lulusan Fisika Murni (Physics) bukan Engineer Pak, tapi akan menjadi Saintis(Scientist).
Kalau lulusan Teknik Fisika (Physics Engineering) nantinya akan jadi
Instrument/Control Engineer, HVAC Engineer di lingkungan kerja Oil & gas.

Bisa jadi lulusan Fisika Murni bekerja di Oil dan Gas (Owner/Exploitasi) Seperti Schlumberger dan lainnya dan merambah menjadi Instrument Engineer, System Engineer, IT, Petrophysics, Geophysics, Material Engineer…..

Jadi jangan khawatir bagi Fisika murni, professinya ditentukan bidang kerjanya dan companynya apa (bukan ST, SSi, Ir ).