Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir mengenai perancangan pabrik PLTPL (pembangkit listrik tenaga panas laut). Saya membutuhkan data tentang harga seperti HE jenis plate, Pompa ESP, turbin, FRP (Fiberglass Reinforce Pipe) dengan fabrikasi khusus (spesifikasinya tidak tersedia di pasaran), dan harga platform dengan kapasitas 10MW untuk analisa keekonomian. Apakah ada yang mengetahui referensi mengenai harganya? Atau mungkin di mana dapat diperoleh data mengenai harganya? karena selama ini kalau di-googling, saya belum menemukan yang ada mencantumkan harga alatnya.

Tanya – Mei Linda

Dear all,

Perkenalkan, saya Mei Linda, mahasiswa Teknik Kimia UI tingkat akhir, saat ini sedang mengerjakan tugas akhir mengenai perancangan pabrik PLTPL (pembangkit listrik tenaga panas laut).

Saya membutuhkan data tentang harga seperti HE jenis plate, Pompa ESP, turbin, FRP (Fiberglass Reinforce Pipe) dengan fabrikasi khusus (spesifikasinya tidak tersedia di pasaran), dan harga platform dengan kapasitas 10MW untuk analisa keekonomian.
apakah ada yang mengetahui referensi mengenai harganya?

Atau mungkin di mana dapat diperoleh data mengenai harganya? karena selama ini kalau di-googling, saya belum menemukan yang ada mencantumkan harga alatnya..

Mohon bantuannya untuk di-share jika ada, terimakasih banyak….

Tanggapan 1 – Triez

Mba Mey,

Judul tugas akhir mba Mey sangat menarik. Mungkin bisa di jadikan alternatif buat krisis Energi kita saat ini, terutama energi listrik.

Mungkin ada rekan migas yang bisa ngasih data buat support data buat TA mba mey, siapa tao dari ide ini muncul alternatif lain untuk pemecahan krisis energi bangsa ini. Apalagi negara kita negara kelautan. Mungkin akan sangat efektif bila bisa diaplikasikan secara real.

Tanggapan 2 – heruyana akbar

Dear Mba Mey,

Reset tentang OTEC (ocean thermal energi convertion) sudah di lakukan oleh LIPI di Perairan Sekitar Pulau Papua (tempat pastinya saya lupa lagi) tapi bisa di baca di buku Energy Karangan Arismunandar Penerbit UI Pers.

Dengan sangat menyesal kita tidak bisa mengexplore begitu besar energi alternatif dari laut dan angin, karena posisi geografis negeri kita tercinta ini berada tepat di katulistiwa. jadi kecil kemungkian kita dapat memanfaatkan air laut dan angin sebagai sumber energi alternatif.

OTEC sendiri harus di lakukan di perairan dengan kedalam laut yang cukup dalam untuk mengasilkan delta T yang besar antara permukaan air dan di kedalaman air. semakin besar delta T nya maka akan semakin baik proses koversi energinya.

Tanggapan 3 – Triez

Wah sayang sekali ya, pak..klo boleh saya tarik kesimpulannya., kurang efektif intinya bila kita akan memanfaatkan energi ini di indonesia.

karena pada akhirnya akan besar pasak daripada tiang mungkin ya..karena biaya investasi akan jauh lebih besar akibat adanya delta T perairan kita kurang mencukupi.

Tanggapan 4 – Ari S.

sebenarnya untuk OTEC perlu diliat juga bisa kah heat transfer fluidnya beroperasi pada delta T yang sempit. untuk di indonesia saya rasa cukup banyak ceruk laut yang cukup dalam, tinggal pintar-pintarnya kita main hitungan hidrolik dan transfer panas.

karena anda dari UI, sudah pernah berdiskusi tentang masalah ini dengan Pak Kamarza Mulia?

Tanggapan 5 – budi setyo

Dear Mbak Mei dan rekans Migas,

Kalau masalah OTEC, sependek pengetahuan saya, ada yang sudah bergelut cukup lama dengan hal ini.

Beliau bernama Bp. Dr. Donny Achiruddin dari Fakultas Teknologi Kelautan – Unversitas Darma Persada (Unsada) Jakarta. Dia melakukan riset untuk OTEC sejak studi S3 di Jepang, sekitar tahun 1998 sampai sekarang.

Ini ada beberapa reff. dari beliau

http://www.indonesiamaritimeclub.com/category/teknologi-maritim/energi-maritim/

http://www.ioes.saga-u.ac.jp/event/20090903.html

http://www.jasnaoe.or.jp/old_sites/wjsna/paperlist/no094.html

http://www.seakeeping.shp.ynu.ac.jp/txt2pdf/HTML/sp5-15.html

Mudah mudahan membantu

Tanggapan 6 – Amal Ashardian

Memang ada beda panas tapi apakah itu secara filosofi tidak melanggar prinsip prinsip termodynamika.

Apa ada beda panas yang cukup untuk dilakukan energy conversion????? Ini pertanyaan mendasar yang harus dijawab pertama kali..daripada nanti malah gagal.

Tanggapan 7 – joko hartono

Saya rasa tidak melanggar prinsip2 thermodinamika.

Ada contoh2 applikasi (cooling system) yg sudah operable :

http://www.sixsenses.com/Soneva-Fushi/Downloads/PDF/Eco-Stories/07-Deep-Sea-Water-Cooling.pdf

http://www.i-sis.org.uk/DeepWaterEnergy.php

Dan tinggal dibalik saja siklusnya.

Tanggapan 8 – Setiawan, Ruddy (Jakarta)

Di ITS (Jur Teknik Kelautan) pernah diadakan penelitian mengenai OTEC ini. Lokasi penelitian, kalau tidak salah, berada di sekitar selat Bali karena di daerah itu diperkirakan mempunyai potensi delta T yang memungkinkan untuk OTEC. Coba mbak Mei hubungi Jurusan Teknik Kelautan ITS untuk menindaklanjuti penelitian tsb.

Tanggapan 9 – roeddy setiawan

dear milis,

sebetulnya ada tuh kalau bp migas memberikan ijin untuk science di Indonesia. ada TLP yang barangkali sudah akan tidak terpakai /alias tidak ekonomis di selat makasar.

berikut environmental data

T bottom 36 – 38 deg F. T surface approx 85 Deg F (delta T ini cukup besari) volume of water infinity book value barangkali sudah zero 62 km dari nearest user.

Tanggapan 10 – Mei Linda

dear all, terutama Pak Budi Setyo, Pak Ruddy, Pak Triez, Pak Ari, Pak Harley, Sdr. Heruyana, Pak Amal yang telah merespon e-mail saya, dan tentunya Pak Budhi yang telah meloloskan e-mail saya kemarin, terimakasih banyak atas segala masukan, dukungan, dan saran yang telah diberikan ^^ semua info tersebut sangat berarti bagi kemajuan tugas saya untuk perancangan pabrik PLTPL secara langsung maupun tidak langsung, semoga semua kebaikan yang diperbuat mendapatkan pahala yang sepantasnya oleh Yang Maha Kuasa ^^ dan semoga kita dapat berjumpa suatu hari nanti 😀