Suatu kejadian dikatakan Incident apabila kejadian itu memiliki potensial yang besar mengakibatkan kerugian properti (harta), kesehatan atau bahkan nyawa, proses, dan lingkungan. Sementara accident merupakan kejadian (melibatkan suatu bentuk energi) yang telah mengakibatkan kerugian properti (harta), kesehatan atau bahkan nyawa, proses, dan lingkungan. Kalau near miss dapat dikategorikan incident.

Tanya – Ali Chandra

Saya ingin berbagi dengan teman teman sekalian, Mohon di Bantu Saya di hubungi oleh salah seorang dari manager Sevice bahwa seseorang telah terluka karena Jatuh akibat tersandung sewaktu berjalan sehingga mengakibat kan Hidung orang tersebut berdarah dan Kening Lecet dan orang tersebut dilarikan kerumah sakit Pondok Indah untuk di Rontgen kejadian bukan di tempat Lokasi kerja.
Yang ingin saya tanyakan : apa Jenis Kategori kejadian ini apakah termasuk Accident atau Incident atau Near Miss . Kalau teman ada jawaban mohon di Bantu.

Tanggapan 1 – Gd.Mahendra.Eka.Pradnanya

Hal itu sudah termasuk accident, Pak. Berdasarkan safety knowledge yang saya peroleh. Suatu kejadian dikatakan Incident apabila kejadian itu memiliki potensial yang besar mengakibatkan kerugian properti (harta), kesehatan atau bahkan nyawa, proses, dan lingkungan.Sementara accident merupakan kejadian (melibatkan suatu bentuk energi) yang telah mengakibatkan kerugian properti (harta), kesehatan atau bahkan nyawa, proses, dan lingkungan. Kalau near miss dapat dikategorikan incident.

Tanggapan 2 – feriansyah abubakar

Pak Ali, sepengetahuan saya apa bila lokasi kejadian tersebut bukan di lokasi kerja atau bukan disuatu tempat yang berhubungan dengan aktivitas kerja, maka hal ini bukan kecelakaan kerja, menurut ref. dari OGP:

A ‘work-related activity’ is an activity in a work environment, which is or ought to be subject to management controls. Untuk lebih detailnya lihat ‘Health and safety incident reporting system usersâ?T guide â?’ 2004 data Report No: 6.5/361 January 2005′ yang saya attach ini. Namun untuk keperluan internal, kecelakaan ini biasanya tetap di record (recordable).
Semoga berguna .

Tanggapan 3 – Edyson Simorangkir

Saya kira jawaban Pak Rony dan Pak G.Mahendra sudah jelas pak. Saya hanya ingin Tanya : Apa hubungan pertanyaan Bapak dengan pernyataan : ‘ kejadian bukan di tempat lokasi kerja ‘ ?? TK

Tanggapan 4 – Wahyu Hidayat

Kalau pertanyaannya kategori kejadian itu jelas ‘Accident’ (any undesired event which has resulted in harm to people, damage to equipment, or environmental damage). Termasuk juga dalam kategori ‘Incident’ karena accident termasuk dalam incident. Yang jelas bukan near miss.

Tergantung dari severitynya dan perlakuan medical personnel, accident tersebut bisa dikategorikan First Aid Case atau Medical Treatment Case.

Tentang ‘kecelakaan kerja atau tidak’ sudah dijawab mas Feri. Kalau kejadiannya di luar jam kerja biasanya dikategorikan sebagai off-the-job injury.

Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 5 – esukardi@technip

Mau nambahin dikit keterangan nya Wahyu, yg dimaksud accident termasuk incident.
(Embedded image moved to file: pic14945.jpg).

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Lucu juga……..

Kok sebuah definisi ‘accident’ mempertimbangkan di mana tempat kejadian berlangsung bukannya ‘impact/effect’ dampak dari kejadian tersebut. Padahal jelas bahwa dengan accident yg menimpa orang tersebut maka pasti lah ada dampak negative bagi organisasi yg mempekerjakannya. Kalaulah people dianggap asset maka sudah terjadi ‘damage’ kerusakan terhadap asset ini yg ujung-ujungnya adalah ‘loss’ kerugian.

Itu lah lebih penting bagi organisasi untuk sedikit berada di atas standars/codes International yg umum. Yang namanya standar adalah persyaratan minimal bukan ?

Tanggapan 7 – production

Maaf, sekedar mau nambahin kalo accident itu digolongkan sbg kejadian yang merupakan suatu kecelakaan yang sudah bisa diprediksi / diperkirakan sebelumnya ( contoh, misalkan kita punya confine space/tanki tertutup dan kita akan ada rencana hot work didalamnya, maka kita sudah tahu prosedur apa yang harus dilakukan sebelum melakukan hot work tsb untuk mencegah meledaknya tanki ataupun orang pingsan ditempat tsb dlsb,..)…..sedangkan incident digolongkan sebagai suatu kecelakaan yang kejadiannya jarang sekali terjadi dan kebanyakan disebabkan karena ketidaksengajaan ( contohnya saja kalo kita sedang jalan kaki karena terburu-buru dan kemudian kita kesandung kaki kita sendiri lantas kesleo ataupun terkilir, kalo dikapal mungkin kadang mata kita kemasukan debu ataupun kotoran kecil (klilipan=bhs jawa) pada saat kita welding visual inspection misalkan saja gitu lho..;-) Trus kalo near miss itu suatu kejadian/peristiwa yang hampir saja menyebabkan accident maupun incident ( misalkan saja pada saat mau mulai kerja seorang fitter membuka hose acy/oxy lantas kemudian dia menemukan kebocoran pada sambungan hose tsb tapi dia belum sempat menyalakan pemantik apinya sehingga belum sempat menyala < lha ini baru disebut near miss > sebab kalo sempat dia menyalakan pemantik apinya dan kemudian api menyala dan menjalar sampai ke botol oxy/acy karena mungkin dia nggak pakai flashback arrestor kemudian meledak maka ini sudah termasuk accident gitu lho…;-),..kalo nggak salah ingat masalah ini pernah dibahas di milis ini sama mbak Andi Ina Khanifah Hakim ?!please cmiiw,…

Tanggapan 8 – Nurwanti, Enung

Menambahkan jawaban dari Pa Wahyu…..kalau dilihat dari case kecelakannya bahwa korban dibawa ke rumah sakit berarti tergolong Medical Treatment Case karena membutuhkan pertolongan dari pihak medic apalagi sampai di rontgent segala.

Tanggapan 9 – Gd.Mahendra.Eka.Pradnanya

Betul sekali, Pak Dirman. Perspektif safety perusahaan sekarang memang sudah berevolusi dengan mengutamakan keselamatan di atas segalanya. Hal ini terjadi karena dampak dari suatu kecelakaan sangatlah besar bagi perusahaan itu sendiri. Kerugian yang diderita seperti fenomena gunung es. Seperti yang Bapak sebutkan di bawah people adalah asset yang bergerak jadi dimana pun berada tetap ter-record sebagai asset perusahaan sepanjang masih active sebagai employee di perusahaan itu.

Tanggapan 10 – Wahyu Hidayat

Sebenarnya tidak lucu juga Pak Dirman. Saya pikir it is not uncommon di organisasi manapun. Mereka pada umumnya membedakannya. Tempat kejadian dan waktu hanyalah digunakan untuk membedakan apakah itu ‘work-related accident’ atau ‘non-work-related accident’ Dia tetap accident yang ‘does result in loss’ .

Non/Work-related digunakan untuk kepentingan ‘management of control’ (di mana circle of influence organisasi), kepentingan insurance, dan kepentingan government statistic. Akan terlalu sukar (bukannya tidak mungkin) bagi organisasi untuk melakukan ‘management of control’ terhadap non-work related accident. Misalnya Anda terpeleset di rumah, terhantam hammer waktu nukang di rumah,terkilir waktu bermain tennis, atau terjatuh dari sepeda waktu offroad, apakah organisasi akan melakukan ‘management of control’ terhadap immediate, basic, dan root causes dari non-work related accident tersebut?

Saya setuju dengan pentingnya bagi organisasi untuk sedikit berada di atas standards, dan memang kita bisa menemui ada beberapa organisasi yang memasukkan off-the-job injury sebagai salah satu ‘lagging indicator’ mereka (contoh: DuPont). DuPont punya dalam struktur HES committee mereka subteam ‘Off-the-job safety’ yang bekerja untuk mengaddress issue2 off-the-job safety dan mereka melakukan random safety inspection ke rumah karyawan2nya, mendiskusikan issue off-the-job dalam safety meeting, dsb.

Yang bisa organisasi lakukan salah satunya adalah menekankan prinsip bahwa ‘off-the-job injury is as important as on-the-job injury’ dan kita tidak meninggalkan safety tepat di gerbang keluar kantor….double standard.

Tanggapan 11 – Dirman Artib

Nah……itu yang saya maksud. Toh akhirnya ‘non-work related accident’ (atau apapun namanya) digunakan untuk sebuah kepentingan bagi organisasi.
Kata lainnya adalah kita tidak bisa begitu saja meng’ignore’ accident walaupun tidak di tempat kerja atau berhubungan dengan aktivitas kerja.

Salah satu latar belakang dan keperluan kenapa aspek ‘safety’ di’incorporate’ dalam ‘overall management system’ sebuah organisasi adalah demi kepentingan bisnis yg lebih tepatnya adalah mencegah kerugian ‘loss prevention’. Accident yg ‘related work’ atau ‘un-related work’ akhirnya berpotensi untuk membuat kerugian bagi perusahaan. Jadi dari perspektif ini, posisi keduanya adalah sama.

‘Management of Control’ tidak melulu harus diterjemahkan sebagai hal yg sifatnya procedural. Membangun ‘culture’ budaya jauh akan lebih baik daripada bernafas di tengah-tengah tumpukan prosedur. Toh hasil akhir adalah ‘performance’ kinerja dari sebuah system yaitu efektif, efisien dan mampu untuk menjawab tantangan masa depan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan organisasi.

Terminology ‘terlalu sukar’ saya interpretasikan sebagai batas ketersediaan ‘fuel/energy/money’ sumber daya. Jelas bahwa tidak ada satupun organisasi yg mengakui bahwa mereka punya sumberdaya yg berlimpah. Dalam hal ini ‘Cost and benefit analysis’, bisa menjadi ‘approaches’. Kalau mau…..tentunya.

Tanggapan 12 – Syaifuddin Burhan

Dari apa yang rekan – rekan paparkan semua memang kita kembalikan lagi kepada komitment dari suatu perusahaan terhadap pelaksanaan keselamatan kerja di lingkup mereka. Karena ini juga tergantung dari kategori perusahaan tersebut sampai sejauh mana kemampuan mereka meng cover keselamatan dari karyawan mereka… tentu saja untuk perusahaan yang besar tidak masalah, tetapi bagaimana dengan perusahaan yang baru berkembang dimana tentu teman2 yang di safety masih sering menghadapi dilemma antara kemauan dan kemampuan owner dengan penegakan safety aspect di lingkup kerja kita… ingat salah satu kendala dari penerapan safety adalah budget dari perusahaan tersebut.. tentu saja bagi kita praktisi safety tidak ada kata toleransi untuk safety… tapi apakah pemegang saham yang biasanya kesadaran safety nya masih rendah dan lebih mengutamakan produktifitas dan efisiensi… disinilah peran dan tantangan dari seorang safety officer bila menghadapi situasi perusahaan semacam ini untuk meningkatkan kesadaran top management mengenai safety… ingat safety itu adalah suatu investasi yang sangat besar, baik dimasa sekarang maupun masa depan…

Menurut saya terminology dari kecelakaan kerja adalah suatu kecelakaan yang terjadi mulai dari orang tersebut berangkat dari rumah langsung menuju ke tempat aktifitas dengan tujuan untuk bekerja dan selama berada di tempat aktifitas sampai dia kembali lagi ke rumah.
Mengenai terminology accident, incident dan near miss saya rasa sudah jelas diterangkan oleh rekan – rekan semua.

Mohon pencerahannya bila ada hal yang dianggap kurang tepat.

Tanggapan 13 – RonnY Sitompul

Incident : event that gave rise to an accident or had the potential to lead to an accident

Accident : undesired event giving rise to death, ill health, injury, damage or other loss

Sumber OHSAS 18001 : 1999