Mohon informasinya dimana saya bisa mendapatkan data chemical composition dari
Heavy Oil yang disuplai oleh pertamina (data yang up to date) dan Net/Gross heating
valuenya.
Juga mohon pencerahannya apa yang dimaksud dengan Net/Gross heating value.

Tanya – rudy-subagio@amfg

Dear Rekans,

Mohon informasinya dimana saya bisa mendapatkan data chemical composition dari Heavy Oil yang disuplai oleh pertamina (data yang up to date) dan Net/Gross heating valuenya.
juga mohon pencerahannya apa yang dimaksud dengan Net/Gross heating value.

Trimakasih,

Tanggapan 1 – adhi budhiarto

Heavy Oil jenisnya apa? Low Sulfur Waxy Residue/LSWR atau yang lainnya?

Biasanya kalo minyak dalam bentuk liquid yang ada analisa distilasinya, kalo dalam bentuk gas baru ada chemical composition-nya.

GHV/HHV : nilai kalornya memperhitungkan nilai kalor yang dibutuhkan H2O produk pembakaran sampai H2O tersebut terkondensasi pada 25oC.

NHV/LHV : nilai kalornya tidak memperhitungkan H2O hingga kondisi terkondensasi, tapi dalam kondisi H2O apa adanya. Oleh karena itu nilai NHV/LHV inilah nilai yang lebih realistis untuk digunakan dalam perhitungan.

Tanggapan 2 – rudy-subagio@amfg

Dear Pak Adhi,

Trimakasih atas pencerahannya.

Untuk pengechekan kalori dengan ‘bomb calorimeter’ hasilnya apakah GHV atau NHV ?

>> jenis HO kalo nggak salah LSWR, bentuknya liquid dan sebelum dipakai untuk pembakaran HO ini dipanaskan dulu karena sangat kental (viskositas nya tinggi).

Tanggapan 3 – adhi budhiarto

Pak Rudy,

Spec. LSWR Pertamina to market :

SG = 0,87-0,93

Viscosity = 100-350 cS

Sulfur content = 0,2% wt (max)

Flash Point = 70oC (min)

Pour Point = 50 oC (max)

N = 1600 ppm (max)

LSWR merupakan blending Long Residue (Residue Crude Distilling Unit), Gas Oil (HCGO/HVGO), dan Short Residue (Residue High Vacuum Unit); kalo di UP II Dumai plus bottom kolom fraksinasi Hydrocracker. Untuk analisa distilasi komponen blending LSWR saya punya, tapi untuk analisa distilasi LSWR saya tidak punya.
Coba nanti saya carikan dulu.

Untuk output bomb calorimeter saya tidak tau GHV atau NHV.

Tanggapan 4 – adhi budhiarto

Pak Rudy,

Ternyata analisa distilasi LSWR tidak pernah dicek secara rutin. Yang dicek secara rutin adalah spec. LSWR to market tersebut (tambahan : ash content = 0,1 % max, Conradson Carbon Residue = 8% wt max, dan water content = 0,5 % vol max).
Biasanya kalo dibutuhkan baru diambil analisa distilasinya atau untuk perhitungan biasanya dengan mem-blending komponen2 blending LSWR dengan bantuan software hysys. Btw, Pak Rudy butuh chemical composition LSWR untuk apa?

Tanggapan 5 – rudy-subagio@amfg

Pak Adhi,

Trimakasih atas info-nya, ditempat saya bekerja HO ini dipakai sebagai bahan bakar untuk meleburkan kaca (Flat Glass), HO ini dipanaskan dengan HE sampai temp. 90 degC, kemudian disalurkan ke burner-lance. Biasanya setiap lot penerimaan HO dari pertamina bagian QC akan cek SG,viscosity, S% dan cal/gr, cal/cc. sebagai contoh pengecheckan baru-2 ini :

HO SG = 0.95, viscosity at 38degC = 192, S%=1.69, CCR = 8.61%, moist =0.2%, cal/gr = 10432. pengechekan calori dengan ‘bomb calorimeter’, masalahnya adalah saya tidak yakin apakah yang diukur itu NHV atau GHV, menurut info yang saya terima jika kita tahu kandungan C%, H%, N% kita bisa tentukan GHV/NHV ??

Tanggapan 6 – Adhi Budhiarto

Pak Rudy,

Banyak jalan menuju Mekkah. Bisa lewat embarkasi Jakarta, Bandung, atau bahkan Batam (tapi tidak bisa lewat Dumai). Kalo Pak Rudy mau ngitung LHV atau GHV pake cara yang ada di buku Combution Guide-nya British Petroleum, mungkin Pak Rudy harus tau kandungan C, H, dan S Fuel Oil-nya, karena rumus empirisnya sbb (untuk Fuel Oil) :

GHV FO = 0.339 C + 1.44 H + 0.105 S MJ/kg (atau G = 51.916-8.792 d^2

MJ/kg)

LHV FO = 0.339 C + 1.214 H + 0.105 S MJ/kg dimana C, H, dan S adalah %wt carbon, hydrogen, dan sulfur, dan d adalah specific gravity liquid fuel.

Tapi Pak Rudy bisa pake cara lain :

1. Pake Grafik yang ada di API Technical Data Book (grafik API gravity vs Heat of Combution).

2. Pake rumus empiris yang ada di buku W.L. Nelson (kalo gak salah judulnya ‘Petroleum Refinery Engineering).

LHV FO = 13080 – (3425xrho) Tcal/T

dimana rho = densitas FO.

3. Pake rumus empiris lain (saya lupa sumbernya dari mana) :

GHV FO = 12400 – 2100xSG^2 Tcal/T

LHV FO = (11088-2100F^2 + 757F)(1-X-Y-S)+2450S-585X

dimana SG = specific gravity FO, F = densitas (60/60oF) FO (g/cc), X=fraksi kandungan air (%vol), Y=fraksi kandungan abu (%vol), dan S=fraksi kandungan sulfur (%vol).

Perlu diketahui bahwa untuk X,Y, dan S dalam (1-X-Y-S) adalah dalam fraksi (bukan dalam %).

Rumus yang terakhir ini yang lebih sering saya pake untuk perhitungan2 saya, karena lebih reliable dan lebih dapat memanfaatkan data2 analisa fuel oil yang biasa dianalisa.

Untuk Fuel Gas rumus empirisnya beda lagi :

1. Dari Nelson :

LHV FG = (155 + (1425xSG)) Btu/ft3

2. Rumus empiris lain (saya lupa sumbernya) :

GHV FG = 7.2991((215+1500SG)/SG) Tcal/T

LHV FG = 7.2326((155+1425SG)/SG) Tcal/T

Untuk yang no. 1 (grafik API), insya Allah nanti siang atau besok saya kirim ke japri Pak Rudy (soalnya masih dalam bentuk hard copy, belum saya scanning).

Semoga bermanfaat.