Predictive maintenance adl suatu metode prediksi dalam maintenance. Selain predictive spt kita tahu bersama kita juga mengenal beberapa filosofi maintenance yaitu Breakdown Maintenance, Preventive Maintenance dan Proactive Maintenance.

Tanya – Afif Effendi

Ada yang bisa kasih penjelasan tentang :

1. Didaerah mana aja sensor vibrasi diletakkan pada gas turbine ketika mau melakukan predictive maintenance ?

2. Bisa ga data vibrasi hanya berdasarkan data di komputer operasi gas turbine sbg acuan analisa predictive maintenance?

3. Selain vibrasi unsur apa aja yang diperhitungkan dalam predictive tsb?

Terimakasih

Tanggapan 1 – Sketska Naratama

Dear pak Afif Efendi

Q : Didaerah mana aja sensor vibrasi diletakkan pada gas turbine ketika mau melakukan predictive maintenance ?

A : Predictive maintenance adl suatu metode prediksi dalam maintenance. Selain predictive spt kita tahu bersama kita juga mengenal beberapa filosofi maintenance yaitu Breakdown Maintenance, Preventive Maintenance dan Proactive Maintenance.

Lalu bagaimana melakukan predictive maintenance pada Gas Turbines? Sebelum saya menjawab ini, harus kita pahami bahwa Predictive Maintenance (PdM) dapat dicapai dengan tools yg cukup advance. Biasanya yg digunakan adalah Vibration, Oil Analysis, Thermography, dan Sound Measurement.

Berbicara vibration yg dikaitkan dengan gas turbines maka biasanya gas turbine dibagi dalam tiga (3) unit yaitu Gas Producer Unit, Gearbox Unit, dan Driven Unit (Biasanya driven nya generator yach).

Secara umum, peletakkan sensor vibrasi pada sisi Inboard dan Outboard utk semua rotating equipment. Dalam hal ini sisi Inboard dan Outboard diletakkan pada ketiga unit yg dijelaskan diatas.

Q : Bisa ga data vibrasi hanya berdasarkan data dikomputer operasi gas turbine sbg acuan analisa predictive maintenance?

A : Pak Afif, sebenarnya yg jadi permasalahan bukan bisa atau tidak. Akan tetapi, apakah data yg kita dapatkan itu dapat menganalisa kerusakan atau tidak.

Jika memang pak Afif bertanya spt diatas, maka menurut hemat saya tidak bisa. Mengapa? Krn data yg didapatkan hanyalah data dalam bentuk Overall Value. Dari data overall value ini, pak Afif hanya mendapatkan nilai vibrasi umum saja. Shg tidak mengetahui sebab-musabab vibrasi yg terjadi.

Utk sebab-musabab yg terjadi, maka harus kita lengkapi dengan alat yg namanya : VIBRATION MACHINERY ANALYSER. Yang mana dengan alat ini, pak Afif akan mendapatkan Spektrum, Timewave Form, dan perihal lainnya utk menjustifikasi kerusakan pada Gas Turbines tsb.

Q : Selain vibrasi unsur apa aja yang diperhitungkan dalam predictive tsb?

A : Seperti telah saya terangkan diatas, selain vibrasi pak Afif juga memerlukan analisa oli, pemetaan thermal (dikenal dg thermogprahy) dan analisa suara (Sound Analysis). Memang biasanya, tools vibration sudah cukup dalam setup predictive maintenance awal. Bergantung kpd cost perusahaan juga 🙂

FYI, secara konsep studi yang dilakukan oleh IRT (institute of infrared thermography menunjukkan bahwa besarnya cost yg dapat di save dibandingkan dengan metode Preventive Maintenance sebesar 50%-70% per annual budget. Jadi jika hitung2an ekonomis, sangat menjanjikan. Itu saja pak Afif, semoga membantu. Rekan2 yg lain jangan ragu jika memang masih ada hal yg perlu didiskusikan lagi.