Jika suatu industri berencana menggunakan bahan bakar Natural Gas, adakah yang bisa membantu memberi informasi mengenai regulasi Indonesia dan standarisasi yang harus digunakan untuk instalasi fasilitas Natural Gas di industri kimia. Regulasi apa saja yang dipakai untuk perizinannya. Misalnya, saya mendengar bahwa untuk instalasi fasilitas NG ini, kontraktornya harus punya sertifikat dari BP Migas. Standard untuk : material selection, fabrikasinya, instalasinya, inspeksinya, test, dll. apakah yang spesifik untuk fasilitas NG ini ?

Tanya – BKC1037

Dear All.

Jika suatu industri berencana menggunakan bahan bakar Natural Gas, adakah yang bisa membantu memberi informasi mengenai regulasi Indonesia dan standarisasi yang harus digunakan untuk instalasi fasilitas Natural Gas di industri kimia.

Regulasi apa saja yang dipakai untuk perizinannya. Misalnya, saya mendengar bahwa untuk instalasi fasilitas NG ini, kontraktornya harus punya sertifikat dari BP Migas.

Standard untuk : material selection, fabrikasinya, instalasinya, inspeksinya, test, dll. apakah yang spesifik untuk fasilitas NG ini ?

Terimakasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – dhani amannatur

Untuk instalasi pipa industri kimia pakai standar American National Standars Institute (ANSI) B31.6 sedangkan untuk pipa transmisi & Distribusi nya pake ANSI B31.8.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

(Nah,…….ini baru makanan professionalnya Facilities Engineering contractor of Oil & Gas, walaupun diskusi ttg. Insinyur tetap dilajutkan 🙂 ) .

Pak Dadang,

Apakah perusahaan anda ini sebelumnya menggunakan BBM dan sekarang ada rencana ke BBG ?

Kalau ya, yang harus anda lakukan adalah mengontak perusahaan kontraktor/konsultan Engineering yg bergerak di bisnis Facilities Engineering. Gampangnya adalah, pada tahap awal, anda perlu melakukan mengadakan Proyek Engineering Study lebih dulu. Nah, salah satu Design output (Study Report), akan termasuk recognized industrial practice/code, International/National Legislation yg harus anda jadikan input untuk tahap 2 (Front End Engineering Design), sebelum akhirnya tahap 3 (Detail Design).

Regulasi Indonesia yg harus anda ikuti aka tergantung dari jenis/tipe teknologi yg direncanakan, kompeksitas, kasus spesifik, dll. yg sangat teknis. Jadi tidak hanya 1 regulasi. Contoh : apakah anda akan menyediakan storage sendiri atau outsource, maka regulasi yg harus diikuti akan berbeda.

Tanggapan 3 – Bandung Winardijanto

Mas Dadang,

Industri kimia diluar wewenang BPMIGAS, silahkan searching standar2 SNI dari BSN Untuk aman nya memang lebih baik menggunakan kontraktor2 yang sudah di kenal oleh BPMIGAS karena mereka familiar dengan standar Design & Safety Oil & Gas.

Tanggapan 4 – Joko Hartono

Pak DA,

Sepertinya Pak Dadang ini sudah sampai tahap yg ke 3 (Detail Engineering Design). Pemasok Gas dan kontraktornya sudah ada kan Kang Dadang?

Tanggapan 5 – Dirman Artib

Pak Joko,

Bagaimana bisa pada tahap detail engineering nggak ada tersedia informasi tentang regulasi ?

Gimanadeliverable of Design Basis nya , tuh ?

Tanggapan 6 – wisnu nugroho

Pak Dadang,

Untuk resouces NG nya anda harus berhubungan dengan pemasaran BPMIGAS. untuk sertivikasi anda harus berhubungan dengan dit teknik Ditjen MIGAS.