Dear rekan yang berkecimpung didalam bidang Transportasi laut/air khususnya yang menyangkut keselamatan banyak orang (penumpang) seperti crewboat, accomodation barge, ferry dll.
Mohon sharingnya mengenai penggunaan petunjuk, guidelines dan regulasi tentang keselamatan penumpang dan kapal yang digunakan. Saya hanya mengetahui di SOLAS, apakah ada regulasi atau petunjuk detail lainnya yang harus diacu?
Terima kasih sebelumnya..

Tanya – andycsoetjipto

Dear rekan yang berkecimpung didalam bidang Transportasi laut/air khususnya yang menyangkut keselamatan banyak orang (penumpang) seperti crewboat, accomodation barge, ferry dll.
Mohon sharingnya mengenai penggunaan petunjuk, guidelines dan regulasi tentang keselamatan penumpang dan kapal yang digunakan. Saya hanya mengetahui di SOLAS, apakah ada regulasi atau petunjuk detail lainnya yang harus diacu?
Terima kasih sebelumnya..

Tanggapan 1 – A.E. Nugrahadipura

Mas Andy,

Tambahan acuan petunjuk bisa ke STCW ’95…….

Tanggapan 2 – Yuyus Uskara

OK Pak Andy,

Sejauh yang saya tau, selain SOLAS:

– COLREG (Convention on International Regulation for Preventing Colission at Sea (COLREGs)

– ICLL (International Convention on Load Lines)

– International Convention on Tonnage Measurement of Ship (TM)

– STCW (International COnvention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers

– International Convention on Maritime Search and Rescue (SAR)

– MARPOL (International Convention for the Prevention of Pollution From Ships)

– FSS Code (International Fire Safety System Code)

– LSA Code (Life Saving Appliances Code)

(FSS and LSA termaktub di SOLAS, tapi memberikan detail teknis lebih dibandingkan chapter chapternya SOLAS).

terus mungkin referensi yang bisa direfer ya ke Local Authority regulation.

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

Nambahin aja punya Pak Yuyus,

Kita memakai referensi tersebut (sesuai list dibawah) dan ditambah referensi punya :

– US Coast Guard

– IMCA (International Marine Contractors Association)

– IMDG (International Maritime Dangerous Goods Code)

– IOPP (International Oil Pollution Prevention Certificate)

– ISPS (International Ship & Port Facility Security Code)

Berikut recommended practice atau rules punya

– LR (Lloyds Register)

– ABS

Kira-kira begitulah adanya…tetapi masing2 referensi diambil utk membuat spesifikasi yg lebih khusus buat kepentingan perusahaan misal life jacket, life vest, yg mesti disediakan dalam kapal dll. Atau fire fighting appliancenya, atau navigation and communicationnya, dll.

CMIIW.

Tanggapan 4 – firman sicakep

Ikut nambahin, sebetulnya intinya yang digunakan Intenasional adalah ISM Code SOLAS, COLREG,IOPP,IMDG,STCW,MARPOL,Maintenance,Klas dan lain-lain itu sudah termasuk ke dalam ISM Code.
Kalau ISPS beda karena fokusnya pada keamanan/security bukan safety selain itu tentu ada standar2 lain tergantung permintaan pihak penyewa/charter user contohnya seperti peraturan HSE di Oil&Gas company dll.

Tanggapan 5 – Jamin Hartono

Tambahan untuk National Rules:

UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
PP No.7 Tahun 2000 Tentang Kepelautan

Many thanks and best regards

Tanggapan 6 – ido

Tersebut sesuai uraian rekans, pastikan semua sertifikat kelaiklautan kapal kondisinya masih berlaku, al:

– SMC (safety management certificate), diterbitkan oleh pemerintah/ Ditkapel

– sertifikat oleh klas (lambung, dek permesinan)

– sertifikat peralatan keselamatan (ILR, pemadam, HRU)

– optional : kekuatan luasan clear deck

Selain itu biasanya rekomendasi pihak ke III juga perlu diperhatikan/ IMCA karena rekomendasi ybs sdh mengacu pada IMO standard.

monggo… sebagai tambahan.

Tanggapan 7 – andycsoetjipto

Terima kasih banyak atas sharingnya, sungguh bermanfaat.

Selamat berkarya.