QRA secara umum terbagi menjadi dua kaki, yakni Risk Analysis dan Risk Evaluation. Jika Risk Analysis berkutat dengan Identifikasi Bahaya, berikut estimasi efek dan dampaknya, maka Evaluasi Resiko berkutat pada pembandingan hasil perhitungan resiko dengan kriteria penerimaan (acceptance Criteria). Menjadi bagian integral dari sebuah QRA adalah fase Risk Treatment. Di sini dilakukan pemerian upaya upaya pengurangan resiko berikut efektifitasnya demi mencapai Acceptable Risk. Resiko yang telah diupayakan pengurangannya inilah kemudian disosialisasikan ke seluruh entitas.

Pembahasan – Crootth Crootth

Dear All,

Sebelum lebih jauh saya ingin membagikan sebuah buku/report gratis QRA (Ditulis oleh Joao Santos) yang dapat diunduh di www.iips-online.com silahkan dipelajari, jika ada pertanyaan boleh japri ke email saya.

Semalam, saya bersama sama Alvin Alfiyansyah (Chevron Indonesia Co) telah mempresentasikan perbedaan pandangan antara European Based dan American Based Company dalam memandang Risk Assessment dan Process Safety. Diskusi berjalan cukup menarik karena sebagian peserta memang tertarik untuk mengetahui apa itu Risk Assessment a la Eropa dan A la Amerika. Terlebih bagaimana aplikasi QRA di perusahaan amerika dan eropa.

Pada sesi pertama Alvin banyak menjelaskan pandangan (perusahaan) Amerika mengenai Process Safety. Sebagaimana di bidang lainnya, menjadi ciri khas entitas Amerika adalah membuat sesuatu itu simple, mudah, dan cepat untuk dilakukan. Begitu pula dalam Risk Assessment, daripada berkutat dengan rumus rumus detail dan lengkap seperti yang dilakukan entitas eropa, Amerika cenderung menggunakan index index yang lebih kualitatif dibanding kuantitatif. Maka, korelasi index-index Muhlbauer dalam Pipeline Risk Assessment, Index Index seperti Dow’s Fire and Explosion Index, Dow’s Chemical Exposure Index yang digunakan di Industri Process, Aplikasi API RP 14C pada industri hydrocarbon menjadi laku keras dan secara meluas digunakan (termasuk di beberapa perusahaan eropa).

Maka dengan demikian dapat disimpulkan, secara umum (fasilitas process di) Amerika lebih menyukai pendekatan Prescriptive, atau Deterministic dalam hal risk assessment.

Jika Amerika lebih menyukai qualitative analysis dalam melakukan risk assessment, tidak demikian dengan entitas Eropa. Industri Process di Eropa lebih menyukai pendekatan Quantitative yang berbasis kinerja (performance based) dalam menghitung risk pada sebuah fasilitas process. Oleh karena itu penggunaan QRA itu secara masif dapat ditemukan di hampir semua (fasilitas process di) Eropa.

QRA secara umum terbagi menjadi dua kaki, yakni Risk Analysis dan Risk Evaluation. Jika Risk Analysis berkutat dengan Identifikasi Bahaya, berikut estimasi efek dan dampaknya, maka Evaluasi Resiko berkutat pada pembandingan hasil perhitungan resiko dengan kriteria penerimaan (acceptance Criteria). Menjadi bagian integral dari sebuah QRA adalah fase Risk Treatment. Di sini dilakukan pemerian upaya upaya pengurangan resiko berikut efektifitasnya demi mencapai Acceptable Risk. Resiko yang telah diupayakan pengurangannya inilah kemudian disosialisasikan ke seluruh entitas.

Semalam juga saya berupaya menjelaskan bahwa QRA bukan saja merupakan wahana efektif dalam menghitung risk, tapi juga merupakan wahana yang handal untuk menghitung efektifitas usaha usaha penurunan resiko yang akan dipasang. Jika usaha usaha penurunan resiko yang dipasang memang tidak/kurang efektif, QRA sebagai sebuah tools dapat memerikan seberapa tidak efektifnya mereka. Contoh yang bisa diberikan adalah pada sebuah perusahaan minyak ada sebuah proyek pemasangan alat deteksi gas yang bernilai ratusan ribu US dollar. Setelah dihitung dengan menggunakan QRA ternyata resiko oleh fasilitas tersebut adalah tolerable dan hasil consequence analysis menunjukkan jika terjadi kebocoran gas (20 mm) dalam 2 detik si gas bocor ini sudah dapat mencapai sumber nyala. Apakah anda masih yakin Gas Detector mampu bereaksi (memberikan alarm, melakukan tindakan menutup /mengisolasi valves, menghidupkan PAGA, dll) secepat itu untuk mengingatkan adanya gas bocor?

Sekali lagi, QRA tidaklah melulu menghasilkan: pemasangan lapisan pelindung A, lapisan proteksi B, dll, melainkan QRA juga dapat/mampu (jika memang diinginkan) memberikan: lapisan pelindung A tidak efektif, sebaiknya tidak dipasang, lapisan pelindung B efektif hanya djika dipasang di jarak X m dari sumber bocor, pasanglah lapisan pelindung C karena bla bla, dll.

Silahkan jika ada yang ingin menanggapi.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Mas Darmawan,

Apa yang bisa membuat kita yakin bahwa Risk Criteria yang kita tetapkan itu ‘tepat’ artinya tdk over dan tdk under specification.

Katakanlah suatu plan di desain untuk 30 tahun (Company belum punya angkanya), maka Acceptable Failure nya berapa ya?

Mohon diluruskan jika keliru, bukankah ‘pengali’ untuk Europe dan USA itu berbeda (Europe lebih ketat) ?

Jawaban dari pengalaman anda melakukan Risk Evaluation pasti sangat berharga, mohon kira-nya untuk dibagi.
Terima kasih.

Crootth Crootth

Mas Munawir,

Angka dalam Risk ‘Acceptance’ Criteria itu sendiri muncul sebagai hasil konvensi sosial, hasil pandangan bersama dalam menilai sebuah resiko, karena kita tahu pandangan masing masing individu mengenai resiko tidaklah sama (misalnya: anda mungkin memandang debus beresiko, namun tidak bagi saya, dan seterusnya). Karena sifatnya konvensi sosial maka masing masing risk ‘acceptance’ criteria hanya berlaku untuk komunitas sosial dimana konvensi itu disepakati bersama, misalnya kriteria risk acceptance menurut HSE-UK R2P2 bisa jadi berbeda dengan di Rusia.

Karena itu, kata ‘tepat’ dalam pertanyaan anda juga bergantu kepada di mana anda mengatakan itu? Kalau anda mengatakan di Indonesia, yah jawabannya belum ada yang tepat, karena Indonesia belum berhasil menyepakati risk acceptance criteria sebagaimana di Inggris. Tapai kalau tidak ada peraturannya masa iya kita diam saja tidak melakukan sesuatu untuk menilai resiko? Mas Munawir pasti tahu selemah lemahnya orang beriman adalah orang yang tidak melakukan apapun bukan?

Pertanyaan kedua, boleh minta dispesifikkan lagi?

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: