Sedikit hal terkait aspek sosial, budaya, dan ekonomi, perlu sekali dipertimbangkan bagaimana anda memasukkan unsur-unsur dari Responsible Care(R) seperti pollution prevention, product stewardship, employee health and safety, process safety, distribution, community awareness/emergency response, dan security.
Ketujuh unsur/code ini juga yang sedang dikembangkan oleh KNRCI (Komite Nasional Responsible Care Indonesia) kepada semua industri di Indonesia.

Tanya – Valentina

Salam kenal rekan-rekan,

Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti suatu konferensi internasional mengenai oil and gas di china, dan sebagai salah satu mahasiswa perwakilan dari indonesia, saya mengikuti student project berupa lomba studi kasus dan proyek. Nah, kelompok saya mendapat topik untuk membuat design dalam mendirikan suatu lapangan produksi minyak dan gas, mulai dari eksplorasi sampai produksi dan distribusi produk kepada masyarakat di lingkungan yang sangat asri, di mana merupakan konservasi alamiah baik lautan maupun hutan-hutan.

Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan. mungkin teman2 bisa bantu memberikan informasi.

Untuk suatu field oil and gas, jika pemerintah melarang adanya flare, maka apa yang sebaiknya dilakukan? bagaimana agar produksi gas bisa memenuhi spesifikasi kandungan hanya berupa propana dan butana sehingga dapat didistribusikan ke masyarakat setempat? apakah menggunaka unit dehidrasi glikol atau TEF untuk dehidrasi CO2 dan kemudian mengalirkan dengan pipeline sudah cukup?

Kemudian, mengenai survey dengan metode seismik, metode dan teknologi apa agar meminimalisasi bekas2 yang ditinggalkan di alam?saya pernah mendengar mengenai vibrator seismic, apakah metode ini aman bagi alam?

Dalam proyek ini, kami diminta untuk membangun suatu perusahaan yang juga memperhatikan efek sosial, budayak, ekonomi, reputasi dan lain sebagainya, oleh karena itu, sebagai wakil dari Indonesia, saya sangat mengharapkan bantuan dari bapak-ibu sekalian..

Tanggapan 1 – Bahtiar Yulianto

Semoga sukses Valentina,

Sedikit hal terkait aspek sosial, budaya, dan ekonomi, perlu sekali dipertimbangkan bagaimana anda memasukkan unsur-unsur dari Responsible Care(R) seperti pollution prevention, product stewardship, employee health and safety, process safety, distribution, community awareness/emergency response, dan security.
Ketujuh unsur/code ini juga yang sedang dikembangkan oleh KNRCI (Komite Nasional Responsible Care Indonesia) kepada semua industri di Indonesia.

Adapun hal-hal detail saya kira akan lebih baik jika dibuatkan kerangka utama dulu untuk masing-masing code tersebut. Process Safety memang utama sehingga mendapat porsi perhatian besar dari anda tetapi tidak bijaksana jika kerangka lain tidak cukup atau kurang menjadi perhatian anda. Akan lebih aman jika setidaknya anda punya min. 3 atau 5 strategi untuk masing-masing kode/unsur.

Untuk detail strategi saya percaya rekan-rekan anggota milis ini sangat mumpuni memberikan ide terbaiknya.

Tanggapan 2 – And Riawan

Rekan Val,

Untuk suatu field oil and gas, jika pemerintah melarang adanya flare, maka apa yang sebaiknya dilakukan? flare nya di tutup/ gas nya jangan di buang/ dibakar ke flare.

bagaimana agar produksi gas bisa memenuhi spesifikasi kandungan hanya berupa propana dan butana sehingga dapat didistribusikan ke masyarakat setempat? dibuat kilang LPG, di kilang LPG produk utamanya adalah LPG propan, butan dan campuran . . . sisa gas yang sudah kering di kembalikan ke jalur pipa (pipeline) untuk disalurkan.

Apakah dengan menggunakan unit dehidrasi glikol atau TEF untuk reduksi CO2 dan kemudian mengalirkannya dengan pipeline sudah cukup? cukup, selama spesifikasi gas yang di kirim tersebut masih dapat memenuhi permintaan konsumen . . .

Untuk pertanyaan lain, mungkin teman2 yang lain akan membantu.