Sudah jamak sekali jika kita minta Draft Kontrak dulu untuk kita review sebelum setuju untuk bergabung dimana isinya adalah hak dan kewajiban kita dan semua T&Cs yg menyangkut masalah employment. Kita akan tahu berapa basic salary, macam2 tunjangan yang akan kita peroleh, medical insurance, akomodasi, transport, annual leave ( cuti tahunan ), annual bonus, education assistance untuk anak, etc.

Tanya – ihsan fahmi

Dear rekans,

Maap saya langsung ke inti masalah aja ya…..

Saya ditawari untuk bekerja di sebuah EPC-untuk bekerja sebagai site engineer di Bontang-proyek pabrik. Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai asuransi, di perusahaan ini saya tidak pernah ditawari asuransi. Sampai saat ini saya seringkali bertanya mengenai hal ini, tapi mereka seperti enggan untuk menjelaskannya.

Adakah kiranya aturan yang jelas mengenai asuransi tenaga kerja?

Apakah saya memang tidak mendapatkan asuransi, karena lokasi proyek tersebut di daerah yang terjangkau?

Atau apakah karena saya hanya di kontrak proyek?

Terus terang selama saya berganti kantor, saya selalu bernegoisasi mengenai asuransi.

Sedangkan mereka sepertinya berharap saya segera bergabung, malah minggu depan saya diminta untuk berkenan di belikan tiket pesawat ke sana.

Mohon bagi rekan-rekan untuk share pendapat.

Tanggapan 1 – pungki purnadi

Maz Ihsan Fahmi,

Ada baiknya anda meminta dulu job offer atau bisa langsung kepada contoh kontrak kerja nya. Sehingga bisa dipelajari apa yang akan menjadi hak dan kewajiban anda.

Disatu sisi lain anda bisa juga melakukan benchmarking terhadap jenis perusahaan nya, sehingga anda bisa punya gambaran kondisi yang biasa diberikan kepada para karyawan nya, terutama yang berkaitan dengan fasilitas, compensation dan benefit.

Setiap pemberi kerja juga wajib mentaati UU13 /2003 tentang ketenagakerjaan,

Jadi silahkan juga anda lihat aspek normatif dari UU tsb. Seperti asuransi, normatif nya memang di cover oleh Jamsostek, akan tetapi di Industri Migas biasanya memberikan coverage diatas normatif atau jamsostek.

Tanggapan 2 – ihsan fahmi

Mas Pungki terimakasih atas feedbacknya,

Dan apakah etis apabila saya meminta kontrak kerjanya dulu (contohnya), sebelum saya tandatangan?

Saya seh biasanya ketika deal, baca kontrak sebentar (isi kontrak sesuai dengan yang telah dibicarakan ketika inteview) kemudian saya teken deh….
Belum pernah seperti proyek ini, makanya saya rada ragu. Tapi dilain pihak saya g enak sama mereka.

Gimana ya…..

Tanggapan 3 – Abhie Dhira

Mas Ihsan

Pendapat saya ga masalah kita minta kontrak nya untuk di pelajari terlebih dahulu, malah itu bsa lebih baik sebagai awal sebelum menandatangani kontrak..
Kalau menurut daya malah kondisi ini yang ideal, baca kontrak dulu, kemudian di tanda tangani baru kemudian kerja sesuai apa yg ada di kontrak..

Tanggapan 4 – Rochim,Abdur

Urun rembug,

Saya kira sudah jamak sekali jika kita minta Draft Kontrak dulu untuk kita review sebelum setuju untuk bergabung dimana isinya adalah hak dan kewajiban kita dan semua T&Cs yg menyangkut masalah employment. Kita akan tahu berapa basic salary, macam2 tunjangan yg akan kita peroleh, medical insurance, akomodasi, transport, annual leave ( cuti tahunan ), annual bonus, education assistance untuk anak, etc.

Draft kontrak bisa dikirim by email, dan kita akan diminta tanda tangan sebagai tanda setuju isi draft kontrak, dan dikirim balik via email juga. Selanjutnya setelah masuk kerja pada minggu pertama kita akan dikasih 2 set Kontrak asli untuk ditandatangai secara langsung…. dan salah satunya untuk pegangan kita.

Maaf … kalau kita tidak pernah tahu draft kontrak, bukannya beli kucing dalam karung, tapi kita akan masuk karung ….. gelap pak.

Tanggapan 5 – Lukman ST

Mas Fahmi,

Yang terpenting sebelum kita Join ke sebuah perusahaan adalah adanya perjanjian hitam di atas putih sebagai bahan pegangan ketika terjadi perselisihan.
Saya ada pengalaman untuk kasus yang seperti ini, Saya pernah kerja di sebuah perusahaan di Kal-Tim, ketika interview di Jakarta di jelaskan mengenai Salary & lain-lain dan dijelaskan perjanjian kerjanya baru akan di tanda tangani kemudian di Kal-Tim, Saya Setuju dan mereka memberikan tiket pesawat untuk berangkat 1 atau 2 minggu kemudian.

Setelah sampai di sana dan kira-kira 3 minggu bekerja, mereka memberikan perjanjian kerja untuk saya sign, setelah saya baca banyak yang tidak sesuai dengan yang di janjikan pada saat Interview, ketika kita meminta penjelasan dengan ringan mereka menjawab kalo tidak mau sign Ya tidak apa-apa mereka akan mencari pengganti yang baru.Dengan kondisi seperti itu jadi dilema namanya, kerja yang lama sudah di lepas, yah dengan terpaksa harus menerima walaupun ada perasaan kecewa….

Tanggapan 6 – ihsan fahmi

Tq all, sebetulnya sekarang pun saya lagi dilematis.

O iya mas Lukman, sebetulnya mereka bilang kalo ttd kontraknya ntar aja pas mau berangkat.

Keragu2an ini sebetulnya timbul karena 2 hal:

1. mereka selalu enggan menjawab kalo saya tanyakan asuransi,

2. mengenai kontrak kerja.

Semua terima kasih. Btw mumpung masi ada jeda seminggu ini-saya masih menerima masukan kok.

Tanggapan 7 – kurniawanadisuryo

Iya betul pak Lukman.

Sebaiknya hati-hati, kalo dari awalnya sudah gak jelas, tidak terbuka, tidak tramsparan mungkin itu juga pertanda kurang baik. apalagi peristiwa yang dialami pak lukman tersebut, trik – trik yang dilakukan perusahaan.

Yang penting minta kejelasan ( hitam diatas putihnya ) dan jangan lupa dibaca – baca dulu pak dan kalo tidak atau kurang jelas langsung ditanyakan saja.

Tanggapan 8 – Crootth Crootth

Menurut saya tidak bijak memerangkapkan diri dalam ketidakpastian mending tanda tangan kontrak dulu sebelum benar benar bekerja.

Tanggapan 9 – bonie satria

Wah kalau yang model itu, namanya ingkar janji,tidak sesuai dengan perjajnjian,atau gentlemen agreement. Bisa dituntut tuh. Yah secara umum memang posisi pekerja itu dibawah,tapi ngak boleh dibawah bawahi seenahnya. Dan biasanya perusahaan yg melakukkan tindakan seperti itu ‘perusahaannya’ nya tidak punya keinginan untuk menjaga nama alias maaf ecek2 lah. Bagus pengalaman ini untuk di share.

Satu lagi sekarang lagi model lagi khususnya diluar negeri,kalau diterima mereka minta uang 30% dari gaji kita untuk biaya worker union. apapun alasannya itu penipuan,jangan dilayani.saya pernah ( belum kena sih,tapi sempat saya laporkan kekedutaan ) dan diakui itu model baru penipuan.

Tanggapan 10 – Sukra Arnaldi Ahda

Pak Ichsan,

Saya sudah 3 kali punya pengalaman buruk soal kontrak kerja seperti ini pak, tapi dengan kasus yg berbeda-beda. Pengalaman memang mahal harganya.
Memang kalau perusahaan tidak langsung menjawab pertanyaan kita dgn jelas atau bertele-tele atau mengumbar janji, ya.hati-hati saja.
Kalau soal etis atau tidak minta draf kontrak, nyatanya di perusahaan saya sekarang sebelum saya minta drafnya mereka (HRDnya) malah nawari saya duluan untuk meneliti draf kontraknya (malah boleh saya bawa pulang Pak) apakah sudah sesuai dgn hasil negosiasi dgn user atau masih ada hal-hal yg kurang jelas.
Kalau saya diposisi anda sekarang, saya akan minta detail sejelas2nya ttg hak dan kewajiban kita kelak dan pastikan semuanya tertuang dalam kontrak, tanda tangan KEDUA BELAH PIHAK, baru ajukan resign ke perusahaan yg sekarang.
Sharing saya ini relevan hanya jika anda benar-benar ingin pindah perusahaan Pak Ichsan.

Tanggapan 11 – ihsan fahmi

Ok, one for all…..

Akhirnya saya ingin ucapkan terima kasih dulu, karena saya sudah tidak ragu lagi untuk memutuskan. Sekedar info kemarin sekitar jam 13.30 WIB pihak pemberi job akhirnya mengirim saya draft kontrak (nama: Kontrak Tertentu?)

Dan kemudian mereka memberikan saya waktu untuk join at nggak sampai jam 13.00 hari ini.

Sayapun mempelajarinya, akhirnya ketemu pada pasal mengenai jam kerja dan pasal mengenai perawatan kesehatan karyawan.

Dari kotrak saya ini, saya ambil kesimpulan :

1. Mereka tidak menyediakan life insurance.

2. Apabila accident risk menimpa, mereka hanya akan menanggung biaya rumah sakit yang ditunjuk mereka sebesar 1/2 gaji pokok selama satu bulan.
Bagaimana jika ternyata biayanya itu lebih dari itu?

3. Jam kerja mereka patok 40 jam dalam seminggu-7 jam sehari-no overtime.
Tapi waktu libur tidak dijelaskan lebih lanjut.

4. Rasio waktu kerja dan liburan adalah 6 bulan 2 minggu (tapi pulang tergantung pada kondisi lapangan)

5. Nama draft-nya kok lucu ya?: ‘Kontrak tertentu’

Maka sayapun akhirnya sudah bulat untuk tidak mengambil kesempatan ini-terlalu berbelit2, dan kondisi diatas kurang menguntungkan bagi karyawan. Lagian saya tidak diberikan restu dari orang tua dan keluarga apabila perusahaan tersebut sama sekali tidak mau menguruskan asuransi.

Kemudian apakah rekan sekalian, pernah berpengalaman dalam approval ‘Kontrak Tertentu’
Bukannya secara general isi kontrak kerja itu sama pada setiap karyawan?

Rekans terima kasih lo…..

Tanggapan 12 – Thomas Yanuar

Keputusan yang tepat Pak.

Sebaiknya tidaklah mengorbankan diri untuk suatu pekerjaan/jabatan yang belum tentu membawa ke kondisi lebih baik. Apalagi perusahaan sudah terlihat dari awal untuk menutupi klausul hak normatif pekerja. Sependek pengalaman kerja saya di perusahaan2 yang bergerak di sektor Oil/Gas/Energy, pengajuan draft kontrak bagi calon pegawai merupakan hal wajar dan hak untuk mendapatkan jawaban yang sejelas-jelasnya terhadap semua hal yang berkaitan dengan draft kontrak tersebut juga suatu hal yang normal. Jika perusahaan sudah ‘muter-muter tidak jelas’ dalam memberikan respon, kita bisa berpendapat ada sesuatu yang tidak beres disitu. Dan tentu nantinya akan berefek tidak bagus bagi karyawan.
Keep in spirit Pak.