Inboard/outboard patokannya adalah dari sisi transmisi powernya (kopling, pulley&belt).. Jadi yang dekat dengan kopling akan disebut inboard sedangkan yang jauh dengan kopling disebut outboard). Kalau kita ketemu pompa dari jenis between bearing atau overhang bearing akan dengan mudah menentukan mana inboard mana outboardnya.

Tanya – Ebahagia/ Ibnu

Mas Budhi & rekan milis migas,

Just share opini saya:

Kalo saya amati hasil keliling di industri dan fasilitas milik pemerintah, banyak di temukan peralatan yang masih masuk dalam buku asset tapi tidak beroperasi/rusak, kalo pun mau di perbaiki tidak ekonomis. Akan lebih berguna bila di ‘serahkan’ pada institusi pendidikan, baik negeri atau swasta.

Mohon masukkan & saran untuk case di atas, apa rekan-rekan sekalian punya pengalaman dari sisi ‘pemilik peralatan’ atau institusi pendidikan yang ‘berhasil memiliki’ barang-barang tersebut. Saya melihat peran KMI yang strategis untuk menjadi fasilitator (mak comblang) antara pihak-pihak terkait.

Impian saya, next KMI Goes to Campus selain bawa ilmu pengetahuan juga membawa peralatan hasil sumbangan anggota.

Tanggapan 1 – Doni Hermansah

Salam semua rekan-rekan migas

Mas Ibnu saya pendatang baru di milis ini saya juga baru bekrja sekitar 2,5 tahun di pabrik petrochemical di daerah cilegon saya mau numpang tanya mas ada ngga internasional stanard yang mengatur tentang

1. Pompa

2. Compressor

3. Turbin

4. Etc (peralatan rotating lainnya)

Sebagai contoh installasi piping mangacu pada ASME standard material mengacu pada ASTM
mohon penjelasannya.

Tanggapan 2 – Lutfi Wijaya

Mas Doni,

Untuk centrifugal pump bisa dicek di API 610, centrifugal compressor di API 617, Steam turbin di API 611, gas turbine di API 616.

Tanggapan 3 – radita arindya

Mas Ibnu,

saya bekerja 2 minggu di offshore dan 2 minggu mengajar di universitas swasta di Jakarta, saya setuju sekali dengan email mas Ibnu, saya sendiri memang membawa sedikit demi sedikit peralatan yang tidak terpakai di field untuk keperluan mengajar karena sistem pendidikan kita terutama yang univ swasta terlalu teoritis sekali / text book minded dan tidak ada titik temu antara teori dan praktek dilapangan, sebagai contoh : di elektro untuk mata kuliah dasar sistem kontrol, teorinya sebatas mencari kestabilan dengan persamaan matematis (transformasi Laplace, NYQUIST, BodePLot dll) prakteknya hanya sebatas simulasi via mathlab atau praktek modulnya juga tidak mencerminkan aplikasi di Industri, setelah mahasiswa lulus bingung karena itu tadi aplikasi dan teori-nya tidak ada titik temu, sebagai contoh saya lalu membawa modul Level Controller yang di dalamnya ada peralatan untuk tuning P, I &D dan dapat dijadikan simulasi, jadi mahasiswa akan lebih terbuka untuk mengetahui bahwa antara teori dan aplikasi di lapangan ada titik temu.
Sekian pendapat saya.

Tanggapan 4 – Didin Afandi

Salam untuk semua…….

Saya sangat setuju sekali dengan pendapat mas Ibnu….

Karena kalangan akademisi tidak akan sanggup menghadapi kerasnya kehidupan di lapangan nantinya hanya dengan bermodalkan teori-teori yang diperolehnya dari kampus dulu. Susah digambarkan bahwa selalu ada saja ketidakcocokan yang ditemukan antara praktek di lapangan dengan apa yang pernah dipelajari di bangku kuliah dulu. Untuk itu, perlu dipadukan antara konsep teori dengan aplikasi di lapangan. Caranya bagaimana? Ya dengan melakukan sendiri dan mengaplikasikan apa yang telah diperoleh di teori. Misal kita belajar tentang pompa centrifugal.

Akan lebih baik kalo kita langsung melihat barangnya, memegang dan syukur-syukur diperbolehkan untuk membongkar agar tau lebih detail komponen-komponennya atau bahkan praktek untuk mengoerasikannya. Hal ini sangat bermanfaat sekali agar konsep filosofi teori kita tau dan aplikasi di lapangan juga tau. Kalo konsep teori dan lapangan dipahami, wah bisa jadi orang hebat itu……

Ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman saya waktu kuliah di STEM. Disana hampir teknik pembelajarannya perpaduan antara teori dan praktek. Di sana banyak sekali peralatan yang bisa diotak-atik untuk belajar, bahkan ada kilang mini untuk dijadikan media pembelajaran.

Jadi buat temen-temen semua mari kita dukung proses pembelajaran dunia migas agar dapat mencetak penerus dan pengembang dunia migas nasional. Mari kita dukung cita-cita bangsa kita untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’

Tanggapan 5 – doni

Pak Lutfi and rekan-rekan migas

saya punya pengalaman sewaktu saya interview untuk middle east (coba-coba), tentang
– Inboard pump and Outboard pump.

kebetulan itu pertama kalinya saya mendengar jadi saya jawab aja tidak tau
mohon penjelasannya pak and rekan-rekan migas semunya mungkin ada yang sudah familiar dengan model pump ini

Tanggapan 6 – ARIS KRUSOK

salam sejahtera..!!

buat pak luthfi..saya tidak mengerti pak mengenai jawaban bapak tentang popma onbard dab outboard..bisa dicek di Api 610. saya tidak ngerti Api ini dibuka dimana. mungkin bisa dibantu pak lebih jelasnya. sebelumnya saya minta maaf kalau perntanyaan saya ini sudah kadaluarsa…tapi karena saya orang baru dimilist ini dan sangat tertarik didunia migas.

Tanggapan 7 – Bently Nurpatriawira

Pak Doni,

saya pernah mendengar istilah yang dimaksud sewaktu OJT dulu….. waktu itu kita akan melakukan/ mengambil data vibrasi pada rotating equipment (centrifugal pump&compressor) nah alat ‘itu’ (saya lupa namanya) ditempelkan pada sisi outboard dan inboard equipment nya.

kalau tidak salah inboard itu adalah sisi yang dekat dengan driver nya dan outboard adalah sisi yang seberangnya.

mungkin teman2 ada yang lebih experience dalam hal ini mohon masukannya…..

Tanggapan 8 – yoki vriandana

klo boleh ikut nambahin, dikatakan posisi inboard ato outboard itu dari posisi dekat kopling. sebagai contoh, semisal konfigurasi pada motor—kopling—pumpa. jadi yang dekat dengan kopling disebut motor inboard & pompa inboard, yang jauh dari kopling disebut motor outboard & pompa outboard. mungkin itu dari saya dan bisa dilihat gambar yang saya attach. terima kasih.

Tanggapan 9 – syamsul_an@pusri

Dear All,

Setahu saya untuk pump & compressor,

– Jika kita mengacu ke equipmentnya, inboard adalah sisi dalam (yang dekat dengan impeller) sedangkan outboard adalah sisi terluar.

– Jika kita mengacu ke train (include driver), maka sisi yang dekat dengan driver disebut Direct End (DE) sedangkan sisi yang jauh disebut Non Direct End (NDE).

Tanggapan 10 – Teguh Santoso

maaf koreksi sedikit,

DE=drive end, NDE =non drive end.

inboard/outboard patokannya adalah dari sisi transmisi powernya (kopling, pulley&belt).. Jadi yang dekat dengan kopling akan disebut inboard sedangkan yang jauh dengan kopling disebut outboard). Kalau kita ketemu pompa dari jenis between bearing atau overhang bearing akan dengan mudah menentukan mana inboard mana outboardnya.CMIIW

Tanggapan 11 – syamsul_an@pusri

O iya pak teguh.
Terima kasih atas koreksinya.

Tanggapan 12 – doni

Ok Thank’s banget atas informasinya rekan-rekan semua.

saya baru tau orang-orang timur tengah punya nama untuk drive end (DE) and Non drive end (NDE) itu inboard and out board pump, or saya nya yach ya pak yang kurang gaul.

Tanggapan 13 – teuku adamsyah

Pak Doni dan bapak-bapak yth,

Outboard side / inboard side salah satu term (dalam rotating equipment) yang digunakan untuk menandakan posisi dari coupling side. Outboard side biasa juga disebut NDE – Non Drive End artinya bearing yang bersebrangan dengan coupling side (driver side).
Sedangkan Inboard atau DE – Drive End adalah bearing pompa/compressor/turbine yang dekat dengan coupling side. Tapi ada juga manufacture yang mengganti istilah NDE dengan TE – Thrust End.

Kira-kira begitu, mungkin ada yang mau sharing sebagai tambahan.