Feasibility Study pada dasarnya adalah ringkasan rencana kegiatan (studi rencana pembangunan dan kegiatan) yang mencakup kajian mengenai kelayakan teknis dan ekonomis secara komprehensif yang meliputi ‘broad aspect’ dari techno economics impacts (CAPEX/OPEX), non technical aspect seperti social impact welfare and community acceptance, environmental, security and legal, investment risk, etc.

Tanya – firman sicakep

Mohon Bantuannya,

Bagi teman-teman yang punya referensi tentang feasibility study (study kelayakan) untuk pelabuhan mohon bisa di share dengan saya.

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Wahyu Pradityo

Mas Firman pertama – tama anda harus thinking out off the box..Pelabuhan jangan dilihat hanya sebagai pelabuhan itu sendiri..konsep interaksi moda transportasi di hinterlandnya harus anda perhitungkan..

FS mostly berhubungan dengan besaran investasi yang akan dikucurkan..Investasinya apa aja??Biasanya pelabuhan ya berkaitan dengan dermaga, terminal dan peralatannya..Secara technical kelayakan keuangan bisa anda hitung dengan mudah..

Namun biasanya yang tidak mudah adalah terkait dengan memproyeksikan demand and hinterland interaction..Pola yang sedang dikembangkan saat ini adalah Pelabuhan layaknya Cluster sebuah perumahan, jadi pelabuhan tidak melulu tentang pelabuhan, tapi pola bisnis dengan pengguna jasa, otoritas dan lain sebagainya juga diperhitungkan walaupun tidak dapat dikuantifikasi tetapi harus punya justifikasi yang jelas..

Jadi saran saya lihat dulu fungsi pelabuhannya sebagai pelabuhan apa, komoditasnya apa,
intreraksi antar moda ada tidak, pola bisnis yang akan dikembangkan seperti apa..Setelah itu ya masuk ke konsep statistik biasa..Ok semoga sukses.

Tanggapan 2 – Didik Pramono

Mas Firman,

Sekedar menambahkan dari yang disampaikan Pak Wahyu.

Feasibility Study pada dasarnya adalah ringkasan rencana kegiatan (studi rencana pembangunan dan kegiatan) yang mencakup kajian mengenai kelayakan teknis dan ekonomis secara komprehensif yang meliputi ‘broad aspect’ dari techno economics impacts (CAPEX/OPEX), non technical aspect seperti social impact welfare and community acceptance, environmental, security and legal, investment risk, etc…

Rencana master plan pelabuhan secara komprehensif juga perlu disampaikan, seperti kebutuhan sarana dan prasarana pelabuhan, rencana peruntukan perairan pelabuhan, rencana peruntukan daratan pelabuhan, rencana tahapan pembangunan, etc…
Data-data teknis perlu untuk disampaikan seperti location map, construction drawing, survey data (hidrographic, tophograpic, pasang surut, arus, gelombang), dokumen AMDAL (ANDAL, RKL, RPL).

Demikian, semoga sedikit membantu.