Menggabungkan fungsi kontrol dan fungsi shutdown sekaligus dalam satu alat (atau rangkaian alat) yang sama, berpotensi mengurangi kehandalan peralatan tersebut. Seberapa berkurang? Apakah berkurangnya kehandalan ini bisa diterima apa tidak?? Nah ini yang harus dihitung, dan silahkan dihitung dengan detail untuk mendapatkan jawabannya.

Tanya – Muhammad Taufik

Pertanyaan saya kali ini masih berhubungan dengan proyek terminal LPG. Saya mendesain POV untuk inlet dan outlet tangki spherical 2500MT sebagai process valve yang akan buka-tutup dengan asumsi setiap 3 hari sekali. Apakah boleh POV tersebut saya gunakan juga sebagai emergency shut down valve tanpa menempatkan POV yang dikhususkan untuk ESDV saja (tidak untuk proses, normally open)?

Pertimbangan saya memakai satu POV sebagai process valve sekaligus ESDV karena operasi POV tersebut tidak sering (3 hari sekali) sehingga risiko kegagalan operasi kecil.

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

weleh weleh…

ada baiknya dilakukan study dulu, mengingat yang ditangani adalah LPG.. studi apakah gerangan itu, pertama SIL Selection lalu SIL Verification.

sumbernya banyak, tinggal dihitung saja kok.

Tanggapan 2 – Muhammad Taufik

Kalau berdasarkan pengalaman pak DAM sendiri bagaimana? apakah boleh?

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Dik Taufik

Tidak bisa mengatakan boleh dan tidak boleh hanya dengan kerlipan mata atau membaca uraian e-mail awal ini…

Semua harus melalui studi yang proper dan mumpuni..

Dan untuk inilah seorang process safety engineer dibutuhkan kemampuannya.

Berdasarkan pengalaman saya, menggabungkan fungsi kontrol dan fungsi shutdown sekaligus dalam satu alat (atau rangkaian alat) yang sama, berpotensi mengurangi kehandalan peralatan tersebut. Seberapa berkurang? Apakah berkurangnya kehandalan ini bisa diterima apa tidak?? Nah ini yang harus dihitung, dan silahkan dihitung dengan detail untuk mendapatkan jawabannya.