Peralatan de-dusting sangat ditentukan oleh material (dust) , konsentrasi dan sifat fisisnya. sebagai gambaran untuk proses di kiln pabrik semen, biasanya dedusting yang menangani emisi keluaran sistem suspension preheater (yang masih berupa material baku) menggunakan scrubber, baru kemudian di finishing dengan ESP. Sedang untuk proses grinding klinker (produk) menggunakan bag filter baru kemudian ESP. mungkin juga ada keterkaitan dengan harga dust yang ditangkap. hasil dari bag filter digabung dengan produk grinding sebagai produk yang dijual, jadi tidak menggunakan scrubber karena akan bereaksi dengan air.

Tanya – abdul fatah

Dear All,

Mohon infonya kepada teman2 yang mengetahui tentang schematic/ prosess KILN (berhubungan dengan Alat reduction dust emissions in Mining Industry).

Tanggapan 1 – wiku_p

Pak Fatah,

Yang paling mahal tapi hampir sempurna pengendalian fluida buangnya adalah electrostatic precipitator (ESP), Yang agak lebih murah adalah menggunakan teknologi wet scrubbing.

Tanggapan 2 – Farid Maloni

Pak Fatah,

sekadar sumbang saran juga, kebetulan dilokasi kami, banyak menggunakan ESP,wet scrubber dan baghouse tech.

Seperti email pak wiku, ESP memang hampir sempurna, tapi ada juga keterbatasannya, tergantung pada dust yang akan ditangkap, untuk dust emmision yang banyak mengadung CO (combustible), ESP tidak disarankan karena bisa menyalakan gas/dust dan bisa menyebabkan kebakaran/bahkan ledakan. ventury wet scrubber adalah proses basah, dengan artian menggunakan air untuk penangkapan debu; sehingga thickener plant dibutuhkan untuk pemisahan air dan solid yang kemudian di re-cycle kembali ke proses.
Bila dust emission bersifat combustible dan bertemperatur tinggi (700 C up) , lebih baik menggunakan kombinasi gas colling chamber dan bag house filter.

Schematic yang umum biasanya di gandengkan dengan draft fan (negatif pressure) upstream dari kiln (berlawanan arah dengan flow material) atau tergantung proces designnya.

Mungkin ini yang bisa saya share, mudah2an membantu.
Jadi dengan kata lain pemilihan harus disesuaikan.

Tanggapan 3 – a.diana susanti

sedikit share.

Peralatan de-dusting sangat ditentukan oleh material (dust) , konsentrasi dan sifat fisisnya. sebagai gambaran untuk proses di kiln pabrik semen, biasanya dedusting yang menangani emisi keluaran sistem suspension preheater (yang masih berupa material baku) menggunakan scrubber, baru kemudian di finishing dengan ESP. Sedang untuk proses grinding klinker (produk) menggunakan bag filter baru kemudian ESP. mungkin juga ada keterkaitan dengan harga dust yang ditangkap. hasil dari bag filter digabung dengan produk grinding sebagai produk yang dijual, jadi tidak menggunakan scrubber karena akan bereaksi dengan air.

ESP ada keterbatasan load. biasanya dipakai karena berhubungan dengan baku mutu. operasional ESP sangat mahal (electricity nya).

pertimbangan lain adalah sifat material dust, apakah mudah terbakar, mudah nge-plug. semisal untuk bag filter ada bermacam2 material bag (kain) yang dipilih.

mohon koreksinya.

Tanggapan 4 – INYO INYO

Senada dengan mbak arie, pemilihan peralatan de-dusting sebaiknya didasarkan oleh dust propertiesnya, alih2 tidak memperhatikan hal tsb, pemilihan peralatan de-dusting menjadi tidak efisien bahkan berbahaya…selain konfigurasi dari perlatan de-dusting yg sudah dijelaskan rekans dibawah, untuk bisa juga dengan menggunakan konfigurasi cyclone/multi cyclone + bag filter+ESP