Pelumas SAE 50 untuk transmisi dan final drive earth mover – yang diasumsikan saat ini pelumas yang dipakai adalah ‘single-grade’ dengan pilhan umum SAE 30, 40, 50 dan 60. Seharusnya tidak ada issue untuk keterbatasan supply pelumas jenis ini, meski pun tren pasar bergeser ke produk multi-grade dan synthetic. Coba check kembali manual book atau konsultasi dengan ‘product support’ heavy equipment Anda. Untuk melihat opsi penggunaan pelumas ‘multi-grade’ atau upgrade ke synthetic base (bila perlu, dengan memeriksa seal compatibilities).

Tanya – Takdir Nonci

Akhir-akhir ini sepertinya agak susah untuk mendapatkan OIL SAE 50.
Apakah ada trend untuk mengurangi supply oil jenis ini? Misalnya akan diarahkan untuk ke SAE 60.
Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – ebahagia

Pak Takdir,

Bisa di infokan untuk aplikasi apa pelumas tersebut?
cylinder oil 2-stroke marine engine?

Tanggapan 2 – Takdir Nonci

Maaf Pak jika informasi sebelumnya kurang lengkap.
Aplikasi oli tersebut untuk Mining Heavy Equipment (Transmission and Final Drive).
Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 3 – ebahagia

Pak Takdir,

Menilik email Anda tentang pelumas SAE 50 untuk transmisi dan final drive earth mover – saya berasumsi saat ini pelumas yang dipakai adalah ‘single-grade’ dengan pilhan umum SAE 30, 40, 50 dan 60. Seharusnya tidak ada issue untuk keterbatasan supply pelumas jenis ini, meski pun tren pasar bergeser ke produk multi-grade dan synthetic.

Coba check kembali manual book atau konsultasi dengan ‘product support’ heavy equipment Anda. Untuk melihat opsi penggunaan pelumas ‘multi-grade’ atau upgrade ke synthetic base (bila perlu, dengan memeriksa seal compatibilities).

Pada applikasi pelumasan transmisi dan final drive secara pemahaman ‘awam’ menitik beratkan pada pemilihan pelumas dengan kekentalan, VI yang sesuai – objektif-nya memastikan lapisan film pelumas yang ‘cukup dan kuat’ mencegah metal-to-metal-contact.

Selain itu coba di amati tren hasil analisa pelumas-nya, apakah ada tren kenaikan Fe, PQ index, Al… oxidation, perubahan viscosity pada 40C? Atau hasil gear inspection: apakah ada indikasi micro pitting, abnormal wear pada gears, dsb. Pengamatan tren analisa pelumas bertujuan mengetahui ‘your machines health’ dan just in case perlu upgrade pelumas.

Sorry kalo panjang emailnya & salam,

Tanggapan 4 – Bakti Kumoro

Kalau tidak salah (mohon koreksinya) untuk alat berat merek Caterpillar (sorry nyebut nama) langsung saja menghubungi ke Trakindo Cilandak, biasanya unutk yang Transmisi pakainya yang TDAO dan unutk Final Drive pakainya FDAO

Mohon koreksinya bagi teman2 Trakindo…..

Tanggapan 5 – ebahagia

Betul sekali pak, sebagai salah satu contoh oil brand/finish product, produk lain masih buaaanyak kok…. wah jadi inget zaman doeloe waktu ngutak-ngatik formulasi khusus CAT-Oil buat Indonesia, hasilnya pelumas cat oil yang ‘pucat’ dan lebih baik dari sisi performance. Saya masukkan bahan baku base oil-nya jenis hydro crack dari jurong base stock yang bening hehehe

Jadi mohon maaf kalo rada-rada bening warnanya di banding CAT-Oil di vietnam or negara lainnya, atau mungkin CAT sudah adopsi formulasi tersebut sebagai global standard?, bisa saja – minimal ada orang indonesia yang ikutan team kecil proyek formulasi khusus ini hehehe

Tanggapan 6 – sumarianto_tech

Pak Ibnu.. Mohon koreksinya.

Kalau untuk transmisi kan lebih cenderung aplikasinya untuk gear oil, jadi
mungkin maksudnya untuk SAE 50 lebih equivalen ke AGMA atau ISO VG 90.

Kalau tidak salah yang diutamakan adalah EP,nya.

Maaf jika ada kesalahan.

Tanggapan 7 – ebahagia

Pak Anto,

Seputar standar SAE, AGMA dan ISO VG… Bila menyangkut crankcase & gear oil pada mesin memang mengacu ke SAE (Society of Automotive Engineers). Untuk klasifikasi SAE, ada SAE gear dan SAE crankcase oil. ISO VG (ISO Viscosity Grade) banyak di pakai pada aplikasi ‘circulation oil’ stationary spt: hidrolik, turbin oil, gear box, etc. AGMA (American Gear Manufacturers) klasifikasi pelumas roda gigi.

SAE 50 (crankcase oil) = ISO VG 220 = SAE 90 (gear oil) = AGMA 5.

Coba lihat link berikut:

http://www.noria.com/learning_center/category_article.asp?articleid=213&relatedbookgroup=OilAnalysis

Serta tabel perbandingan cST vs ISO VG vs AGMA vs SAE Crankcase vs SAE Gear vs SUS.
http://www.machinerylubrication.com/Backup/200107/viscosity_table_2.gif

Dari sisi konsumen sebaiknya mengacu ke standar yang di ‘refer’ produsen mesin (manual book) yang umumnya merupakan bahasa ‘dagang’ dengan sedikit spec teknis plus persyaratan khusus untuk temperatur kerja (tropis, winter, dsb)

Statement Anda betul sekali soal aplikasi final drive & transmission oil tidak lebih dari gear lubricant atau masuk klasifikasi circulation oil. Pelumas jenis ini harus punya ‘ilmu kesaktian’ sbb: tahan terdapap friction + sliding, bebas busa (foaming & air entrapment), tahan oksidasi, ‘ilmu cicak’ – tetap nempel melapisi gear saat peralatan berhenti,Viscosity Index yang tepat agar stabil dari sisi kekentalannya vs perubahan temperatur, wah masih banyak lagi… yang ter-extreme pada aplikasi worm gear.

EP – Extreme Pressure salah satu paket ‘kesaktian’ pelumas jenis gear yang tetap didukung ‘kesaktian lain’ di atas. Meskipun EP bagus tapi terjadi foaming – dijamin gear akan rusak, noise & pitting.

Rahasia kecil produsen pelumas: pelumas mesin (engine oil) punya banyak fungsi lain; gear oil, hidrolik, dsb – paket ‘kesaktian’ engine oil termasuk sangat lengkap dan multi-purpose.

Mohon koreksi dari rekan-rekan lainnya.