Arus pendek (short circuit ) bisa disebabkan karena ada nya hubungan singkat kabel berarus dengan tanah atau juga kabel dengan kabel beda fasa.
Pada saat terjadinya short circuit, arus yang mengalir pada rangkaian tersebut akan sangat besar sekali sehingga dapat mengakibatkan kabel meleleh akibat panas,timbul percikan api sehingga dapat membakar daerah sekitarnya.
Untuk itu digunakanlah pengaman sikring agar pada waktu terjadinya arus pendek,rangkaian akan terputus sehingga tidak terjadi lagi pemanasan pada kabel.

Tanya – Pala Utama

Kebaran di Tambora Jak Bar,

Di Metro TV pada jam sembilan tadi pagi terjadi kebakaran di perumahan penduduk terpadat di Asia yaitu di Tambora Jakarta Barat, awal kebakaran adalah akibat dari hubungan arus pendek….kok lagi2 akibat hubungan arus pendek, seberapa bahaya arus pendek itu dan bagaimana proses hubungan tersebut bisa mangakibatkan kebakaran.
mengapa Pemerintah atau PLN yang paling tahu akibat arus pendek ini tidak memberikan penyuluhan kepada rakyat kecil terutama daerah padat penduduk, mungkin perlu di adakan pemeriksaan berkala ke rumah2 untuk menghindari akibat hub.arus pendek teresebut.

Tanggapan 1 – ifan433

Dear Pak Pala,

Tidak usah heran pak, sering kok saya lihat instalasi listrik ‘asal-pasang-yang-penting-nyala’ di indonesia ini. Entah ketidak-tahuan atau ketidak-perdulian installernya. Lagipula di toko listrik/bangunan juga banyak yang jual peripheral listrik tidak sesuai standar, tanpa ada tindakan dari pemerintah. Resiko ditanggung sendiri jadi moto dalam hal semacam ini.

Tanggapan 2 – dwi firman

Pak Pala,

Arus pendek (short circuit ) bisa disebabkan karena ada nya hubungan singkat kabel berarus dengan tanah atau juga kabel dengan kabel beda fasa.
Pada saat terjadinya short circuit, arus yang mengalir pada rangkaian tersebut akan sangat besar sekali sehingga dapat mengakibatkan kabel meleleh akibat panas,timbul percikan api sehingga dapat membakar daerah sekitarnya.
Untuk itu digunakanlah pengaman sikring agar pada waktu terjadinya arus pendek,rangkaian akan terputus sehingga tidak terjadi lagi pemanasan pada kabel.

Biasanya dipemukiman pemukiman padat terutama pemukiman rakyat kecil sering terjadi pencurian listrik, rangkaian listrik tidak dilengkapi pengaman, ditambah rumahnya yang terbuat dari kayu. Sehingga pada waktu terjadinya arus pendek, akan mudah sekali terjadi kebakaran.
Disini diperlukan sekali kesadaran masyarakat akan penting nya alat2 pengaman dalam rangkaian listrik.

Pemerintah dan PLN juga seharusnya lebih membudayakan kepada masyarakat tentang arus pendek karena banyak sekali kebakaran yang terjadi karena hal tersebut.
Demikian dari saya, barangkali ada yang menambahkan.

Tanggapan 3 – alman

Nambahin pak,

Sebab timbulnya arus yang besar saat hubung singkat tersebut berasal dari rumus dasar listrik,sering disebut hukum ohm –> I=V/Z. Dimana I adalah arus, V adalah tegangan, dan Z adalah impedansi. Kondisi normal Z bisa di analogikan sebagai impedansi beban peralatan rumah tangga plus impedansi kabel(Z kabel biasanya kecil). Pada saat terjadi hubung singkat maka beban peralatan rumah tangga akan hilang, dan yang terhitung cuma Z kabel yang kecil, sehingga I (arus) menjadi sangat besar.

Tanggapan 4 – heru suprapto

Dear pak Pala

Soal PENYULUHAN itu memang dosanya pemerintah padahal pentingnya bukan main. Gak tahu alasannya kenapa, apa soal budget, rahasia pemerintah, atau yang lain tapi yang jelas TIDAK DIPENTINGKAN sehingga kita bisa lihat efek-efek dari ketiadaan penyuluhan tersebut seperti kebakaran dikarenakan listrik, tabung gas, ketidak disiplinan berlalu lintas, tawuran, kerusakan moral dan sebagainya. Memang diperlukan initiator yang didukung oleh pemerhati sehingga bangsa kita tidak semakin terpuruk. Semoga.

Tanggapan 5 – Frank

Saya setuju dengan pendapat pak Heru. Penyuluhan kepada masyarakat sangatlah penting. Kalau menurut saya, lebih banyak suatu gedung mempergunakan brang2 elektronika (DC Volt) akan lebih berisiko terjadi over heating pada saluran listrik. Efeknya tentu apa yang dinamakan arus pendek. Mempergunakan stabilizer volt atau kapasitor bank juga tidak membantu banyak. Yang jelas bila suatu arus listrik (AC current) yang masuk kedalam suatu kegedung dan kemudian terdapat begitu banyak peralatan elektronika (DC Volt) dan terjadi perobahan arus, akibatnya banyak komponen menjadi stress. Harmonik akan naik. Efeknya over heating dimana-mana. Ditambah lagi stopkontak dan kabel listrik yang tidak sesuai maka mudahlah terjadi over heating. Akibatnya terbakar. Gedung2 sekarang jarang mempergunakan 3rd party inspeksi untuk pengecekan berkala dengan mempergunakan Invrared teknology. Setahu saya di Indonesia ini 3rd party yang memiliki pengalaman dalam inspeksi over heating electric current dengan peralatan invrared jarak jauh hanya PT. Radian Utama. Demikian sekilas info.

Tanggapan 6 – ma2ithink

Beberapa waktu yg lalu sepertinya subject ini sudah pernah dibahas juga di milis ini. Namun utk merefresh baik juga diangkat lagi.

Kebakaran krn arus pendek ini sptnya bisa dikatakan 99% penyebab terjadinya kebakaran diindonesia? Kenapa ?

Coba kita berkaca kepada diri sendiri, apakah dirumah2 kita sdh menggunakan sambungan listrik yg baik? Sesuai standart?

Penomena penggunaan kabel/sambungan listrik yg tdk standart akan banyak kita jumpai di pedagang2 atau pasar tradisional. Satu outlet dgn kabel yg kecil utk penggunaan beberapa alat spt lampu, tv, kipas dll.

Memang sptnya tidak ada sosialisasi pd masyarakat ttg pemakaian peralatan listrik yg aman kecuali safe energi alias matikan lampu yg tak dipakai.

Ditambah lagi product dari industri utk rumah tangga banyak yg tidak standart. Isolasi kabel gampang meleleh, pin/plate dlm colokan gampang goyang sehingga sering timbul percikan.

Apakah dari migas bisa memberikan semacam leaflet kpd PLN utk sosialisasi sambungan listrik yg aman? Krn sptnya PLN msh terlalu sibuk ngurusin byar pet.

Tanggapan 7 – hotma parasian

Saya coba tambahin sedikit,

Dalam instalasi rumah tangga, biasanya menggunakan 2.5 mm2 untuk kabel daya dan 1.5 mm2 untuk intalasi pencahayaan, otomatis dari source(PLN) menuju konsumen tentu diatas 2.5 mm2, tapi banyak saya perhatiin dirumah2 tangga dan di pasar2, mereka tidak tahu standar yg mana seharusnya dipakai, yg penting kabel bisa dikonek lalu hiduplah, pedahal kabel yg tipis itu menjadi panas lalu meleleh akibat tidak sanggub menyalurkan arus yg leawat, seharusnya urutannya dari kabel yg diameter yg lebih besar menuju diameter yg lebih kecil, bukan dari yg kecil ke yg besar, jadi perlu pihak konsumen yg awam tentang standar kabel juga dikasih pencerahan tentang hal ini,karena ini juga bisa mengakibatkan kebakaran/hub pendek.

Tanggapan 8 – Rosmana Eko Saputra

kl kabel putus karena panas menurut saya lebih baik, akhirnya listrik akan mati, dan penggunaan turun sehingga mencegah terjadi kebakaran rumah. tapi yang sering salah adalah akal2an pengguna, dimana memodifikasi meteran atau memasang MCB dalam (sebagai sekering) di atas sekering meterannya (tentu setelah dirubah dulu). akhirnya ketika terjadi short awal listrik tidak putus dan akhirnya lebih fatal. yang banyak terjadi juga pemasangan instalasi listrik tanpa pelindung, jadi kemungkinan dimakan binatang menjadi besar apalagi biasanya ditempelkan di kayu2 plafon….

Tanggapan 9 – arief.ristiantara

Selain penggunaan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.

Juga diakibatkan habit pemakaian listrik yang buruk, sepeti pemakaian ekstension colokan listrik. Sering ditemukan (seringnya di kios-kios pasar tradisional) dalam satu steker terpasang lebih dari 1 ekstension sehingga menyebabkan pembebanan lebih. Bisa dibayangkan panas yg terjadi apabila 1 steker seharusnya hanya untuk 1 peralatan listrik, dipasangi 2 ekstension dipakai untuk 5 peralatan listrik bersama-sama. trus, ekstensionnya yang tidak berkualitas.

Tanggapan 10 – Sutarto

Anjuran dari diskusi milis yg masuk benar dan canggih, tapi dulu kami pernah mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ttg penyuluhan bahaya listrik dan pencegahan bagi masyarakat di sekitar kami. Secara teori ga beda dengan apa yg sudah ditulis oleh pakar-pakar disini kemarin, tetapi salah satu jawaban mereka, wong kami selama ini begitu, ga apa-apa tuh !

bagaimana perasaan kita menghadapi jawaban awam spt itu . . . . .@%?/!!?

kebanyakan mereka sadar setelah terjadi sesuatu (bagi mereka dan sebagian besar kita beranggapan bahwa tindakan preventif = ketakutan yg tidak beralasan).

-Mengingat. . .menimbang. . .dst, bahwa kondisi masyarakat kita pada umumnya kurang atensi thd potensi bahaya, alangkah baiknya sosialisasi ttg bahaya dan pencegahannya perlu dilakukan secara kontinyu melalui berbagai media, mengingat (lagi) kerugian (nyawa dan harta) yg timbul besar sekali.

Apalagi sekarang banyak beredar berbagai merek extention cable dg jumlah stop kontak banyak dan ukuran/mutu kabel yg rendah/kecil. salah siapa ini ?
masyarakat (umumnya) beranggapan, stop kontaknya disediakan banyak, maka bisa dipakai apa saja dong ? dan kalau perlu ditambah sambungan-T, khan tidak ada peringatan pemakaiannya ? dan kalau memang ada, kadang tidak peduli.
Saya pribadi terkesan dg sosialisasi gerhana matahari total (GMT) dulu sekali, pemerintah gencar sekali mensosialisasikan bahaya dan pencegahannya jauh-jauh hari sebelum hari H nya, melalui berbagai media, hasilnya hanya ada satu-dua yang memang sengaja memandang langsung GMT.

Mengapa kok tidak mencontoh hal baik semacam itu ? (tp tidak baik untuk anggaran).
banyak contoh dan akan panjang kalau hanya sekedar di diskusikan tanpa ada kemauan untuk berubah dg melihat kejadian yg telah berlalu.
Tapi (lagi) siapa yg diskusi dan siapa mengalami ?

Sila dilanjut

Tanggapan 11 – Saleh Rustam

Sekedar sharing:

Penyebab terjadinya short circuit pd jaringan distribusi ada beberapa hal sbb:

1. Tdk terdapatnya alat proteksi arus lebih baik terhadap kelebihan beban atau short circuit yg memicu terjadinya arus yg sangat besar. Arus yg besar akan menimbulkan panas pd kabel listrik akibat pengaruh ‘kuadrat arus x Resistansi kabel’ sehingga melemahkan material isolasi kabel. Pd kabel tertentu, kabel didesain tahan pd temperature yg tinggi sehingga masih bisa bertahan tanpa terjadi kerusakan isolasi krn pengaruh beban lebih atau hubung singkat dalam waktu yg agak lama. Beberapa plant menganjurkan digunakannya Earth leakage Circuit Breaker, overload CB atau sejenisnya utk menghindari kejadian tsb.

2. Pemilihan ukuran kabel yg tepat. Agar menghindari terjadinya overload dianjurkan untuk memilih ukuran kabel yg tepat seperti contoh untuk ukuran 20 Ampere untuk beban pd jarak di atas 60 meter dari sumber power dan menggunakan batas limit 2.5% voltage drop, agar pemanasan pd kabel tdk terjadi hendaknya memilih ukuran kabel yg lebih besar yaitu katakanlah menggunakan 14 – 20 AWG. Mungkin masih ingat makin besar penampang kawat makin kecil resistansi sehingga arus yg lewat pd penampang kabel bisa lebih besar.

3. Akibat perilaku yg tdk baik seperti membuat terlalu byk cabang beban yg akan membebani kabel induknya atau memperbesar terjadinya peluang kontak pd extention plug longggar sehingga terjadi pemanasan pd kontak yg longgar dan memicu kebakaran pd extension tsb.

4. Adanya kebocoran arus (current path) dari penghantar bertegangan kemudian mengalir ke tanah melalui permukaan luar isolasi yg merupakan jarak terdekat ke tanah (biasanya org sebut creepage distance), Jika Arus bocor tersebut cukup besar dan berdasarkan pengalaman bahwa ‘kuadarat Arus bocor’ x Resistan permukaan isolasi tempat terjadinya arus bocor bernilai 1 kW energi telah cukup untuk menimbulkan panas dan terbakarnya isolasi kabel atau jenis isolasi yg lainnya (bahkan isolasi berjenis G7 dan G9 saja bisa terbakar dgn mudah pd kondisi tsb).Sehingga, sebaiknya kita sama-2 menganjurkan ke masyarakat agar menggunakan alat proteksi yg tepat, ukuran kabel yg baik, jangan membebani sumber listrik dgn terlalu banyak penyambungan beban, pilih penghantar yg berisolasi standar.

Mudah-2an bermanfaat dan kalau saya kurang tepat tolong dikoreksi.

Tanggapan 12 – Bambang Cahyono

Saya setuju pendapat Pak Arif, penyebab kebakaran karena arus pendek sebenarnya tidak terlalu tepat apalagi tegangan 220V, karena arus pendek akan menurunkan tegangan disekitarnya sehingga lampu2 disekitarnya juga redup dan yang pasti sikorban akan sadar mengapa lampunya sampai redup sehingga berusaha mematikan aliran listrik jika melihat percikan arus pendek. Pembakaran pd kayu ataupun plastik pelan dan bertahap tidak secepat gas yg mudah tersulut. Tapi jika penyebabnya adalah sambungan2 yang berkarat sehingga timbul pemanasan apalagi beban ditambah terus lama2 akan terbakar baik plastik ataupun kayu disekitar sambungan.