Untuk design burn pit / ground flare masih bisa menggunakan sebagian rumusan yang ada di API RP 521 sebagai referensi. Untuk radiasi panas cahayanya, bisa disimulasikan dulu panjang api dan luasan efektif bidang pancaran cahaya dari api (sebagian konsep rumusan ada di API 521, atau bisa menggunakan beberapa software tertentu), pada kondisi maximum flow, dan pada komposisi tertentu pada hydrocarbon yang mengalir ke ground flare. Kemudian bisa mulai perhitungan design tinggi tanggulnya setelah tahu nilai radiasi thermal api dan simulasi dimensi apinya. Perlu diperhatikan mengenai dispersinya juga.

Tanya – Isa-Gmail isa.anshory

Dear All,

Mohon pencerahan bagi saya yang nubie ini…

Dalam mendesain ground flare (burn pit) apakah tetap memakai refrensi API-521 untuk menentukan heat radiation…?

Bgmn menghitung tinggi tanggul yang diperlukan untuk menahan radiasinya..?

Buat rkan2 yang punya referensi desain layout dan kalkulasi mohon bantuannya untuk sharing lewat Japri aja.

Tanggapan 1 – harry alfiyan

Pak Isa,

Setau saya yg juga nubie ini, ground flare itu beda dengan burn pit.

Ground flare atau flare: fluida yang dibakar dlm bentuk gas, no liquid carry over

Burn pit: fluida yg dibakar bisa merupakan campuran gas dan liquid

Kalau yg dimaksud adalah ground flare, pake API RP 521

Tanggapan 2 – Isa-Gmail

Thanx pak Harry atas penjelasannya..

Yang saya maksud adalah burnpit karena nanti yang di flaring adalah mix gas + liquid.

Nah, apakah API RP-521 itu suitable digunakan untuk menentukan heat radiation-nya..? Karena saya mau estimasi tanggul penahan radiasi-nya.

Selain itu saya pernah baca sekilas penjelasan tentang burnpit design & sizing itu harus mencari liquid regression terlebih dahulu sebelum menentukan luas pit areanya. Mohon rekan2 yang memiliki referensi-nya untuk sharing.

Tanggapan 3 – Punjung Sasmito

Maaf Pak,

Apakah radiasi heat ‘perlu’ diatasi dengan memakai tanggul? apa tidak memakai kriteria safe distance area saja.

Mungkin untuk beberapa MMscfd tidak membutuhkan clearance area yg terlalu luas.

Mungkin yg penting adalah dinding penahan api utk melindungi ignitor beserta instrumentasinya.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Mas Punjung,

Tanggul pada burn pit tidaklah didesain untuk mengatasi radiasi pak… meski memiliki efek pelemahan terhadap radiasai, tanggul pada burn pit didesain agar lapisan minyak tidak melember keluar ke lingkungan sekitar.

Perlu diketahui juga penggunaan burn pit saat ini sangatlah dibatasi – untuk tidak mengatakan dilarang – sesuai dengan UU migas.

Tanggapan 5 – Isa-Gmail

Mohon maaf pak…

Mohon disharing tentang regulasi MIGAS untuk aplikasi burn pit di Indonesia, karena saya belum tahu limitasi dari burnpit itu menyangkut parameter apa saja.

Tanggapan 6 – Alvin Alfiyansyah

Nambahin Cak Gharonk,

Kalo menurut PerMenLH no. 13/2009 penggunaan pit dan kontainer terbuka utk pembakaran sudah tidak diperbolehkan. Sebaiknya konsultasi dulu pada orang lingkungan di project Mas Isa, apakah hal-hal legalitas dan sensitif lingkungan sudah dipertimbangkan sebelumnya karena memilih burn pit….? Kenapa tidak memilih opsi ground flare saja Pak.

OK, untuk informasi kalkulasinya

iya liquid linnear regression dihitung terlebih dahulu R = k1 Q / Hv m, dimana

R : liquid linnear regression rate

Q : total heat release by combustion of vapor and vaporized liquid

Hv : liquid heat of vaporization

m : rate of vaporization and burning of liquid

setelah itu dihitung pit areanya termasuk asumsi berapa dalam pit-nya :

A : k2 m / R rho, dimana

A : Pit area required

R : linnear regression rate

k2 : conversion factor

m = rate of vaporization

rho : BJ liquid/vaporized yg akan dibakar

Tapi sebelumnya sudah harus dihitung juga flame length, personnel safe distance and flame tilt angle untuk mengetahui jarak aman dari burn pit tersebut termasuk kondisi ada angin yg signifikan. Kalo mau didesain burn pit yg tahan radiasi nanti malahan ongkosnya lebih mahal pak. Semoga membantu. CMIIW

Tanggapan 7 – Ilham Hasan

Dear Pak Punjung,

Ikut nimbrung nich. Yang kami alami dan lakukan waktu tes flowing sumur gas sehabis worko over, kita buat burn pit. Tinggi tanggul juga memang perlu dipertimbangkan dan dalamnya lubang burn pit. Yang kami selalu pertimbangkan pula adalah posisi burn pit, jangan sampai berada pada posisi yang tidak aman baik pada pekerja sendiri maupun terhadap lingkungan sekitarnya.

Posisi ini penting, karena seperti yg kami alami, meski posisi sudah kita set sedemikian rupa, ternyata ada saja kadang2 yg complain, misalnya pemilik lahan di sekita burn pit yang bisa menganggap akibat aktifitas kita di burn pit membuat tanaman2 kebun mereka pada layu, padahal ketika kita lakukan burning gas, angin sebenarnya tidak mengarah ke arah areal lahan kebun mereka. Kebetulan saja area lokasi kegiatan memang di sekitarnya ada kebun2 masyarakat.

Tinggi tanggul burn pit yang kita buat wkt lalu itu sekitar 4-7 meter (dari dasar lubang burn pit). Tanggul tanahnya juga dari hasil galian pitx dengan puncak tanggul tidak lancip, karena saat burning dilakukan, bisa terbang tanah2x karena tekan gas.

Diameter burn pit kami buat tidak terlalu besar, diameter atas sekitar 7 s/d 9 meter.

Tanggapan 8 – Punjung Sasmito

Terima kasih Pak,

Mungkin yang bapak maksud adalah local pit (burn pit yg dibuat didekat sumur) sehingga tanggul dibuat tinggi karena size burn pit cukup kecil shg tidak memadai utk area aman dari radiasi panas (burn pit ini mungkin tidak ramah lingkungan, karena oil tidak terlokalisir secara baik), yang saya maksud diatas adalah continuous burn pit untuk multiphase yang dibuat di central plant (atau sejenisnya) burn pit ini yg mungkin desainnya lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Tanggapan 9 – gideon.prajogo

pak Isa,

Saya juga baru mulai untuk belajar mengenai api (flare), semoga bisa ikut membantu.

Untuk design burn pit / ground flare masih bisa menggunakan sebagian rumusan yang ada di API RP 521 sebagai referensi. Untuk radiasi panas cahayanya, bisa disimulasikan dulu panjang api dan luasan efektif bidang pancaran cahaya dari api (sebagian konsep rumusan ada di API 521, atau bisa menggunakan beberapa software tertentu), pada kondisi maximum flow, dan pada komposisi tertentu pada hydrocarbon yang mengalir ke ground flare. Kemudian bisa mulai perhitungan design tinggi tanggulnya setelah tahu nilai radiasi thermal api dan simulasi dimensi apinya. Perlu diperhatikan mengenai dispersinya juga.