Setiap manusia pada dasarnya memiliki karakter dan sifat-sifat yang unik. Di setiap generasi juga memiliki ciri khas yang berbeda-beda dari satu generasi ke generasi lain. Contoh generasi baby boommers (lahir tahun 50an dan 60an), akan beda dengan generasi x (lahir tahun 70an) dan juga generasi y (lahir tahun 80an).
Bagi baby boomers generation, long service employment might be suitable. Walaupun tidak semua nya memilih untuk long life service employment. Bagi x generation, loncat-loncat merupakan suatu tantangan untuk bisa taste dengan beberapa kultur perusahaan yang berbeda-beda.
Bagi y generation, pindah perusahaan adalah suatu kebutuhan, karena mereka sudah memasuki era teknologi yang berubah (bukan berkembang) secara cepat.
Nah sekarang ini kita memasuki yang disebut generasi millenium yang sejujurnya sudah tidak menjujung lagi yang namanya long life employment.

Tanya – ricky Samuel

Dear millister budiman,

Saya mau tanya, kira2 bagaimana chance seseorang yang pindah-pindah kerja dimana setiap perusahaan yang disinggahinya tidak sama produknya, tetapi posisinya kurang lebih masih bertengger di level engineer, masalahnya sekarang beliau bekerja di galangan kapal tapi untuk support oil &gas yang diagung2-kannya dan saat ini dia – aktif apply utk EPC Oil&gas yg tentunya produknya sudah beda lagi dgn job yg dipegangnya sekarang, memang ada beberapa yg manggil tapi lebih banyak tak ada yg manggil. Apakah beliau bisa meraihnya atau menduduki jabatan yg dia apply sekarang2 ini dgn gencarnya pedahal kualifikasi yg dia selalu lamar adalah min 8 thn keatas. Saat ini dia memang dah punya experience 13 thn tapi cuma sekitar 4 thn aja dia pernah pegang yg berbasis oil&gas yg salah satunya galangan itu, dan itupun cuma sebatas support not direct player in EPC oil&gas! Mohon pencerahannya rekan-rekan, terima kasih.

Tanggapan 1 – Ardianto H

Baca deh Curiculum Vitae Menkeu yang sekarang (pengganti Sri Mulyani). Panjang sekali pengalaman loncat sana sini dan sekarang bisa jadi Menkeu. Nggak usah terlalu dipikirkan jenis pekerjaannya berbeda, semakin banyak dan beragam pekerjaan yang ditangani, nilai jualnya juga semakin tinggi. Perusahaan manapun juga kalau menghire orang tentu akan memilih yang ‘bisa segalanya’.

Kawan anda tadi mungkin bisa disamakan dengan seorang Kopral yang bergaji Jendral.

Tanggapan 2 – Sapto

Pak Ricky,

Saya pun mempunyai pengalaman yg sama dgn teman anda. Bisa dikatakan setiap 1.5 – 2 tahun saya pindah kerja. Dulu pertama2 saya kerja di Otomotif, pindah ke Galangan, pindah ke FRP, terus ke Oil & Gas Fabricator, Oil & Gas Engineering, Oil & Gas Main Contractor etc. Dulu teman2 saya bilang kalo kita pindah2 atau loncat sana sini dibilang akan susah dpt kerjaan.

Tapi kenyataannya Alhamdulilah Pak, tdk juga kalo susah dpt kerjaan, justru malah sering melempar kerjaan ke teman-teman.
Kalau kita punya skills dan kemampuan khusus, Insya Alloh karier dan kerjaan akan selalu menunggu dan tidak perlu takut akan susah dapat kerjaan.

Rejeki di ditangan Tuhan bukan ditangan HRD jadi ya percaya diri aja asal jangan takabur, selalu berusaha dan berdoa.
Sebagai Tips, saya sangat jarang mengirim CV ke HRD, biasanya langsung ke Project Manager, Construction Manager, Engineering Manager atau GM/ Project Director.
Ke-empat posisi ini yang lebih tahu tentang experienced dan skills kita, juga kebutuhan utk Manpower Project-nya (resources-nya) dan Budget tentunya.

Tanggapan 3 – agus.aryadi

Wah iya saya setuju dgn pak sapto. . .kadang hrd tau hanya setengah tentang disiplin bidang yg posisi yg sedang di cari. .dan melakukan wawancara tanpa di temani user. .. Dan tau2x ngejudge si pelamar yg di wawancara. . .’tidak pengalaman’ ill feel bgt dah kalo begini. .mau menerangkan lebih byk takut ga nyambung. . . .(ma af ngelantur, dari pengalaman pribadi) :).

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: