Kalibrasi Strain Gauge (SG): 1. Strain Gauge yang telah terpasang pada benda (logam) perlu dilakukan pengecekan kebenaran pemasangan strain gauge tersebut; dengan cara melakukan pengukuran langsung (gunakan Ohm meter) pada kondisi tanpa beban dan ada beban (tekan dng penghapus pencil sedikit saja) jika ada perubahan nilai pada Ohm meter, pemasangan SG sdh benar; 2. Kalibrasi SG yang dimaksud adalah melakukan Zero condition (zero setting) terhadap alat yang digunakan sebagai pengukur SG misalnya Signal conditioning/Amplifier dsb. dengan menentukan berapa strain (regangan) yang terukur per mvolt, hal ini akan menjadi acuan untuk nilai yang akan muncul saat dilakukannya pengukuran regangan terhadap gaya yang terjadi pada logam/benda uji/benda yang diukur.

Tanya – Henry Margatama

Dear Bapak/Ibu Milister,

Seperti yg kita ketahui, untuk mengetahui suatu benda mengalami tension/compression kita dapat menggunakan alat yg namanya Strain Gauge, yakni dgn memeriksa deformasi/strain yg terjadi pada benda tsb. Pertanyaannya adalah bagaimana mengkalibrasi si alat tsb (strain gauge) apabila kita ingin memeriksa suatu benda namun sudah dikenakan beban (tension/compression) dimana kita tidak tahu seberapa besar beban yg dikenakan. Demikian Bapak/Ibu sekalian, mohon pencerahannya apabila ada yg punya pengalaman ttg hal ini. Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – ajat sudrajat

Mas Henry,

Saya hanya urun rembuk saja mudah2an bermanfaat.

Kalibrasi Strain Gauge (SG):

1. Strain Gauge yang telah terpasang pada benda (logam) perlu dilakukan pengecekan
kebenaran pemasangan strain gauge tersebut; dengan cara melakukan pengukuran
langsung (gunakan Ohm meter) pada kondisi tanpa beban dan ada beban (tekan dng
penghapus pencil sedikit saja) jika ada perubahan nilai pada Ohm meter, pemasangan
SG sdh benar.

2. Kalibrasi SG yang dimaksud adalah melakukan Zero condition (zero setting) terhadap
alat yang digunakan sebagai pengukur SG misalnya Signal conditioning/Amplifier dsb.
dengan menentukan berapa strain (regangan) yang terukur per mvolt, hal ini akan
menjadi acuan untuk nilai yang akan muncul saat dilakukannya pengukuran regangan
terhadap gaya yang terjadi pada logam/benda uji/benda yang diukur.

3. Pada saat pengukuran dilakukan dengan bergeraknya pertambahan Gaya maka
regangan dapat dimonitor mengikuti gerakan gaya yang terjadi secara proporsional
(sebanding). Untuk mendapatkan nilai ukurnya lakukan terlebih dahulu point 1& 2.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Henry Margatama

Pak Ajat,

Saya lagi ada studi kasus ttg penggunaan Strain Gauge pada Tendon TLP (misalnya). Seperti yg saya tahu, SG dipasang bersamaan pada saat instalasi tendon dilakukan (lokasi bottom end/Top end). Tendon yg digunakan lebih dari 1 buah tentunya. Suatu waktu, ada keanehan pada display monitor salah satu SG dibandingkan dgn SG pd tendon lain nya. Pertanyaannya bagaimana saya bisa mengetahui apakah SG tsb rusak? Kemudian, apabila rusak namun tetap berfungsi (display menunjukkan nilai tension yg tidak tepat), bagaimana saya bisa mengetahui berapa % error yg terjadi akibat kerusakan SG tsb? Apabila dinyatakan SG nya yg rusak, apakah SG tsb bisa diganti dgn SG yg baru ? Maaf jadi banyak pertanyaan.

Tanggapan 3 – Ika Prasetyawan

Pak Henry,

Strain gauge pada tendon TLP ini maksudnya model scale atau full scale. Kalo full scale, maka tendon tension monitoring system sudah dibuat sedemikian reliable sehingga kecil sekali untuk rusak.
Kalaupun ada keanehan pada display monitor, maka kita tidak menyimpulkan strain gaugenya yang rusak dulu tetapi apakah ada anomali pada pembebanan atau gangguan display, electrical problem (DAC) dll. Pengalaman saya kalo strain gauge (untuk skala kecil) rusak maka sinyalnya akan drifting.

Bagaimana bisa disimpulkan bahwa displaynya menunjukkan nilai tension yang tidak tepat? Apakah keanehannya?

Tanggapan 4 – Henry Margatama

Pak Ika,

Display tension pada monitor disimpulkan tidak tepat, dikarenakan hasil monitoring record menunjukkan perubahan yg tidak sinkron dgn strain gauge pada tendon lainnya. Memang perlu diselidiki lebih lanjut di bagian mananya yg mengalami gangguan. Berharap bapak2 di milis ini pernah mengalami kasus serupa untuk share pengalaman. Terima kasih.

Tanggapan 5 – Ika Prasetyawan

Pak Henry,

Kalo skala laboratorium (mungkin ini juga dapat di analogikan ke TLP), maka setiap strain gauge pasti dihubungkan ke ‘terminal’, sebelum ditampilkan ke monitor. Lalu, strain gauge yang ‘aneh’ tadi koneksinya bisa dicopot dan pindahkan ke terminal lain yang pembacaannya bagus. Kalo dari sini pembacaanya aneh berarti ya strain gaugenya ganggaun, tetapi kalo pembacaannya oke-oke saja, ya terminalnya yang gangguan.Kalo dari sini sudah ketahuan mana yang defect, kan langsung bisa dilihat prosentase errornya.

Mungkin kelihatannya gampang tapi urusan strain gauge yang sebesar dipasang ke TLP saya belum pernah. Mungkin prinsipnya sama?