Project Engineer fungsinya seperti liaise officer antara Client dan Project Management Team dari sisi technical. Dia tidak tergantung disiplin. Bisa tune-in di Structure, Piping ato Instrument. Ga harus ahli semua… asal ngerti aja prinsip dasarnya sehingga dia tau overall projectnya. Report ke Project Manager dan bisa masuk ke Commercial issue dari sisi technicalnya, sedangkan Project Superintendent ini seperti tangan kanan Project Manager dan Construction Manager. Membawahi semua disiplin untuk superintenden disiplin (piping superintenden, Structure sup de el el). Dia yang menguasai dan me-manage problem di lapangan.
Arrange manpower dan equipment juga.

Tanya – riksha lenggana

Saya mendapat tawaran dari Agen di Singapore untuk Long Term O&G Mega Project di Brunei Darussalam sebagai Piping Draftsman.

Yang ingin saya tanyakan adalah

1. Mega Project apa ya yg sedang di dengungkan di sana ?

2. Berapa Rate Salary yang reasonable untuk posisi di atas dengan experience Design Engineering +/- 5 tahun, dengan istri & satu anak ?

trims atas masukannya, mengingat Brunei ‘agak’ mahal di ongkos ketimbang Batam.

Tanya – yalbert@rekayasa

Dear Riksha,

Setelah Brunei Methanol Project di Sungai Liang – Brunei (kebetulan sy involved disana) finished, setahu sy skg ini blm ada mega project lagi di Brunei. Utk salary disana sekitar B$ 2000 ~ 4000 dan tergantung negosiasi. Klu boleh tahu nama perusahaannya disana krn sy ada beberapa perusahaan yg sy kenal.

Tanggapan 1 – Wisnu Purwanto

Mega Project yang dimaksudkan bisa jadi adalah Champion Waterflood – nilainya jauh lebih besar dari pada Methanol project, 10 digit BND; cuma jangka waktunya juga lebih lama dan bertahap.

Project sudah/sedang berjalan.

Tanggapan 2 – riksha lenggana

Pak Wisnu & Pak Yalbert,

Trims atas informasi yang di berikan.

FYI agen yg menawarkan itu berada di Spore, yaitu Region Diversified (S) Pte Ltd ( http://www.regiondiv.com.sg )

Sayangnya saya belum tahu apa nama perusahaan Client mereka.

Tanggapan 3 – hotma parasian

Wah sayang banget mas, kok dari snr dgsn eng turun jadi draftman?bisa merusak susunan CV dunk! apa ndak ada utk posisi yg sama atau minimal level eng, ini khan bisa menurunkan citra kita apalagi utk sekelas snr pekerjaan itu sangat jauh dan ilmu yg kita dapatpun jadi sia2, dan satu lagi, siapkah mas nanti disana diperintah org yg lebih muda yg sebenarnya ilmu dan pengalamn mas jauh diatasnya, yah…ini cuma masukkan aja, tapi keputusan ada ditangan mas.

Tanggapan 4 – riksha lenggana

Hallo Bang Hotma,

Trims atas saran & pandangannya. hehehe…

Sampai saat ini, saya belum mengiyakan apakah saya menerima posisi yang di offer mereka.
Tentu dengan pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang.
Saat apply pun, saya tidak memilih Piping Draftsman. Tapi Mechanical Design Engineer.

Dan email mereka ke saya pun adalah yang ke 2 kalinya.
setelah yang pertama via telepon & email yang menanyakan kesediaan untuk bekerja di Brunei dengan posisi yang saya pilih.
Anyway, trims ya Bang atas sarannya.

Tanggapan 5 – ricky Samuel

Dear rekan2,

Mau tanya apa beda PE ama PS seperti yg tertera di subject, soalnya kalau saya lihat di situs Mbah Google kayaknya tidak ada perbedaan yg significant, mungkin rekan2 bisa bantu jelaskan specifiknya cemmana, terus chancenya PS ke PE apa masih relevan, sehingga yg PS bisa gambling ke PE(maklum posisinya lebih booming dibanding PS di-lowongan2 kerja….).
Terima kasih banyak buat rekan2 saya ucapkan sebelumnya.

Tanggapan 6 – Indra Prasetyo

Kalau hanya dilihat dari title-nya, engineer adalah profesional position sedangkan superintendent (sama juga dengan supervisor atau manager) adalah managerial position. Jawaban seterusnya kurang lebih sama dengan posting/reply saya bbrp waktu yg lalu soal apakah seorang engineer bisa menjadi supervisor dan sebaliknya.

tp di lapangan atau kenyataannya, kadang title tidak penting yg lebih penting adalah job des-nya. Bbrp waktu yg lalu juga saya pernah reply postingan dimana sharing bahwa saya pernah diinterview untuk posisi project manager tetapi setelah saya tanya detail job des-nya ternyata pekerjaannya malah lebih mirip sales, nyari dan ketemu dengan client, nyari order, follow up order, dsb (belakangan saya perhatikan perusahaan yg menginterview sy tsb masih membuka lowongan utk posisi yg sama hanya di job ad-nya ditulis posisi yg dicari adalah ‘Project Manager/Order Owner’) .

Tanggapan 7 – rio.hendiga@akersolutions

Memang benar yang dikatakan Cak Topan, yang penting job description pekerjaannya. Walaupun awalnya cuma berpengalaman di perusahaan elektronik, nyatanya banyak yang bisa banting stir ke perusahaan Migas. Artinya selain kemampuan akademis, namun ternyata experience mereka saat di perusahaan elektronik ternyata bisa dipakai juga di perusahaan Oil & Gas.

Bahkan bisa bersaing dengan pelamar lain yang lebih experience di Migas karena mereka menawarkan permintaan salary yang rata-rata cenderung lebih rendah ( kadang ada juga yang lebih tinggi, dan goal juga ) dibandingkan yang sudah expert. Sepertinya seperti inilah trend saat ini di dunia Migas kalau saya amati khususnya di Batam dan di lingkungan sekitar saya.

Jadi, lebih baik tanya langsung aja kepada user tentang job description yang akan dikerjakan. Kalau confident dengan job tersebut, dan deal dg salarynya , tinggal take it or leave it.

Tanggapan 8 – cak.topan

Pak Samuel;

Kadang saya pikir, title itu ‘menjebak’. Jauh lebih penting dari itu semua adalah job descriptionnya.
Okeh… saya beri contoh di project kami.

Project Engineer ini fungsinya seperti liaise officer antara Client dan Project Management Team dari sisi technical.
Dia tidak tergantung disiplin. Bisa tune-in di Structure, Piping ato Instrument. Ga harus ahli semua… asal ngerti aja prinsip dasarnya sehingga dia tau overall projectnya.
Report ke Project Manager dan bisa masuk ke Commercial issue dari sisi technicalnya.

Project Superintendent ini seperti tangan kanan Project Manager dan Construction Manager. Membawahi semua disiplin untuk superintenden disiplin (piping superintenden, Structure sup de el el). Dia yang menguasai dan me-manage problem di lapangan.
Arrange manpower dan equipment juga.

Kira2nya gitu lah, pak.

Di tempat lain (bukan tempat saya bekerja), ada juga posisi Project Engineer. Hanya saja scope-nya dikecilkan. Misalnya ga diperkenankan ke commercial issue. Tempat lainnnya, posisi Project Engineer, tapi cuma ngurusin structure saja.

Di tempat lain lagi … ga ada Construction Manager. Tangan kanan Project Manager ya Project Superintendent ini…

Kurang lebihnya dari beberapa kondisi ini, jangan terlampau silau dengan nama posisi. Cermati saja job descriptionnya.
Kalo masih mirip2 dengan yang lama, kayaknya go ahead saja deh, pak.

Demikian. Kurang lebih, mohon maap.

Tanggapan 9 – Sketska Naratama

Setuju pak Wan,

Akan tetapi baseline nya tetap scope project tersebut yang termaktub didalam kontrak. Dari point ini, biasa nya employer akan menjabarkan job desc seorang PE.

Pengalaman saya hingga saat ini, PE bergantung sekali pada project yang ia tangani, baik dari sisi skill technical maupun organisasi (Maka dari itu banyak digunakan kata ‘liaise’ dalam term yang dibuat HR). Tidak harus terlalu detail, tetapi paham akan alur project secara komprehensif. Selain safety (Tentunya), paling tidak fokus ia kepada: Quality, Ontime Delivery dan Budget. Jika project nya hanya package equipment, biasa nya PE merangkap pekerjaan hingga meng-control cost nya juga. Pekerjaan simple, karena semua nya telah kita jabarkan didalam deliverable.

Saran dari saya pribadi, jika project yang ditangani adalah process plant, maka ada baiknya seorang PE berlatar belakang orang process. Sehingga evaluasi terhadap designer team akan lebih objektif, balance cross check dan efektif.

Dalam pemahaman saya, dalam bahasa ‘lapangan’ maka peran PE dibahasakan dengan site engineer (SE). Jika PE ‘tangan kanan’ PM, maka SE ‘tangan kanan’ Site Manager. Dan yang ada title ‘Manager’ nya dibelakang ini lebih fokus kepada client, sehingga ada domain internal dan eksternal.

Anyway, semua berpulang pada scope project yang sedang berjalan. CMIIW

Tanggapan 10 – hotma parasian

Seperti pelajaran Logika Matematika aja waktu SMA dulu di Bandung, berarti semisal project eng handle dan atau pindah ke project supt, berarti piping eng bisa dong handle dan atau juga pindah ke piping supt, begitu juga kalau dibalik, tapi kalau saya amati jobnya eng sama supt/supervisor tidak sama karena punya focus yg berbeda-beda, bisa pusing karena tidak faham, kecuali si engineernya kasih probation tiga bulan buat yg mau take care jobnya.

Tanggapan 11 – Ayah Raihan

Secara general project engineer fungsinya sbg ujung tombak suatu project, tugasnya mengeksekusi project dari awal sampai akhir sesuai dgn milestone yg dibikin project manager dan bertanggung jawab semua masalah technical….

Kalau project superintendent cenderung untuk kerjaan di lapangan, dimana tugasnya membantu construction manager atau site manager untuk mengorganisir pekerjaan disiplin tertentu seperti E&I, piping, structure dsb….baru dibawahnya dibantu supervisor2 dsb…

Semakin besar nilai project, semakin besar pula organisasi projectnya dan semakin banyak tingkatan jabatan organisasinya…