Pengertian rathole bisa ada dalam 2 konteks. Pertama, terkait dengan rig facilities di permukaan, terutama rig konvensional yang masih menggunakan kelly. Rate hole adalah lubang khusus di salah satu bagian rig floor yang gunanya untuk menyimpan kelly bila sedang tidak dipakai untuk operation, sedangkan Dogleg adalah derajat kelengkungan (dalam 3-D perspectif) per satuan panjang. Dalam drilling & completion biasanya dinyatakan sbg derajat per 100 ft (30 m). Pada saat mendisain well trajectory (lintasan sumur) untuk directional & horizontal drilling, dogleg ini adalah konsekuensi dari build up rate (menaikkan inklinasi/sudut) atau drop rate (menurunkan inklinasi) yang kita terapkan dalam perhitungan well trajectory.

Tanya – arief agung

Pak, aku mau nanya nih:

1) Apa yang dimaksud dengan rat hole pada proses pengeboran?

2) Pada saat mudlogging analysis, bagaimana caranya seorang mudlogger mengetahui kalau rock cutting yang dianalisis berasal dari kedalaman yang sesuai dengan asal rock cutting tersebut?

3) Apa yang dimaksud dengan dogleg pada directional drilling?

4) Apakah bedanya Free Water Level (FWL) dengan Oil Water Contact (OWC) pada reservoir hidrokarbon? Serta apa pengaruhnya terhadap perhitungan volumetrik reservoir?

5) Apa yang dimaksud dengan tight sand reservoir?

Sekian dulu Pak. Nanti aku nanya lagi.

Tanggapan – Eko Yudha

Mas Arief Agung,

Saya coba jawab seingat pengetahuan saya sbb:

1. Pengertian rathole bisa ada dalam 2 konteks. Pertama, terkait dengan rig facilities di permukaan, terutama rig konvensional yang masih menggunakan kelly. Rate hole adalah lubang khusus di salah satu bagian rig floor yang gunanya untuk menyimpan kelly bila sedang tidak dipakai untuk operation.
Kedua, terkait dengan well construction. Di sini rate hole adalah membuat lubang sumur lebih dalam (extra length) 10-50 m di bawah dasar zona target (produksi). Gunanya supaya logging tool bisa mengevaluasi secara menyeluruh zona target yang akan diproduksikan. Selain itu, bisa menjadi ‘tempat sampah’ bagi masalah2 sumuran tanpa menutupi akses ke zona produksi, misalnya pasir yang terproduksi, peralatan komplesi yang tertinggal, dsb.

2. Kedalaman asal cutting diketahui dengan menghitung ‘lag time’ (waktu perjalanan yang dibutuhkan oleh si cutting dari kedalaman asalnya sampai ke permukaan). Idealnya (prinsipnya), lag time dihitung sbg Annulus volume (area antara diameter lubang sumur dan/atau casing dengan OD pipa pemboran dan/atau bottom hole assembly dikali dengan kedalaman bit) dibagi laju alir lumpur di annulus ke permukaan. Dalam kenyataannya biasanya diameter pipa beragam dan perlu berbagai koreksi, misalnya karena cutting sink velocity (akibat gravitasi), delay cutting transport pada sumur2 miring dan horizontal, dll. Dengan mengetahui lag time bisa di-trace back cutting yg sampai di permukaan sekarang itu berasal dari kedalaman berapa.

3. Dogleg adalah derajat kelengkungan (dalam 3-D perspectif) per satuan panjang. Dalam drilling & completion biasanya dinyatakan sbg derajat per 100 ft (30 m). Pada saat mendisain well trajectory (lintasan sumur) untuk directional & horizontal drilling, dogleg ini adalah konsekuensi dari build up rate (menaikkan inklinasi/sudut) atau drop rate (menurunkan inklinasi) yang kita terapkan dalam perhitungan well trajectory. Batasan dogleg yang digunakan tergantung dari stiffness (kekakuan) peralatan drilling maupun completion yang akan masuk ke dalam sumur. Makin besar dogleg tentunya kesulitan untuk memasukkan peralatan akan bertambah karena friction antara pipa dengan dinding sumurnya akan bertambah.

4. Oil water contact (OWC) adalah kedalaman tertentu (secara teori) yang merupakan batas/level antara yang dominan minyak dan yang dominan air dalam satu formasi. Karena mengikuti hukum gravitasi, idealnya minyak ada di atas air dalam satu level horizontal. Akan tetapi dalam realitanya, karena efek tekanan kapiler dalam pori2 formasi dsb, batasnya tidak jelas dalam satu level tertentu melainkan seperti gradational (ada zona transisi). Lalu muncul lah istilah Free Water Level (FWL) untuk menyatakan bahwa di level tersebut adalah batas dimana fomasinya sudah 100% air.

5. Tight sand reservoir adalah formasi sandstone yang permeabilitas dan porositasnya sangat kecil (kalau tidak salah, porositas < 10% dan permeabilitas < 10 mD.

Mudah2an cukup menjawab pertanyaan anda.