Ketika pengisian BBM, pengendara motor harus turun dari kendaraan, jelas merupakan mitigasi dari suatu dampak risiko terhadap si biker itu sendiri. Minyak adalah material yang mudah terbakar, maka apabila terjadi explosion disaat pengisian BBM tersebut maka kemungkinan terjadinya kecelakaan pada orang tersebut menjadi semakin kecil.

Tanya – Eko Drajat, Nugroho

Kalau kita naek motor bebek mau isi BBM mau gak mau ya harus turun karena tangki ada di bawah jok. Kalau naek motor laki (sport) kan sebenarnya gak perlu turun dari motor kalau lagi isi BBM.

Tapi kalau kita isi BBM di Pompa BBM Shell tetep diminta turun dari kendaraan walau kita naek motor sport.

Ada yg tahu kenapa ?? karena alasan faktor etika atau keselamatan ??

Tanggapan 1 – Raditya Joko Aryanto â„¢

Safety pak, sudah jelas kalau misalkan terjadi hal hal yang tak diinginkan, maka orang yang berdiri akan lebih cepat menghindar daripada yang masih duduk di atas motor.

Demikian pendapat saya pak.

Tanggapan 2 – rizky feryansyah

Kalau menurut saya, lebih ke faktor safety.. bisa saja saat mengisi ada percikan api atau semacamnya yang bisa menimbulkan ledakan

Tanggapan 3 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Kalau saya melihatnya dari sisi keselamatan, ini jelas merupakan mitigasi dari suatu dampak risiko terhadap si biker itu sendiri. Minyak adalah material yang mudah terbakar, maka apabila terjadi explosion disaat pengisian BBM tersebut maka kemungkinan terjadinya kecelakaan pada orang tersebut menjadi semakin kecil. Coba bayangkan kalau kita duduk disitu dan nterjadi explosion kita bisa bayangkan apa yang terjadi, ada daerah sensitif yang akan terkena dampak paling parah.

Tanggapan 4 – Muhammad Redjoso

Pak Eko,

Saya pernah tanya ke operator SPBU shell, alasan mereka adalah jika terjadi api karena flashing atau self combust, atau minimal bensinnya tumpah atau mbleber, kita sebagai pengendara terlindungi karena tidak sedang berada diatas motor dan tidak sedang menjepit tangki..jadi bisa langsung menjauh dan dilakukan tindak pengamanan..atau dengan logika sederhana, setidaknya celana kita tidak kena bensin..

saya sendiri dari awal punya motor laki selalu turun kalau sedang mengisi bensin, baru2 ini aja disuruh turun duluan di shell..

Tanggapan 5 – yose ma’ruf

Mungkin perlu ditanyakan dahulu ke operator di SPBU Shell.:)

Tanggapan 6 – Andri.Jaswin@akersolutions

Bagian dari keselamatan juga sic, tapi yg jelas analisa saya simple aja. Agar si pengendara tidak terkena percikan BBM atau pun luberan BBM saat diisi penuh. Ini bagian dari service atau pun pelayanan meraka, untuk mencegah menjaga hal2x tsb di atas tidak terjadi dan akan menjadi suatu komplinan bagi pelanggan.

Tanggapan 7 – Eko Drajat, Nugroho

Ada yg pernah nyoba ke SPBU Petronas atau Total apa ya di suruh turun juga ??

Tanggapan 8 – I Gede, Sudarka (Istech)

Ikutan nimbrung, barangkali bermanfaat untuk disimak, untuk preventive action bagi pelanggan SPBU.

1. Resiko tumpahan BBM (beberapa rekan2 sdh care hal ini). Terutama dalam melindungi bagian2 tubuh sensitive. Untuk handle BBM jenis ini seharusnya menggunakan PPE.

Dalam dunia penerbangan petugas pengisi BBM (AVTUR) harus gunakan PPE, termasuk petugas aviation operatornya. Di HSE handbooknya SPPBU mungkin sudah masuk PPE yang dianjurkan.

2. Kalau terjadi static dischage maka otomatis dipengendara R2 akan loncat (kaget) dan motor akan jatuh (standar off/dongkrak moror) dan BBM dalam tangki akan keluar kemudia terbakar.

Nah dapat dibayangkan apa yg akan terjadi kalau tumpahan BBM itu nyiprat di celana mereka tentu bagian2 itu akan terasa panas. Apalagi dikulit sensitive yg kena. Dan kalau2 pengendara R2 perokok, tentu resikonya terbakar tinggi. Untuk safety ikutilah anjuran petugas SPBU. Mereka sdh ditraining HSE (dalam ???).

3. Di SPBU tidak ada grounding antara nozzle dan tangki R2/R4, disini potensi static discharge tinggi. Kalau di pesawat udara selalu ada grounding cable dan dihubungkan ke aircraft static discharge sebelum penutup tangki BBM dibuka. Atau ujung nozzle ditempelkan ditutup BBM pesawat sebelum dibuka, baru nozzle tangki BBM (tanker) dimasukkan (sebelumnya juga harus dilakukan test2 lainnya sesuai aturan safety penerbangan. Kalau pesawat gunakan high pressure refueling system prosedure sama.

4. Ini sudah pernah dibahas juga waktu lalu mengenai bahaya static discharge saat isi BBM di SPBU. Untuk itu mesin harus dimatikan sebelum isi BBM. Kecelakaan sudah berpuluh-puluh kali terjadi.

Anda harus takecare yourself. Limited fire prevention and fire extinguisher operator training and qualification masih perlu dipertanyakan.

Tanggapan 9 – Yoshida Aditiawarman

Nambahin dikit..

Saya juga pernah lihat di televisi karena keran BBMnya cukup kencang jadi bisa muncrat sampai kena mata si biker..

Tanggapan 10 – Dirman Artib

Saya walaupun nggak disuruh turun, tapi saya harus turun karena :

1. Harus membayar dulu di kasir yang jaraknya kira-kira 15 -20 mtr dari nozzle.

2. Menerangkan ke kasir nomor berapa pompa yang saya booking

3. Menerima duit kembalian bila ada

4. Harus menarik sendiri nozzle, buka tutup tangki dan masuk kan ujung nozzle dan…croooth…crooth…sambil berdiri lega dan leluasa

Hampir semua teman-teman begitu kalau di KL.

Tanggapan 11 – Eko Drajat, Nugroho

Thanks Pak,

Maklum aja, baru 1 tahunan ini saya pake motor laki/sport dan selama ini selalu isi Pertamax di SPBU Pertamina dan tdk pernah turun dari kendaraan.

Nah baru sekitar 2 bulan kemaren saja saya nyoba sekali ke SPBU Shell utk isi Pertamax dan disuruh turun (cuma saya merasa aneh aja disuruh turun)

Tanggapan 12 – rio.hendiga@akersolutions

Betul, kebetulan kemarin malam sempat melihat analisa kebakaran yang terjadi di stasiun BBM di salah satu stasiun TV swasta.
Bahwa penyebabnya listrik statis antara jari pengendara/pengisi bensin dengan tutup/casing tanki BBM.

Jadi seandainya pengendara motor masih di atas kendaraan masih ada kemungkinan tangannya yang mungkin kebetulan bermuatan listrik statis berdekatan dengan logam dekat lubang BBM ( Listrik statis + gas/uap BBM dari tanki + O2 ), maka terjadinya explosion kemungkinan bisa saja terjadi.

Tanggapan 13 – Eko Drajat, Nugroho

saya juga sempet mikir spt itu pak, kalau faktor keselamatan toh posisi tubuh masih dekat sekali ketika mengisi karena masih pegang setir walau dalam posisi berdiri.

Dan kalau alasan keamanan kalau isi BBM ketika bawa mubil, mestika tidak hanya supir, tp penumpang juga harus turun. Tp so far kalau mubil hanya supir saja yg turun.

Ini yg saya masih belum tahu jawabannya.

Tanggapan 14 – riksha lenggana

Wah, sepertinya diskusi ini menarik sekali ya.

Kalau salah satu ‘analisa’ penyebab terjadinya kebakaran saat mengisi BBM (entah R2 atau R4) adalah karena listrik statis, lalu upaya preventif dari Pengelola SPBU & Industri Otomotif bagaimana ya ?

Apakah Otomotif menggunakan jenis cat / coating yang Anti Static, ataukah ada metode yang lebih baik.
mengingat jumlah pengendara R2 jauh lebih banyak dari R4 & (maaf) tidak semua faham akan safety saat pengisian BBM.

Bagaimana dengan Uap BBM yg keluar saat pengisian (bila) pompa SPBU mengeluarkan debit yg banyak per satuan waktu ?

Bagaimana dengan Operator SPBU-nya sendiri yg awarenessnya sedikit ?

Mohon untuk yg lebih mengerti, untuk berbagi.

Tanggapan 15 – muhammad rifai

BBM kan aslinya gas… waktu ngisi, mestilah ada gas yang menguap… misal tiap dua hari si pemakai motor lanang ngisi BBM tanpa turun, artinya tiap dua hari menghirup BBM… bagi yang tau isinya BBM mungkin kasihan sama pemakai motor…
kalo mubil, lobangnya cukup jauh lah, apalagi pintu jendela tertutup rapet…. supir juga nggak harus turun kalo yang transaksi penumpang lain.