Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem pipa berapa suction pressure yang diperlukan oleh pompa utama? kemudian berapa jarak, perbedaan ketinggian/elevasi dan diameter pipa antara pompa booster dengan pompa utama, perhitungkan discharge pressure pompa booster/feeder dan pressure loss dari pompa booster/feeder ke pompa utama sehingga pressure di suction point pompa utama mencukupi. Untuk flowrate, jika kebutuhannya dan pompa utamanya didisain dan dioperasikan, misalnya untuk X BPH, maka pompa booster/feedernya pun harus dapat mencapai flowrate yg sama. Jika mau menggunakan pompa sentrifugal, maka pompa sentrifugal punya kurva tersendiri, semakin besar flowrate-nya, TDH-nya akan semakin kecil dan sebaliknya.

Tanya – Hammam Faza

Dear All,

Mohon share dan pengalaman penggunaan pompa centrifugal sebagai booster pump untuk mengatasi kinerja pompa utama yang diletakakan diatas tanki dimana nilai NPSH sistemnya tidak memenuhi nilai NPSH pompa.

1.Apa saja faktor2 yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem pipa nya

2.Bagiamana menentukan spesifikasi pompa bosster apakah mengikuti flowrate dan pressure dari pompa utama

3.Keuntungan atau kerugian penggunaan booster pump yang jenis inline dengan pipa atau yang horizontal mounted.

Terimakasih atas share pengalamannya.

Tanggapan 1 – And Riawan

Mohon diskripsi proses nya lebih jelas dan urut, Pak . . sehingga rekan2 dapat memberikan solusi . . .

Tanggapan 2 – Hammam Faza

Mohon maaf atas ketidakjelasannya deskripsinya.

Misalkan ada pompa existing dan sebuah tanki fluida yang akan diconnect outlet tanki ke suction pompanya.Pompa diletakkan dalam level posisi diatas tanki (tanki di letakan dibawah deck dimana pompa diletakan).Setelah dihitung nilai NPSHa sistem hasilnya dibawah nilai NPSHr pompa.Pompa existing memiliki spesifikasi flowrate dan disch pressure tertentu.

Untuk mengatasi masalah diatas (?), akan dipasang booster pump didekat tanki tersebut pada pipa koneksi outlet tanki dan suction pompa existing agar asupan fluida ke pompa utama tersebut terbantu.

Mudah2an lebih jelas.Terimakasih penjelasannya.

Tanggapan 3 – Indra Prasetyo

Yg perlu diperhatikan adalah; berapa suction pressure yg diperlukan oleh pompa utama? kemudian berapa jarak, perbedaan ketinggian/elevasi dan diameter pipa antara pompa booster dengan pompa utama, perhitungkan discharge pressure pompa booster/feeder dan pressure loss dari pompa booster/feeder ke pompa utama sehingga pressure di suction point pompa utama mencukupi. Untuk flowrate, jika kebutuhannya dan pompa utamanya didisain dan dioperasikan, misalnya untuk X BPH, maka pompa booster/feedernya pun harus dapat mencapai flowrate yg sama. Jika mau menggunakan pompa sentrifugal, maka pompa sentrifugal punya kurva tersendiri, semakin besar flowrate-nya, TDH-nya akan semakin kecil dan sebaliknya.

Btw, kalau dengan diletakkan diatas tangki NPSH-nya tidak mencukupi, kenapa pompanya tidak dipindah aja ke tanah sehingga NPSH-nya mencukupi, sehingga anda tidak perlu memasang pompa feeder? Maaf saya tidak tahu situasi dan kondisinya di tempat anda spt apa.

Mudah2an membantu, kalau ada salah2 mohon maaf, maklum udah lama nggak ngitung2 soal pompa…