Pemerintah menilai PT Pertamina (Persero) kurang aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat pengguna elpiji 3 kg. Dengan banyaknya insiden tabung meledak, pemerintah mendesak Pertamina untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan terhadap para pelanggannya.

Tanya – Admin Migas

Jakarta – Pemerintah menilai PT Pertamina (Persero) kurang aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat pengguna elpiji 3 kg. Dengan banyaknya insiden tabung meledak, pemerintah mendesak Pertamina untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan terhadap para pelanggannya. Demikian hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/6/2010) malam. ‘Yang terjadi bukan tabung meledak. Jadi gas bocor, sehingga ada gas mengambang di udara, kompor dinyalakan lalu, bum! Sehingga seharusnya ada inspeksi, pengawasan, atau pengecekan dan sosialisasi,’ katanya.

Ia mengatakan, selama ini memang masih banyak masyarakat yang kurang mengerti terhadap cara penggunaan elpiji, terutama masyarakat yang sejak lama menggunakan kompor minyak. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pertamina. ‘Kalau menggunakan kompor gas, ruangannya harus terbuka sehingga ada sirkulasi udara. Kalau ada bocor kecil hilang terbawa angin,’ tambahnya.

Pemerintah mengimbau, pada setiap pengisian kembali sebaiknya dilakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari valve, pentil dan selangnya. Apabila terjadi kebocoran sebaiknya segera dilaporkan. Selain pengawasan yang dilakukan Pertamina, Hatta juga meminta masyarakat untuk bisa melaporkan jika menemukan tutup tabung maupun selang yang belum mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau diberi label SNI palsu. ‘Masyarakat harus mengadu terhadap hal-hal seperti itu. Pemasoknya harus bertanggung jawab. Kemudian Pertamina juga harus memantau,’ tegasnya.

————————————-

Migas Indonesia,

Prihatin mendengar berita bahwa hampir tiap minggu selalu ada korban dari kebocoran pemakaian gas elpiji sewaktu digunakan untuk memasak. Pertamina mengatakan bahwa tanggung jawabnya hanya sampai distributor elpiji di tingkat agen. Sedangkan pemerintah baru mulai pro aktif melakukan penyisiran aksesoris tabung yang tidak bersertifikat SNI. Tapi untuk sosialisasi cara penggunaan elpiji yang baik dan benar tidak intensif dilakukan. Untuk itu marilah kita mulai dari lingkungan terkecil, mulai melakukan sosialisasi cara menggunakan gas elpiji yang baik dan benar di keluarga dan tetangga. Bahan sosialisasi dapat anda unduh dari URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=303&Itemid=42. Malam ini saya tambahkan dengan dokumen ‘Apa yang dilakukan jika didapati telah terjadi kebocoran gas LPG?’.

1. Pedoman Teknis 1 – Instalasi Pengisian dan Penanganan LPG

2. Pedoman Teknis 2 – Transportasi LPG dengan Moda Angkutan Darat

3. Pedoman Teknis 3 – Pemeriksaan Berkala Tabung LPG

4. Pedoman Teknis 4 – Pemeliharaan Tabung LPG

5. Pedoman Teknis 5 – Penyimpanan Tabung LPG di Penyalur dan Penggunaan LPG Untuk Pengguna

6. Apa yang dilakukan jika didapati telah terjadi kebocoran gas LPG?

7. Kadaluwarsa Tabung Elpiji

8. Keselamatan Memakai Elpiji

9. Menggunakan LPG Secara Aman

10. Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG

11. Pedoman Teknis Instalasi Pengisian, Transportasi, Penanganan dan Penggunaan serta Pemeriksaan Berkala Tabung LPG – Presentasi

Tanggapan 1 – Bambang Cahyono

Saya telah melakukan test visual dan masukan dari bbrp pengguna, ini untuk pertimbangan:

1. tabung tipis, dan mudah berkarat apalagi daerah Batam (pantai)

2. cat mudah tergores.

3. converter mudah patah, jika dipasang mudah ngowos (keluar gas dari samping) harus digoyang2 sampai pas (kalau tersenggol ngowos lagi), ini yang sering dilakukan penduduk.

4. karet penahan converter harus diganti jika konverter dicopot (kalau langsung dipasang kembali pasti ngowos).

5. penduduk sering menenggelamkan ke air untuk test tabung.

itu yang saya dapat informasi dari bbrp pengguna, mungkin ada masukan lain?

Tanggapan 2 – Yuyus Uskara

Jakarta – Pemerintah menilai PT Pertamina (Persero) kurang aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat pengguna elpiji 3 kg. Dengan banyaknya insiden tabung meledak, pemerintah mendesak Pertamina untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan terhadap para pelanggannya.

Demikian hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/6/2010) malam.

‘Yang terjadi bukan tabung meledak. Jadi gas bocor, sehingga ada gas mengambang di udara, kompor dinyalakan lalu, bum! Sehingga seharusnya ada inspeksi, pengawasan, atau pengecekan dan sosialisasi, ‘ katanya.

Ia mengatakan, selama ini memang masih banyak masyarakat yang kurang mengerti terhadap cara penggunaan elpiji, terutama masyarakat yang sejak lama menggunakan kompor minyak. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pertamina.

‘Kalau menggunakan kompor gas, ruangannya harus terbuka sehingga ada sirkulasi udara. Kalau ada bocor kecil hilang terbawa angin,’ tambahnya.

Pemerintah mengimbau, pada setiap pengisian kembali sebaiknya dilakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari valve, pentil dan selangnya. Apabila terjadi kebocoran sebaiknya segera dilaporkan.

Selain pengawasan yang dilakukan Pertamina, Hatta juga meminta masyarakat untuk bisa melaporkan jika menemukan tutup tabung maupun selang yang belum mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau diberi label SNI palsu.

‘Masyarakat harus mengadu terhadap hal-hal seperti itu. Pemasoknya harus bertanggung jawab. Kemudian Pertamina juga harus memantau,’ tegasnya.

Tanggapan 3 – Bambang Cahyono

Iya Pak,

Pasti tabung bertekanan tinggi yang meledak, kalau penyebabnya bisa macam2…

Tanggapan 4 – M. Teguh

Bapaks,

apakah sudah pernah ada laporan resmi dari kepolisian yang menyebutkan bahwa yang meledak itu adalah tabungnya?

Sependek pengetahuan saya, yang menyebabkan kebakaran itu adalah kebocoran gas dari selang dan regulator.

Tapi entah karena tidak tahu atau tidak perduli, media selalu menyebutkan ‘ledakan tabung LPG’ yang artinya tabungnya lah yang meledak berkeping2, seperti bom, menghancurkan dapur penduduk dan melukai orang. Padahal sudah pernah ada penjelasan di TV kalau tekanan operasi tabung 3 kg sangat rendah (hanya 6 kg/sqcm) dibanding MAWP yang sekitar 100 kg/sqcm, yang artinya kemungkinan tabung meledak pada kondisi normal sangat kecil.

Pengawasan yang perlu dilakukan pemerintah adalah penjualan selang, regulator dan clamp nya. Itu yang harus lebih diawasi pemerintah dengan melakukan razia2 (selain razia pemerintah terhadap video porno artis). Karena korban nyawa sudah banyak.

Tanggapan 5 – Rosmana Eko Saputra

Yang banyak bermasalah sebenarnya selain di regulator dan selangnya juga di nozzle keluarnya itu, karetnya banyak yang rusak jadi ketika dipasang tidak tertutup rapat akhirnya ada gas bocor. sepertinya tabung yang bermsalah baru beberapa kali terjadi (yg hancur) selebihnya ya masalah kebocoran itu. mungkin juga tabung gak meledak tapi ada bocor di tabung, namun kl ini kemungkinan kecil karena biasanya akan ketahuan saat di agen, kecuali klepnya yang rusak.

Tanggapan 6 – Sutarto

Saya setuju dg Pak Teguh dan pernyataan Pak Hatta.

-(Pemerintah) Kita memang lemah dalam hal pengawasan (hampir dlm semua bidang), sepertinya tidak perlu diragukan.

-Sosialisasi, saya pribadi pernah membaca leaflet/brosur/atau apalah namanya dari PT Pertamina, diawal munculnya kompor gas dulu, dicetak bagus sekali. (isi dan waktunya tidak ingat persis) yang masih saya ingat adalah; -bahwa gas (LPG) itu lebih berat massa jenisnya dibanding dg udara, jadi disarankan tabung gas diletakkan dibawah kompor (ya tidak persis dibawahnya, lho ). -Untuk menghindari akumulasi gas dalam satu ruangan (bila terjadi kebocoran) usahakan penempatan tabung gas di ruang yang mempunyai ventilasi cukup, agar cepat terurai. -Sengaja gas diberi aroma menyengat (maaf, spt bau gas buang orang), agar secara cepat orang berusaha mencari sumber kebocoran tsb. (saya ga membayangkan, jika seandainya PT Pertamina menambahkan bukan aroma menyengat, tp aroma spt mie instant; bau kari ayam, bau bawang goreng yg harum, atau bau strowberry …. :-), mungkin akan lebih banyak lagi berita ledakan LPG di koran-koran).

Sekarang leaflet semacam itu jarang saya jumpai.

Muda-mudahan kejadian ini tidak terus berulang, kasihan rakyat Indonesia.

Tanggapan 7 – Anthony Malem Ukur

Bagaimana bila di lihat dari sisi fisika, apakah di sebabkan gas bocor atau tabung yg meledak.

1. Bila gas bocor…dari sisi fisika maka ketika gas bocor dan berada di udara bebas, apa gas LPG tersebut berada di permukaan tanah ??? (BJ Gas LPG).
Kharakteristik gas yg mudah terbakar adalah mempunyai BJ lebih ringan dari atmosphare.
Dalam volume tertentu, ketika gas tersebut terbakar di udara bebas memang akan menimbulkan ledakan, persoalannya pada saat yg sama apa mungkin tabung tersebut juga langsung meledak di kerena kan suhu yg panas saat terjadi nya pembakaran tersebut ?
Dari mana datang nya ledakan tabung tersebut ???? secara ilmu fisika apakah ‘mungkin’ api tersebut masuk kedalam tabung sementara tabung tersebut masih mempunyai tekanan ?????

2. Tabung meledak….dari sisi fisika ada 1 dan hanya 1 yg bisa membuat ledakan pada tabung adalah ‘Pressure ‘ yg tinggi diluar kemampuan daya tahan tabung.
Bila di lihat dari sisi ini, ada beberapa pertanyaan terhadap tabung tersebut ?????

A. Berapa design pressure terhadap tabung tersebut….dalam hal ini apakah sudah melalui uji tiori dan riset untuk menentukan titik design pressure pada tabung tersebut dan bila di hubungkan dengan ketebalan dan welding dari tabung tersebut, apakah sudah sesuai dengan design tersebut?????? dan bila sudah maka akan menjadi pertanyaan kemudian adalah ‘siapa yg bertanggung jawab’ terhadap design tersebut dan apakah sudah sesuai dengan Standard keselamatan untuk sebuah tabung LPG yg di pergunakan untuk kepentingan public ??????????

B. Adakah badan certifikasi yg me-certified tabung tersebut ???? dan kalau ada maka masyarakat bisa meng-claim ke asuransi untuk segala kerugian yg di akibatkan tabung meledak tersebut ????????

Dari sekilas tinjauan dari sisi Fisika terhadap sering meledaknya tabung LPG 3 Kg tersebut diatas????????

‘Benarkah tabung tersebut meledak akibat gas BOCOR atau akibat tabung yg MELEDAK di kerenakan ‘TIDAK sesuai design keselamatan’ ?????????
Manakah penyebab UTAMA nya ????

Analisa kejadian dan hubungannya dengan reason.

Selama ini ‘alasan’ yg di pakai sebagai penyebab utamanya adalah akibat gas bocor.
Alasan tersebut akan memberikan sebuah anjuran dan tanpa effek adalah : ‘Perhatikan bila ada mencium gas jangan nyalakan api’.
Namun bila sebagai alasan adalah ‘terjadinya ledakan akibat tabung meledak’ maka konsekwensi dari alasan tersebut akan ber-implikasi ke banyak pihak yg terkait dengan di keluarkannya tabung gas LPG 3 Kg.

mungkin ada teman yg lain bisa membantu memberi pencerahan yg lain ????

Tanggapan 8 – BKC1037@cc.m-kagaku

Salah satu ide yang saya pikir sangat mudah dilakukan adalah dengan menempelkan label stiker di tabung LPG yang isinya berupa petunjuk (gambar dan kalimat2 pendek) cara pemakaian dan peringatan potensi bahaya dan penanganannya, sehingga setiap orang bisa dengan mudah memahaminya.