Select Page

Untuk kapasitas per satu turbine generator besar (misal > 300 MW) sebaiknya memakai SIL-3 untuk kelebihan kehandalannya. turbine dengan kapasitas besar dan beroperasi dengan pola n+0 sebaiknya pakai SIL-3. Juga pola operasinya apakah n+0, n+1 atau n+2. krn ini akan menentukan apakah perlu SIl-3 atau tidak. Jika unit turbine nya sudah redudance (misal n+2) maka lebih ekonomis tidak memakai SIL-3, tetapi tidak mengurangi kehandalan utk memasok listrik. Sedangkan TMR adalah salah satu cara ‘kombinasi design’ yang dianut oleh vendor PLC untuk mencapai SIL-3. cara lain 2D2, quad. silkahkan di google utk info seterusnya.

Tanya – imron rosadi

Bagi rekan-rekan yang pernah mendesign dan mengaplikasikan TMR (Triple Modular Redundant) & SIL (Safety Integrated Level) terutama untuk Gas Turbine & steam Turbine bisa di share dong…..Kita sedang mengevaluasi control & protection (Gas Turbine & Steam Turbine) untuk proyek Combine Cycle Power Plant 740 MW di Tj. Priuk.

Tanggapan 1 – Maison Des Arnoldi

Pak Imron yth,

Kalau kapasitas per satu turbine generator besar (misal > 300 MW) ya sebaiknya memakai SIL-3 utk kelebihan kehandalannya. turbine dgn kapasitas besar dan beroperasi dgn pola n+0 sebaiknya pakai SIL-3.

juga pola operasinya apakah n+0, n+1 atau n+2. krn ini akan menentukan apakah perlu SIl-3 atau tidak. hemat saya jika unit turbine nya sudah redudance (misal n+2) maka lebih ekonomis tidak memakai SIL-3, tetapi tidak mengurangi kehandalan utk memasok listrik.
TMR adalah salah satu cara ‘kombinasi design’ yang dianut oleh vendor PLC untuk mencapai SIL-3. cara lain 2D2, quad. silkahkan di google utk info seterusnya.
sebaiknya juga dipertimbangkan kondisi exiting utk accessories turbine nya apa kah sudah redundance atau masih single (misal filter lube oil, pompa lube oil, lube oil cooler,)sebaiknya dilakukan what if analiss utk kebutuhan pencapaian kehandalannya.
silahkan tambahkan lagi oleh yang berkenan dan berkompeten..

Share This