Ada 2 cara untuk simulasi shutdown system yaitu : 1) Bypass : kita bisa menonaktifkan source / iniciate shutdown bisa via software / hardware tapi Final Elemen masih bisa bekerja sehingga jika terjadi Emergency Shutdown Down yang real , Final Element masih bisa ditutup secara manual; 2) Over Ride : Kita menonaktifkan Final Element tapi jika terjadi Emergency Shutdown Down yang real , Final Element susah untuk dioperasikan. Kita dapat melakukan kedua hal tersebut tegantung kebutuhan simulasi untuk shutdown plant, misal untuk melakukan ESD matrix Test pada sumur remote dapat dilakukan bypass pada 3way BSP (Pilot) sehingga dapat mengetahui ESD logic bekerja sebagaimana mestinya tapi Final Elemen tidak jatuh dan jika terjadi ESD fire / high pressure maka Final Elemen dapat tertutup secara manual (in_case diluar hal yang tidak diprediksi).

Tanya – Novriandy Darmawan

Dear Rekan milist,

Ada yang bisa sharing gak buat bapak2 sekalian yang pernah melakukan simulasi shutdown plant untuk memastikan apakah shutdown system masih bagus tanpa mematikan plant kita. Kami belum pernah melakukannya dan berencana untuk melakukannya. SOP kegiatan ini kami belum punya.. Mohon bantuan / sharing dari bapak2 sekalian. Terima kasih…

Tanggapan 1- febri wardana

Mas,

Kalau memang kita mau ‘benar-benar’ mengetest shutdown system kita secara closed loop system, maka memang impactnya akan shutdown beneran. Kecuali kalau kita bypass actuatornya atau tersedia bypass line yg bisa dioperasikan sementara ketika fungsi test dijalankan. Biasanya kita bisa lakukan test ini partially, misalnya dari sisi input signal kita simulasikan shg menyentuh trip value, shg nantinya alarm trip akan muncul, dan untuk menghindari trip yg sesungguhnya, tentunya triger logic utk trip kita bypass dulu. Dan kalau memang kita mau mengetest shutdown valvenya ya mau tdk mau kita lakukan test actual, dan kita siapkan bypass line utk menghindari trip yg sesungguhnya. Pengetesan bisa kita lakukan loop by loop sesuai dgn logic/shutdown diagram yg kita punya.

Tanggapan 2 – Novriandy Darmawan

Pak Febri,

Itu artinya mau tidak mau kita harus stop plant ya.. Terima kasih..

Tanggapan 3 – dodi prasetya

Pak Novriandy,

Harus pakai software untuk simulasi seperti pipesim atau hysis atau sejenisnya,kalau shutdown berkenaan dengan kontrak dengan buyer seperti GSA jadi dalam setahun kira2 1 atau 2 kali shut down dan dihitung keekonomiannya bila shut in bila ada hubungannya dengan buyer.SOPnya tergantung perencanaan di awal baik desain fasilitas ataupun gas yang di deliverikan karena menyangkut volumenya.

Tanggapan 4 – radita arindya

Mas,

Ada 2 cara untuk simulasi shutdown system yaitu :

1) Bypass : kita bisa menonaktifkan source / iniciate shutdown bisa via software /
hardware tapi Final Elemen masih bisa bekerja sehingga jika terjadi Emergency
Shutdown Down yang real , Final Element masih bisa ditutup secara manual.

2) Over Ride : Kita menonaktifkan Final Element tapi jika terjadi Emergency
Shutdown Down yang real , Final Element susah untuk dioperasikan.
Kita dapat melakukan kedua hal tersebut tegantung kebutuhan simulasi untuk shutdown plant, misal untuk melakukan ESD matrix Test pada sumur remote dapat dilakukan bypass pada 3way BSP (Pilot) sehingga dapat mengetahui ESD logic bekerja sebagaimana mestinya tapi Final Elemen tidak jatuh dan jika terjadi ESD fire / high pressure maka Final Elemen dapat tertutup secara manual (in_case diluar hal yang tidak diprediksi)

Tanggapan 5 – Anthony Malem Ukur

Ikut Nimbrung….(dari sisi Result)

Kalau dari informasi yg di berikan bahwa kegiatan ini hanya ‘Simulasi’.
Perlu ‘satu’ presepsi dengan management bahwa result dari ‘Simulasi’ hanya pengujian terhadap Loop system/Chart ESD (software system hingga equipment yg terbatas) yg sudah di design namun ‘bukan’ Main Equipment Rection dari ESD tersebut.
(Pengalaman saya, hal ini ‘tidak’ di report ke dalam ‘Test Report’ yang mana menjadi ‘warranty’ sebuah plant, bahwa sudah safe ESD systemnya).

Dalam hal ini reaksi antara pada program dengan reaksi pada equipment mempunyai perbedaan ‘waktu’ yg harus di perhitungkan demi keamanan Plant tersebut.
Contoh : reaksi Valve tertutup hingga muncul indikasi ‘valve close or valve open’ harus di perhitungkan, apalagi bila indikasi valve posision tersebut ‘men-triger’ next system nya.
Begitu juga time reaction untuk Motor, other actuator, Flow gas going to Flare, dll.
Satu hal waktu reaksi juga di pengaruhi oleh media di dalam line system.