Jika kapasitas dari pompa centrifugal lebih besar dari pompa recip, maka operasi dari pompa centrifugal bisa dibuat tidak kontinu tetapi berdasarkan level dari suction drum dari pompa recip. Tentu hal diperlukan beberapa pertimbangan apakah akan menggunakan kontrol on-off dari pompa atau menggunakan kontrol pada recyle valve (minimum flow line) dan discharge valve untuk mengatur transfer fluid dari pompa centri ke suction drum recip pump, Demikian pula bila sebaliknya.

Tanya – Hammam Faza

Dear All,

Mohon share pengalaman menserikan dua pompa.Pompa pertama centrifugal pump dan kedua adalah reciprocating pump.Pompa pertama diserikan untuk mengatasi nilai NPSHa pompa kedua (main pump) kurang dari NPSHr manufacture (catatan:tidak ada space untuk mengubah elevasi pompa atau tanki).

1.Bagaimana menghitung NPSHa pompa kedua untuk memastikan nilainya diatas NPSHr , apakah faktor acceleration head pompa reciprocating harus di konsider?

2.Adakah masalah jika discharge pressure pompa pertama lebih besar dari kebutuhan suction pressure pompa kedua

3.Adakah barang instrument yang harus disediakan untuk mengontrol sistem seri ini

4.Bagaimanakah cara start up sistem ini

Terimakasih.

Tanggapan 1 – ma2ithink

Pak Faza,

Coba jawab no 2

Coba Sependek pengetahuan saya dilapangan menserikan pompa sentrifugal dan reciprocating belum pernah karna memang karakteristik yg berbeda. Dan tentu saja dalam hal pengoperasiannya akan menemui kesulitan terutama pada waktu switch karena perbedaan tekanan discharge.

Apa sih problem yg terjadi sehingga mau dibuat seri?

Tanggapan 2 – Raditya Joko Aryanto â„¢

Pak Faza yang baik,

Setahu saya memasang seri kedua pompa ini jarang dilakukan, tapi kalau pompa pertamanya centrifugal pump mungkin di reciprocating pumpnya bisa dilakukan pendekatan bahwa pompa 2 mengambil fluida dari reservoir yang sudah pressurized.

Mungkin perlu drum di antara kedua pompa, agar fluktuasi suction pompa 2 bisa diredam…

Maaf, ini pengetahuan jaman mahasiswa, sudah lama ga megang pompa..

Tanggapan 3 – Marthin Winner

Pak,

Saya coba urun pendapat utk soal ini.

Apakah ini menggunakan project baru/ existing facilities? Jika project, banyak solusi dari teknologi pompa terkini yang bisa mengatasi low NPSHa dengan space yg sempit. Untuk spesifik tipe pompa yang cocok dengan aplikasi anda, silahkan kontak dengan vendor pompa yg ada. Saya pribadi cenderung ke alternatif ini, dr pada dipusingkan dengan series PD dan centrifugal.

OK, katakanlah hal ini sudah dilakukan oleh tim engineering dan satu2nya solusi yg dipilih adalah series cent dan PD, berhubung aplikasi anda membutuhkan discharge pressure yg tinggi tetapi terkendala dengan low NPSHa. Aplikasi ini harus dievaluasi secara hati2, karena untuk menserikan pompa, hal utama yg diperlukan adalah flow yg identik antara 2 pompa.

1.Bagaimana menghitung NPSHa pompa kedua untuk memastikan nilainya diatas NPSHr , apakah faktor acceleration head pompa reciprocating harus di konsider?

A: acc.head ini harus diperhitungkan, karena ini adalah karakteristik unik PD pump yg tidak dimiliki cent pump. Perhitungan NPSHr PD pump harus menambahkan allowance acc.head, utk memastikan tidak terjadi kavitasi di pipa / pompa karena karakteristik flow PD pump adalah pulsating.

2.Adakah masalah jika discharge pressure pompa pertama lebih besar dari kebutuhan suction pressure pompa kedua

A: lebih besar itu relatif, dan sptnya hal ini lebih tepat dijawab oleh manufacture.

3.Adakah barang instrument yang harus disediakan untuk mengontrol sistem seri ini

A: Tentu saja, karena persyaratan operasi pompa seri adalah flow yg diidentik antara 2 pompa.

Anda harus membuat control scheme:

– untuk mengontrol flow dari pompa 1, bisa dengan variable motor atau recycle discharge ke storage.

– proteksi pompa 2 dari kavitasi (PSLL)

Tanggapan 4 – rizaldi

pak faza, saya coba urun juga untuk soal ini.

saya sependapat dengan mas martin. Kalau masih memungkinkan qt bisa pasang semacam surge drum di suction PD (discharge pompa centrifugal) untuk memastikan NPSHa dengan static level dari surge drum. Level pada surge drum dijadikan acuan untuk mengontrol flow dari pompa centrifugal. tapi tanpa surge drum pun dengan menggunakan pressure control valve dan recycle line bisa dimanipulasi flow dan head pompa centrifugal untuk memenuhi kebutuhan suction pompa PD.

mohon koreksinya mas dan bapak-bapak…

Tanggapan 5 – Hammam Faza

Terimakasih sharenya Pak.Betul Pak ini bukan project baru hanya memanfaatkan pompa yang ada terhadap limited space pada sebuah platform kecil.

Terimakasih

Tanggapan 6 – Ilham B Santoso

Menurut pendapat saya,

1. NPSHa dapat dihitung secara terpisah. NPSHa pompa centrifugal dapat dihitung berdasarkan kondisi yang ada saat ini. Sedangkan untuk pompa reciprocating dapat dibuatkan suction drum baru dengan elevasi cukup dari discharge pompa centrifugal sehingga NSPHa nya mencukupi. Mengingat karakter dari reciprocating pompa yang akan menghasilkan pulsation pressure suction dan discharge maka harus ada suction drum dan pulsation damper (tergantung besar pompa dan suction drum yang bisa disediakan) antara discharge pompa sentrifugal dan suction pompa reciprocating.

2. Jika kapasitas dari pompa centrifugal lebih besar dari pompa recip, maka operasi dari pompa centrifugal bisa dibuat tidak kontinu tetapi berdasarkan level dari suction drum dari pompa recip. Tentu hal diperlukan beberapa pertimbangan apakah akan menggunakan kontrol on-off dari pompa atau menggunakan kontrol pada recyle valve (minimum flow line) dan discharge valve untuk mengatur transfer fluid dari pompa centri ke suction drum recip pump, Demikian pula bila sebaliknya.

3.Instrument yang pasti adalah PSV untuk recip pump, suction dan discharge pressure damper, level transmitter, control valves, Pressure gauges…tergantung dari detail sistem control yang mau dipakai.

4.start nya scara prinsip, pump centri harus nyala dulu untuk menyediakan fluida di suction drum pomp recip..baru setelah itu pump recip bisa dijalan kan, selanjutnya tergantung sistem kontrol yang didesain.

Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan.