Dalam term kompetensi, tidak dikenal istilah ‘kemampuan teknis’. Term yang standard adalah : 1. Knowledge; 2. Skills; 3. Experience; 4. Personal Attributes. Seorang biasanya dianggap kompeten jika mampu menggunakan ke 4 unsur tersebut untuk menghasilkan hasil kerja. Seorang sarjana baru lulus, biasanya lebih punya ‘knowledge’. Skills biasanya hanya seputar bahasa, komputer, mengemudi kenderaan, berhitung…yah semacam itu lah. Technical Skills adalah gap terbesar dan hampir nol bagi seorang yang baru lulus sarjana S1/D3, di mana ini biasanya akan diisi dengan program training yang dilakukan oleh perusahaan. Kemampuan bertahan hidup saat helicopter jatuh di laut misalnya termasuk Technical Skill gap. Skills semisal menghitung balance energi dan balance massa belum tentu diperlukan, karena skills yang dibangun akan disesuaikan dengan fungsi anda di perusahaa nantinya. Walaupun anda berlatar belakang Teknik Kimia, jika misalnya difungsikan menjadi Professional QA, maka skills menganalisa proses kerja lebih diutamakan daripada skills menganalisa process kimia.

Tanya – R. Febry Rizqiardihatno

Dear All Anggota Milis

Sebelumnya bagi yang belum kenal, saya Febry lulusan teknik kimia. Saya sedang dalam proses rekrutmen untuk Process Engineer pada perusahaan LPG Plant.
Yang ingin saya tanyakan disini adalah kualifikasi seorang process engineer tersebut butuh mengerti apa saja ya mas dan mbak? saya mau persiapan materi agar interview saya lancar nih.. hehe takut kurang siap, kebetulan agak mepet juga interviewnya besok. Saya juga masih mempelajarinya.
yang saat ini saya persiapkan antara lain: process produksi LPG, Process Handling LPG pasca produksi sama Karakteristik LPG. mohon masukannya ya mas dan mbak biar saya bisa lancar.
Terima kasih.

Tanggapan 1 – Weby

Mas Febry,

Ada tulisan menarik dibuat oleh Pak Cahyo Hardo mengenai ‘Process Engineer’s Job’ dan mudah-mudahan bermanfaat buat mas Febry. Tulisan tersebut ada di:

http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=88

Lengkapnya silahkan unduh file MS Word-nya. Selamat membaca.

Tanggapan 2 – And Riawan

Mas,

saya kira untuk kemampuan teknis tidak ada masalah ya, hehehe . . . kayanya udah paham benar . . .

visi dan misi anda apa sih kq mau bergabung di LPG Plant?

kemampuan nonteknis mungkin akan lebih banyk di tanyakan nanti . . .

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Mas Andriawan ini kok bisa tahu kemampuan teknis yang bersangkutan?

Apa sudah mewawancarai beliaunya?

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Dalam term kompetensi, tidak dikenal istilah ‘kemampuan teknis’.

Term yang standard adalah :

1. Knowledge

2. Skills

3. Experience

4. Personal Attributes

Seorang biasanya dianggap kompeten jika mampu menggunakan ke 4 unsur tersebut untuk menghasilkan hasil kerja.

Seorang sarjana baru lulus, biasanya lebih punya ‘knowledge’. Skills biasanya hanya seputar bahasa, komputer, mengemudi kenderaan, berhitung…yah semacam itu lah.
Technical Skills adalah gap terbesar dan hampir nol bagi seorang yang baru lulus sarjana S1/D3, di mana ini biasanya akan diisi dengan program training yang dilakukan oleh perusahaan. Kemampuan bertahan hidup saat helicopter jatuh di laut misalnya termasuk Technical Skill gap. Skills semisal menghitung balance energi dan balance massa belum tentu diperlukan, karena skills yang dibangun akan disesuaikan dengan fungsi anda di perusahaa nantinya. Walaupun anda berlatar belakang Teknik Kimia, jika misalnya difungsikan menjadi Professional QA, maka skills menganalisa proses kerja lebih diutamakan daripada skills menganalisa process kimia.