Escape Chute System atau Sky-scape sudah dipergunakan untuk beberapa instalasi, khususnya negara luar, dan tetap masuk kategori Tertiary Escape untuk melengkapi keberadaan TEMPSC atau lifeboat (MODU Code, Chapter 10 Life-saving appliances and equipment).

Tanya – Yuyus Uskara

Dear milister,

Saya ada pertanyaan masalah Escape, Evacuation, dan Rescue di Oil Platform, khususnya yang secondary methods, TEMPSC atau lifeboat.

Pertanyaannya adalah, bisa gak TEMPSC/Lifeboat, di substitusi sama Integrated Escape Chute System (semacam prosotan, ke liferaft). dimana saya cukup aware, kalau liferaft adalah Tertiary Escape method.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – A.E. Nugrahadipura

Dear pak Yuyus,

Sependek pengetahuan saya, Escape Chute System atau Sky-scape sudah dipergunakan untuk beberapa instalasi, khususnya negara luar, dan tetap masuk kategori Tertiary Escape untuk melengkapi keberadaan TEMPSC atau lifeboat (MODU Code, Chapter 10 Life-saving appliances and equipment).
Mungkin ada pendapat lain dari para senior………terima kasih.

Tanggapan 2 – martin ronaldi

Coba cek alamat ini, mungkin seperti itu kali ya, maksudnya.
http://www.viking-life.com/viking.nsf/public/Products-fetchtradeingitemdata.html?opendocument&listing=Offshore@evacuation@systems=Chute@systems,@Offshore

Skyscape atau chute sebenarnya bisa di set untuk liferaft maupun lifeboat kok…

Tanggapan 3 – Yuyus Uskara

Pak Martin dan Pak Pongky,

jadi bisa kah TEMPSC di substitusi oleh IECS?

Tanggapan 4 – Alvin Alfiyansyah

Kang Yuyus,

Coba lihat referensi eng standard perusahaannya, siapa tahu dibolehkan. Kalo perusahaan Amerika merefer ke USCG tittle 33 part 144 sepertinya bisa saja jika ada klausul yg membolehkan dari std perusahaannya. Ini kasus buat manned platform kan?

Sekedar urun rembug. CMIIW.

Tanggapan 5 – Yuyus Uskara

Ok Pak Alvin,

setelah saya buka bolak balik LSA dan USCG seperti yang Pak Alvin sebutkan, dan beberapa referensi dari googling, saya keliru menyatakan kalau TEMPSC/Lifeboat itu 2ndary, yang ternyata TEMPSC itu primary of evacuation untuk facilities yang mempunyai variable heights, seperti MODU (di kasus saya).
dan liferaft itu tertiary means of evacuation, dimana escape chute ini hanya variasi dari methode deployment dan embarkation dari personnel menuju liferaft.

ini kemudian berbeda lagi, ketika berbicara manned facilities (Jacket) dan Unmanned facilities.

terima kasih buat yang sudah urun rembug.

Tanggapan 6 – Akh. Munawir

Philosophy evakuasi dari 2 perangkat tsb keduanya itu berbeda.

TEMPSC (+davits) selain dilengkapi Safety Equipment yang cukup komplit juga dilengkapi engine agar POB dapat menyelamatkan diri/kabur secepat mungkin dari Platform yang terbakar (accident lainnya), mungkin menuju Muster Point tertentu di Darat/Facility lain sesuai skenarionya.
Sedangkan Liferaft (++ prosotan), tdk dilengkapi enginenya jadi setelah dilaunch ke laut POB di atanya lebih bersifat pasif saja menunggu dijemput oleh Coast Guard atau sejenisnya, tetapi walaupun pasif didalam tahapan Design ada analisa resiko yang memperhitungkan arah angin/arus laut dan posisi2 peletakan liferaft di atas platform.

Tanggapan 7 – martin ronaldi

MasYuyus, kalau pertanyaan anda apakah IECS bisa digunakan untuk mendukung fasilitas TEMPSC, bisa kok.
Kalau menurut mas Pongky, kan sudah digunakan dibeberapa negara. Juga menurut kang Alvin, tinggal ditinjau dari peraturan perusahaannya.
Tinggal diputuskan mau ambil produk mana sekalian konsultasi, dan yang sudah pasti harus diperlukan training khusus. Dan tidak kalah pentingnya, apakah sangat diperlukan fasilitas pendukung ini atau tidak.

Tanggapan 8 – yudi putera

Mas-mas

Sepemahaman saya kalau didalam offshore EERA, TEMPSC, Helicopter dan bridge di categorikan sebagai evacuation system, yaitu suatu sistem utama bagi pekerja untuk keluar dari instalasi dalam kondisi darurat dan tanpa harus langsung acces ke laut. Jika evacuation systemnya gagal, atau dalam kondisi personel tidak terperangkap sehingga tidak bisa ke muster area ( ingat bahwa sebelum evakuasi bisa dilakukan harus terjadi dulu aktifitas acces, muster dan agrees) escape lah yang dilakukan (langsung acces ke laut) dengan escape rope, life raft, tangga atau langsung terjun ke laut). Jadi kalau TEMPSC tidak dipasang, Helicopter tidak ada dan tidak ada bridge ke platform lain.. berarti instalasi tersebut tidak ada facilitas untuk evakuasi..yang ada hanya fasilitas untuk escape..

waktu nanti di itung-itung IRPA dan PLL nya maka kemungkinan besar probability of delayed fatality nya jadi gede tuh :))

btw, di instalasi kami baru-baru ini ada juga pertanyaan dari manager operasinya mengenai hal ini..kami menginformasikan ke beliau..bahwa Lifeboat tetap harus ada karena itu adalah sistem evakuasi di platform, life raft itu buat escape…