Saya mau menayakan tentang fire proteksi di storage LNG. Berkaitan denga NFPA 15 di chapter 4, dijelaskan bahwa water spray tidak boleh digunakan untuk aplikasi yang melibatkan ‘liquified gas’ pada suhu cryogenic (seperti LNG). LNG akan menguap dengan cepat jika tersiram air yang memiliki suhu yang lebih tinggi. dengan adanya fenomena tersebut, ada potensial hazard yang besar jika terdapat vapor cloud yang jadi karena cryogenic liquid tersiram air.

Tanya – Kholid Zam Zam

Dear Miliser,

Saya mau menayakan tentang fire proteksi di storage LNG. Berkaitan denga NFPA 15 di chapter 4, dijelaskan bahwa water spray tidak boleh digunakan untuk aplikasi yang melibatkan ‘liquified gas’ pada suhu cryogenic (seperti LNG). LNG akan menguap dengan cepat jika tersiram air yang memiliki suhu yang lebih tinggi. dengan adanya fenomena tersebut, ada potensial hazard yang besar jika terdapat vapor cloud yang jadi karena cryogenic liquid tersiram air.

Namun, kalau tidak salah melihat (atau tidak salah ingatan saya), di bontang terdapat deluge system yang terinstal di storage. dan juga terdapat monitor di sekitar storage. Apakah ini digunakan untuk mendinginkan storage kalau disekitar (atau salah satu storage) terjadi api? Kalau tidak salah, storage LNG ini adalah double container (sebagai jaket) karena liquid yang dikandung dingin. dengan memakain double container, air yang dikeluarkan dari deluge atau monitor tidak akan memanaskan liquid di dalam storage dan tidak terjadi over pressure di dalam storage.

Mohon petunjuk dari rekan semua berkaitan dengan, ‘bagaimana memproteksi LNG storage. apakah menggunakan gas suppression system atau yang lain sebagai perlindungan utama terhadap kebakaran? Code atau standard apa yang dipakai untuk aplikasi tersebut?

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Gunawan Siregar

Rekan Kholid,

Ikutan meramaikan saja, boleh kan?

Pertanyaan ini biasanya dijawab pada tahapan pembuatan Design Philosophy dan selanjutnya pembuatan Design Basis LNG facilities. Kebetulan saya ada beberapa kali terlibat proyek LNG dari sejak tahapan tsb. Berikut saya kutipkan sbb :

FIRE FIGHTING AND SUPPRESSION DESIGN PHILOSOPHY

1. Single Fire / Flammable Liquids or Gas Leak Risk

The fire fighting system shall be planned on the assumption that there will be a single major leak of flammable liquids or gases at a time in plant and fires will not occur
simultaneously at different places.

Example : Major leak because of explosion in vessel, expansion bellow failure on
LNG discharge line from the tank.

2.Fire Fighting Agents

The following fire fighting agents shall be considered as the basis of fire fighting
system design:

2.1 Water

Water is applied for extinguishing fire, controlling fire intensity, prevention of fire to cool down equipment exposed to heat radiation by fire. Water should not be applied on to LNG / LPG spills and fires because it will accelerate the vaporization speed.

2.2 Foam

Low expansion foam is applied to extinguish fires on a pool of split flammable or
combustible liquid by smothering and cooling the liquid. The foam is effective to
diminish a possibility of re-ignition because a layer of expanded foam lies above the
liquid. For LNG/LPG, high expansion foam is effective to suppress the vaporization speed of the spilt liquids at a low level, and to control the intensity and size of the fires at a low level.

2.3 Dry Chemical (Portable and Wheeled)

Dry chemical is applied to extinguish small spill fires, fires on jetting or falling liquids,
and fires on flammable solids. It shall be noted that there is a possibility of re-flash of
flammable material after extinction by dry chemical.

Standarnya seingat saya ada cukup banyak misalnya saja :

NFPA 11 Standard for Low, Medium and High-Expansion Foam

NFPA 11A Standard for Medium and High Expansion Foam System

NFPA 15 Standard for Water Spray Fixed Systems for Fire Protection

NFPA 17 Standard for Dry Chemical Extinguishing System

NFPA 30 Flammable and Combustible Liquids Code

NFPA 59A Standard for the Production, Storage, and Handling of LNG

NFPA 72 National Fire Alarm Code

NFPA 2001 Standard on Clean Agent Fire Extinguishing Systems

NFPA 307 Standard for the Construction and Fire Protection of Marine
Terminals, Piers, and Wharves

Seingat saya, tangki LNG diutara pulau Swarnadwipa sana pernah terjadi small-fire karena sambaran petir pada boil-off gas dari tangki LNG yang tekanannya diatur pada atmospheric pressure.

Monggo rekan-rekan saya yang masih bertugas di PTA, PTB, QG,RG,YLNG & TLNG mungkin bisa meramaikan.

Tanggapan 2 – Kholid Zam Zam

Pak Gunawan Siregar,

Terima kasih atas pencerahannya. Akan saya cari NFPA 59A dan NFPA 307 untuk saya pelajari.

Tanggapan 3 – kristiawan

Rekan-rekan,

Menyimpang sedikit dari topik dibawah. Saat ini saya terlibat dalam feasibility study untuk mengurangi thermal radiation dari LNG pool fires. Salah satu opsi adalah menggunakan Foamglas – Pool Fire Suppressant (PFS), berupa UV resistant bags ukuran 20×20 cm berisi cellular glass yang disusun di dasar LNG containment pit.

Secara teknis produk ini sangat menjanjikan, hasil test menunjukkan PFS bags bisa mengurangi thermal radiation dan flame height sampai 95% dibanding dengan kondisi free burning. Fire fighters bisa mendekat ke tepi containment pit untuk memadamkan api. (Fire Chief ditempat saya adalah fans berat dari opsi ini).

Yang menjadi concern adalah service life dari PFS bags. Brosur menyatakan service life dari UV resistant bags secara umum adalah 3 tahun. Bisa lebih panjang jika PFS bags ditutupi dengan tarpaulin, tidak disebut secara spesifik sampai berapa tahun. Plant tempat saya bekerja masih relatif baru, mulai beroperasi th 2007. Kalau PFS bags harus diganti tiap 3 tahun, total biaya selama operasional plant akan jadi tinggi dibanding opsi lain.

Untuk keperluan economic analysis, saya minta feedback dari rekan-rekan yang mungkin pernah menggunakan produk ini di negara tropis :

1. Berapa lama service life dari PFS bags under direct sunlight

2. Berapa lama service life dari PFS bags jika di cover dengan tarpaulin

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Dear Mas Kristiawan,

Penggunaan PFS musti dilihat lebih jauh efektifitasnya. Terus terang saya kurang mempercayai (untuk tidak mengatakan tidak percaya sama sekali) kemampuan reduksi thermal radiation dan flame height sebesar 95% (bagus amat yah?). Ada beberapa hal yang harus anda pertanyakan pada vendor yang menjualnya:

1. Siapakah yang melakukan penelitian sampai ada kesimpulan kemampuan menurunkan thermal radiation dan flame height hingga 95%?

2. Apakah ada lembaga independen yang mensertifikasi/memverifikasi hasil penelitian tersebut?

3. Apakah perusahaan anda melakukan tes langsung di lapangan untuk menguji/mengetes efektifitas PFS terhadap pool fire LNG ini? Apakah diukur thermal load sebelum dan sesudah menggunakan PFS? Apakah diukur flame height nya sebelum dan sesudah menggunakan PFS?

Persoalan berikut yang tak kalah penting adalah:

1. Setelah pool fire dipadamkan, apa yang terjadi dengan sisa pool LNG liquid yang tersisa? apakah mereka beku? apakah mereka menguap? Apakah uapnya tidak berbahaya?

2. Bagaimana menjamin PFS itu sudah dapat digunakan lagi dan tidak mengandung LNG yang terjebak di cellular glass? Apakah perlu dibawah ke Laboratorium? atau dibiarkan saja terpapar panas dan menguap dengan sendirinya?

Sekali lagi, pool fire dari LNG, tidak direkomendasikan untuk dipadamkan, melainkan dikontrol saja pembakarannya hingga benar benar habis LNG nya. Usaha untuk membuatnya padam sebelum LNGnya habis terbakar akan menyimpan bahaya laten yakni: suatu saat pool LNG tersebut akan menguap dan jika terjadi delayed ignition akan berpotensi menimbulkan kerugian (late explosion misalnya).

Tanggapan 5 – kristiawan

Mas DAM,

Matur nuwun untuk masukannya.

Pengetahuan saya tentang PFS baru sebatas baca brosur produk. Early test dilakukan tahun 1979 di Thornton Research Center UK. Kemudian pada tahun 2006 & 2007 di Texas A&M University, yang terbuka untuk para industrial observers. Informasi lebih jauh bisa dilihat di website Vendor.

Concern tentang resiko dari sisa pool LNG liquid sangat menarik. Saya akan diskusi hal ini dengan team dan Vendor.

Kesan saya, ini teknologi yang baru di lempar ke pasar. Users menghadapi resiko reliability, kelemahan dari produk ini belum banyak terungkap dan produsen akan continuously memperbaiki produknya berdasarkan feedback dari Users. Sebagai Cost Engineer, concern saya adalah indikasi PFS bag service life yang hanya 3 tahun. Akan ada potensi repetitive cost selama masa operasional plant.

Untuk rekan-rekan dari Vendor, diskusi semacam ini tidak bermaksud mencari kejelekan suatu produk. Anggap saja sebagai masukan dari para end users untuk product continuous improvement.